Jejak kontroversi The Untouchable Man, Ibnu Sutowo, Sang Jenderal Penguasa Minyak Pertam..
Nice thread dari @mazzini_giusepe
2082 pv
IG: wiwidkurniandi
@wiwidkurniandi
Cemal Süreya
@adeljador
Kenny Lischer
@KennyLischer
feri amsari
@feriamsari
INDEF DJR
@DJRachbini
®™
@rchmd_s
BJ Habibie menuturkan keputusannya untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1974 terjadi karena bentakan dari mantan bos dan pendiri PT Pertamina (Persero). Habibie yang kala itu memiliki pekerjaan di Jerman diminta untuk mengembangkan industri strategis di tanah air.
Semula, ujar Habibie, dirinya sebetulnya tengah sibuk bekerja di akhir tahun 1973. Tiba-tiba dirinya dihubungi kedutaan besar Indonesia di Jerman untuk menemui seorang pejabat dari Indonesia yang tiba menggunakan pesawat pribadi bernama Ibnu Sutowo. Ibnu Sutowo mengajaknya bertemu di salah satu kota di Jerman.
"Saya kaget dan tidak mengenal Ibnu Sutowo. Dia (Dubes Jerman) bilang (masak) tidak mengenal Ibnu Sutowo. Dialah yang menguasai perekonomian dan menciptakan PT Pertamina," ujar Habibie saat kuliah umum Wirausaha Muda Mandiri di Jakarta, Kamis (17/1/2013).
Meski tak mengenak sosok Ibnu Sutowo, Habibie memutuskan menemui petinggi Pertamina tersebut di salah satu kamar Hotel Hilton di Jerman sekitar pukul 8 waktu setempat.
"Saya mengetuk kamar tersebut dan saya tidak pernah menginap disana. Ketika mau masuk, ada seorang bilang tunggu diluar. Ketika Ibnu Sutowo keluar saya malah dimaki-maki," ujar Habibie menggambarkan keadaan kala itu.
Mendapat bentakan dari Ibnu Sutowo, Habibie yang sempat kaget hanya memilih diam. Namun, ia berpikir, bahwa perkataan Ibnu Sutowo kala itu memang ada benarnya. Akhirnya, Habibie pun memutuskan untuk kembali lagi ke Indonesia.
Pada awal tahun 1974, Habibie kembali lagi ke Indonesia untuk bertemu Ibnu Sutowo. Pada pertemuan itu, pria yang sempat membentaknya di Jerman itu justru telah berubah menjadi sosok yang ramah dari semula cuek.
Dalam pertemuan tersebut, Habibie kembali dikagetkan oleh perkataan Ibnu Sutowo. Ternyata, kedatangan Ibnu Sutowo ke Jerman merupakan perintah dari Mantan Presiden RI (Alm) Soeharto yang memintanya membujuk Habibier kembali ke Indonesia.
Sejak saat itu, Habibier pun mulai mengembangkan industri dan lembaga strategis hingga akhirnya lahir perusahaan milik pemerintah seperti PT Dirgantara Indonesia, Batan, BPPT dan PT Pindad.
mamael
@odeAnjani