0
Peziarah @eae18
1. Memendam amarah, butuh kesabaran berlipat. Kesabaran berlipat ini tak gampang. Butuh waktu tuk latihan menanam benih kesabaran berlipat. Kesabaran dalam menerima pandangan yang berbeda, pun butuh kesabaran berlipat. Contohnya, menerima kesabaran berlipat dari kaum liberal,
Peziarah @eae18
2. menerima kesabaran dari pandangan kawan-kawan Syiah, kawan-kawan NU, Muhamadiyyah, Persis bahkan sampai pada kesabaran menerima sikap dan gerak yang berbeda dari kawan-kawan FPI atau Banser. Kali ini saya fokus pada kesabaran menerima pikiran sosok liberal Nasr Hamid Abu Zayd.
Peziarah @eae18
3. Abu Zayd, kuliah doktoralnya di Universitas Pennsiylvania, Philadelphia, Amerika Serikat, pada tahun 1978-1980, kampusnya Sahal. Di kampus ini, ia terpesona dengan teori-teori hermeneutika. Keterpesonaan itulah melahirkan pikiran-pikiran liar Abu Zayd.
Peziarah @eae18
4. Abu Zayd mengaku banyak membaca sendiri, khususnya di dalam bidang filsafat dan hermeneutika. "Hermeneutika, ilmu menafsirkan teks-teks, telah membuka cakrawala dunia baru kepadaku," ujar sosok teolog kelahiran Mesir itu. Dari sinilah, lahir banyak kontroversi.
Peziarah @eae18
5. Abu Zayd menyodorkan pemikiran "desakralisasi Alquran". Saya share beberapa pemikiran kontroversi Abu Zayd. Pertama, Abu Zayd mengatakan Alquran adalah produk budaya. Pikiran ini jelas mengundang respon dari banyak kalangan. Tapi apa alasan Abu Zayd bicara seperti itu?
Peziarah @eae18
6. Abu Zayd beralasan sesungguhnya teks Alquran, pada dasarnya dan kenyataannya merupakan produk budaya. Maksudnya, teks terbentuk dalam realitas dan budaya dalam rentang waktu lebih dari dua puluh tahun. Saya pribadi menolak pemikiran Alquran produk budaya Abu Zayd.
Peziarah @eae18
7. Alasan, kehadiran Alquran secara gradual di tanah Arab, justru ditentang sekaligus menentang kultur lokal Arab jahiliyah. Baginda Nabi ditentang penduduk Mekah, dicap gila, penyihir, penyair gila dan lain-lain. Alquran juga menentang kebanggaan berpuisi penduduk Mekah.
Peziarah @eae18
8. Selain menentang kebiasaan penduduk Mekah, yang bangga dengan pesta pora puisi, Alquran juga menantang para penyair Arab menulis puisi yang selevel Alquran. Tradisi berpuisi penduduk Mekah, begitu marak. Puisi sebagai cara melakukan identitas diri dan identitas komunal.
Peziarah @eae18
9. Alquran justru melakukan perombakan budaya Arab waktu itu. Mengikis habis kultur lokal yang tak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, yang tak sejalan dengan peradaban agung sebagai manusia. Jadi klaim Abu Zayd Alquran produk budaya, tak menemukan sandaran yang jelas.
Peziarah @eae18
10. Saya pernah bertemu Abu Zayd, memang menarik pikiran-pikirannya. Tapi kita jangan terpesona tampilan lahir. Banyak sekali orang yang terpesona dengan "ocehan" orang ketika pas ketemu. Kagum dan tertegun. Saya tidak kagum. Saya mengapresiasi dengan nalar saya.
Peziarah @eae18
11-A. Pikiran lain Abu Zayd, Alquran itu fenomena sejarah. Jika firman Tuhan termasuk bagian dari perbuatan-Nya, sebagaimana uraian sebelumnya, maka sesungguhnya firman itu adalah fenomena sejarah......
Peziarah @eae18
11-B. Sebab, semua perbuatan Tuhan adalah perbuatan yang telah teraktualisasi dalam dunia yang bersifat temporal, atau historis. Dengan demikian, al-Qur‟an juga termasuk fenomena sejarah. Pikiran ini juga keliru karena melihat konteks teks Alquran dalam area waktu.
Peziarah @eae18
12-A. Pendapat lain Abu Zayd, Alquran itu teks manusiawi dan karangan Muhammad Saw. Teks Alquran sejak momen pertama diturunkan, berubah dari teks Ilahi menjadi pemahaman (teks manusiawi), sebab ia berubah dari yang diturunkan menjadi yang diinterpretasi.
Peziarah @eae18
12-B. Pemahaman Nabi terhadap teks merupakan fase pertama gerak teks di dalam interaksinya dengan nalar manusia. Abu Zayd menganggap Nabi bukan penerima pasif. Ia menerima wahyu kemudian diolah dengan interprestasi Nabi seusai kultur lokal.
Peziarah @eae18
13. Bagi orang yang tak terbiasa berdialog dengan teks, pikiran-pikiran Abu Zayd akan direspon dengan amarah. Saya sadar, Abu Zayd was one of the highly controversial modernist scholar leaders of Liberal Islam. Jadi memahami pikiran kaum liberal, harus mampu bersikap tenang.
Peziarah @eae18
14. Pikiran lain Abu Zayd, Alquran itu teks Bahasa Arab biasa seperti teks-teks lainnya. Ditegaskan Abu Zayd, teks-teks agama adalah teks-teks bahasa yang bentuknya sama dengan teks-teks yang lain di dalam budaya. Saya tentu tak sependapat dengan pikiran Abu Zayd ini.
Peziarah @eae18
15. Alquran bukan teks biasa karena kehadiran teks Alquran membawa struktur konseptual baru, melakukan perombakan semantik dan melahirkan diksi-diksi baru, yang tidak ditemtukan dalam khasanah bahasa Arab waktu itu. Pada titik ini, Abu Zayd menemukan jalan buntu.
Peziarah @eae18
16. Pikiran nyleneh lain Abu Zayd, Alquran boleh ditafsirkan oleh siapa saja, bahkan seorang Ateis. Abu Zayd memosisikan teks Alquran dengan teks-teks lain: “Saya mengkaji Alquran sebagai teks berbahasa Arab agar dapat dikaji, baik oleh kaum muslimin, Kristen maupun Ateis."
Peziarah @eae18
17. Syarat mufasir jelas. Minimal menurut Abu Thalib ath-Thabari, syarat utama mufasir, akidah yang benar dan komitmen mengikuti Sunah. Orang yang akidahnya cacat, tidak bisa dipercayai untuk mengemban amanah yang berkaitan dengan urusan keduniawian, apalagi urusan keagamaan
Peziarah @eae18
18. Kultwit ini hanya ingin menegaskan, proyek liberalisasi pemikiran Islam, memang datang dari berbagai arah. Harus tenang dan jernih menghadapi kaum liberal yang punya agenda tuk melakukan pendistorsian terhadap teks-teks Alquran. Di Indonesia, proyek ini jadi bahan dagangan.
Peziarah @eae18
19. Prinsip dasar, jangan cepat kagum dengan tampilan lahir seseorang dan deretan gelar akademik. Selain pernah bertemu dengan Abu Zayd, saya juga pernah bertemu dengan Sayyid Hossen Nasr, murid Frithjof Schuon ini. Orang akan langsung nuduh pemikir Syiah. Nasr lebih sejuk.
Peziarah @eae18
Pertemuan dan perjumpaan dengan para pemikir liberal, butuh sikap arif dan menahan amarah atas pikiran liar yang diuar. Di Indonesia, para Cak Nurian, hanya meniru cara berpikir Cak Nur tapi tak mengikuti laku Cak Nur. Cak Nur menjalankan syariat, sholat dan puasa sangat tertib.
Peziarah @eae18
Para pemikir liberal di Indonesia, ingin dilihat gagah dengan tebaran teori-teori usang, mengusung liberalisasi pemikiran Islam dan menihilkan pandangan yang berbeda dengan mereka. Orang cari duit, memang banyak cara. Tapi tolonglah, carilah dengan cara elegan.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.