2
HoseaK.T. @THoseak
A THREAD APA RITEL BIASA BISA MENGALAHKAN ONLINE SHOP?
HoseaK.T. @THoseak
Disclaimer: seperti biasa, ini pandangan pribadi. Jangan dibawa serius.
HoseaK.T. @THoseak
Ralat: Bawa serius tapi santai. Kwkwkwkw
HoseaK.T. @THoseak
Jadi, tujuan awal saya bikin thread ini untuk membantu saya dalam pengerjaan skripsi. Biar saya lebih ingat materinya gitu..... :)P
HoseaK.T. @THoseak
Sebenarnya ada pertanyaan yang terus jadi kegelisahan saya sebagai mahasiswa pemasaran. Apa online itu jadi senjata ampuh buat memenangkan persaingan? Jadi semua harus dijual via online gitu? Manusia diganti robot atau sistem digitalisasi...
HoseaK.T. @THoseak
Ada yang bilang, banyak mall tutup gara-gara online. Lalu teller bank banyak yang kehilangan pekerjaan gara" mesin ATM. Akhir" ini, cukup banyak yang membahas dunia ritel. Karena beberapa merek ternama mulai menutup gerainya. Seperti Ramayana, Matahari, MAP, Hero dan Giant
HoseaK.T. @THoseak
Sebagian merek malah sudah tak terlihat lagi di Indonesia. Seperti 7-eleven, Lotus, dan Disc Terra
HoseaK.T. @THoseak
Di kota saya sendiri, ada mall yang ditutup operasionalnya. Padahal, mall itu sudah cukup lama berdiri. Konon katanya mau dibuka lagi, tapi sampai sekarang masih tutup. Hanya beberapa ruangan yang dipakai, baik untuk kantor atau convention hall.
HoseaK.T. @THoseak
Hal" diatas yang menjadi pemicu industri ritel dikatakan lesu. Namun, banyak pihak pula yang menyangkalnya. Ketua Aprindo, Roy Mandey bilang kalau brand" itu lagi efisiensi. Menkeu bilang ada peralihan belanja, dari ritel ke pelesiran/liburan. Makanya, tempat wisata kalau
HoseaK.T. @THoseak
musim liburan, ramai tak terkira... Wkwkwkw.
HoseaK.T. @THoseak
Benarkah industri ritel kita lesu? Ya, jawabannya relatif sih. Ada yang ngomong lesu, ada yang ngomong enggak. Terserah kalian saja mau percaya atau tidak. Cuma, research kecil"lan yang saya lakukan, biasanya orang selalu nyalahkan online shop sebagai kelesuan dunia ritel
HoseaK.T. @THoseak
Saya juga kasihan sama pegiat olshop. Masak mereka terus yang disalahkan? Bukti nyatanya, dulu marak bukan? Kasus konflik ojek online dan ojek pangkalan-supier taxi? Iya sih, beda. Tapi ini bukti ga semua online itu diterima dengan baik
HoseaK.T. @THoseak
Pertanyaan kedua, apa dunia ritel bisa mengalahkan dunia e-commerce? Jawab saya, BISA, Bahkan MENGALAHKAN pun bisa. Ha, bagaimana ceritanya?
HoseaK.T. @THoseak
Saya izin leave Thread dulu. Mendadak mengantuk. Besok saya akan lanjutkan lagi...
HoseaK.T. @THoseak
Oke, kembali lagi dengan saya.
HoseaK.T. @THoseak
Pakar Pemasaran Indonesia, Bapak Hermawan Kertajaya, pernah bilang, mesin (online) ga bisa menggantikan kedudukan manusia. Diperlukan strategi Omnichannel, intinya sih, saluran distribusi ga cuma satu. Bisa online maupun offline.
HoseaK.T. @THoseak
Nah, jadi alangkah baiknya kalau ritel mengkombinasikan online dan offline. Pelanggan pun sekarang lebih berwawasan luas karena internet. Hayo, sebelum membeli, kalian research dulu tidak di internet? Hehehe
HoseaK.T. @THoseak
Kalau saya sendiri, bisnis ritel ga lesu" amat. Roy N Mandey selaku ketua APRI NDO bilang, kalau penutupan gerai" ternama, karena efisiensi. Dan memang ada peralihan konsumsi sih. Masyarakat lebih suka berwisata dan berkuliner ria. Buktinya, pembayaran fintech kebanyakan resto
HoseaK.T. @THoseak
Selain itu, terasa kan kalau tiap liburan selalu penuh tempat wisata..
HoseaK.T. @THoseak
Survei dari Snapcard, 80% orang Indonesia menggunakan e-commerce baru sebatas coba coba. Masyarakat yang masih Belanja offline (minimarket dan Hypermarket) masih mendominasi, sekitar 56%
HoseaK.T. @THoseak
Artinya , industri ritel masih ada harapan untuk berkembang. Lalu bagaimana cara industri ritel bisa bertahan?
HoseaK.T. @THoseak
Jawabannya RETAIL MIX. Iya, apa itu? RETAIL MIX itu berbagai macam strategi ritel agar bisa bersaing. Ritel disini bisa mall, supermarket, warung, toko kelontong, minimarket, dsb.
HoseaK.T. @THoseak
Tujuannya agar pelanggan bisa merasakan pengalaman yang berkesan. Bahkan menjadi pengalaman yang indah. Ada moment of truth yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Nah, inilah pentingnya SOP, agar setiap pelanggan bisa merasakan momen berkesan sama rata. Berlebihan? Tidak juga
HoseaK.T. @THoseak
Kalau mungkin kalian tidak merasa terkesan, karena momen berkesan itu sudah menjadi hal yang normal, bahkan wajib bagi perusahaan. Habisnya, SOP itu ditiru pesaing sih. Jadi lama" banyak perusahaan yang biru deh. Dan pelanggan pun ga terkesan lagi, malah sometimes bisa terganggu.
Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.