INDONESIA DARURAT DEREGULASI SEKTOR PENERBANGAN | By @PartaiSocmed

Sayang seribu sayang, dengan segala manfaat yg sudah dirasakan rakyat dari deregulasi penerbangan era Gus Dur itu terpaksa dihentikan karena satu penyebab: LOGICAL FALLACY!
pesawat maskapai tiket publicpolicy social
0
#99 @PartaiSocmed
INDONESIA DARURAT DEREGULASI SEKTOR PENERBANGAN pic.twitter.com/oXpMN1qGSf
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Banyak yg bilang harga tiket pesawat mahal sekarang ini adalah akibat perang tarif antar maskapai di masa lalu yg mengakibatkan banyak maskapai gulung tikar. Bahkan Menhub Budi Karya pun meyakini pendapat ini. Padahal pendapat tersebut tak sepenuhnya benar. pic.twitter.com/ZKJnu3uiD9
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Untuk membuktikan betapa salahnya pandangan Menhub Budi Karya itu maka perlulah kita menengok kembali sejarah sektor penerbangan komersiil kita, sejak dari masa Orba hingga kini.
#99 @PartaiSocmed
Pada masa Orde Baru pesawat masih merupakan sarana transportasi mahal yg tak bisa dinikmati oleh semua kalangan. Jangankan naik pesawat, membayangkan bisa terbang dengan pesawat saja tak pernah terlintas dalam pikiran banyak orang saat itu
#99 @PartaiSocmed
Zaman Pak Harto, sulitnya izin dari Pemerintah untuk mendirikan maskapai penerbangan baru membuat dunia penerbangan Indonesia tidak kompetitif. Akibatnya bisa ditebak, harga tiket pesawat mahal dan hanya mereka yg berduit saja atau yg dibiayai kantor yg bisa naik pesawat.
#99 @PartaiSocmed
Saat itu maskapai yg beroperasi di Indonesia terbatas seperti Garuda, Merpati, Bouraq, Mandala. Tentu saja sulitnya izin dari pemerintah tak berlaku bagi anak Soeharto. Tommy Soeharto belakangan ikut meramaikan dunia penerbangan Indonesia dengan maskapainya Sempati Air.
#99 @PartaiSocmed
Era berganti. Soeharto jatuh diganti Habibie lalu diganti oleh Gus Dur. Di era Gus Dur inilah dikeluarkan deregulasi sektor penerbangan yg sangat progresif melalui Kepres No 33 Tahun 2000. Jika sebelumnya izin mendirikan maskapai dipersulit mk di era Gus Dur sangat di permudah!
#99 @PartaiSocmed
Sedemikian progresifnya deregulasi penerbangan era Gus Dur itu, izin maskapai bisa diberikan pada perusahaan yg hanya mengoperasikan dua buah pesawat saja, itupun nyewa!
#99 @PartaiSocmed
Tak heran, bisnis maskapai penerbangan di Indonesia pun tumbuh pesat. Jika sebelum tahun 2000 hanya ada 5 maskapai penerbangan besar berjadwal, maka setelah deregulasi itu jumlahnya naik tiga kali lipat menjadi 15 maskapai!
#99 @PartaiSocmed
Dampak dari deregulasi penerbangan Gus Dur itu dirasakan langsung oleh rakyat. Akibat timbulnya persaingan diantara maskapai penerbangan maka harga tiket pesawat pun menjadi turun. Rakyat kecil yg sebelumnya tidak bisa naik pesawat jadi bisa menikmati transportasi udara murah
#99 @PartaiSocmed
Akibat kompetisi, harga tiket pesawat jadi murah, pertumbuhan jumlah penumpang pesawat pun melonjak drastis. Jk di akhir Orde Baru jumlah penumpang pesawat cuma 6 juta pertahun, mk pada tahun 2009 jumlah penumpang pesawat jadi 40 juta pertahun! Semua berkat deregulasi Gus Dur.
#99 @PartaiSocmed
Lion Air yg saat ini merupakan salah satu pelaku duopoli bisnis penerbangan kita pun tumbuh dan besar akibat deregulasi penerbangan Gus Dur ini. Lion Air pertama beroperasi dgn 2 buah pesawat bekas dari hasil sewa.
#99 @PartaiSocmed
Namun Toyotomi Hideyoshi, samurai yang berasal dari rakyat biasa itu seketika membuat larangan rakyat menjadi samurai ketika dia berkuasa. Semata agar tak muncul kompetitor yg mengikuti jejak suksesnya.
#99 @PartaiSocmed
Sayang seribu sayang, dengan segala manfaat yg sudah dirasakan rakyat dari deregulasi penerbangan era Gus Dur itu terpaksa dihentikan karena satu penyebab: LOGICAL FALLACY!
#99 @PartaiSocmed
Sebuah logical fallacy yg diyakini oleh pejabat pembuat kebijakan memang dapat berdampak luar biasa merusak bagi rakyat. Bentuk sesat pikir tersebut adalah: "Harga tiket pesawat murah adalah penyebab kecelakaan pesawat".
#99 @PartaiSocmed
Padahal tak ada hubungan sama sekali antara harga tiket murah dengan keselamatan penerbangan. Bahkan KPPU menyatakan tiket 0 Rupiah sekalipun tak terkait safety! pic.twitter.com/FhBwh48vfz
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Mengapa tiket murah tak ada kaitannya dengan keselamatan penerbangan? Sebab berapapun harga tiket yg dijual pihak maskapai TIDAK BOLEH mempengaruhi standar keselamatan penerbangan. Disinilah peran sentral Menhub sebagai regulator untuk memastikan standar keselamatan dipatuhi!
#99 @PartaiSocmed
Jika ada maskapai penerbangan sampai melakukan 'kompromi' terhadap standar keselamatan karena alasan tiket murah maka tugas Kemenhub untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu. Jadi harga tiket murah sama sekali bukan dan tak boleh jadi alasan penurunan standar keselamatan.
#99 @PartaiSocmed
Namun bagaimana bisa bertindak tegas pada maskapai yang "too big to fail"? Seburuk apapun maskapai tersebut. pic.twitter.com/Auosj87epp
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Maka yg terjadi selanjutnya adalah regulasi2 yg memang diniatkan untuk mengurangi jumlah maskapai dan kompetisi. Dari sinilah terjadi kemunduran dunia penerbangan kita. pic.twitter.com/4lB5mvsjsr
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Bertentangan dengan semangat DEREGULASI era Gus Dur yg berhasil meningkatkan jumlah maskapai dan jumlah penumpang pesawat secara luar biasa. Di era SBY justru semangatnya adalah REGULASI yg menghambat bila perlu mengurangi jumlah maskapai. Maka dikeluarkan UU No 1 Tahun 2009
#99 @PartaiSocmed
Salah satu yg memberatkan pada UU No 1 Tahun 2009 tentang penerbangan itu adalah keharusan semua maskapai untuk memiliki minimal 10 pesawat dan 5 diantaranya harus milik sendiri. Maka maskapai2 kecil terpaksa harus menambah armada, merger atau tutup!
#99 @PartaiSocmed
Sedangkan maskapai yg sudah terlanjur besar seperti Lion Air akan sangat diuntungkan karena kompetitor berkurang. Tapi semua lupa jika Lion Air berawal dari dua pesawat saja dan semuanya sewa. Tak pernah ada maskapai sebesar Lion Air tanpa adanya deregulasi penerbangan Gus Dur!
#99 @PartaiSocmed
Jadi argumen banyak pihak termasuk dari Menhub Budi Karya bahwa maskapai kita berguguran karena "predatory pricing" tidak sepenuhnya benar. Faktanya Pemerintah ikut berperan aktif atas mati dan berkurangnya maskapai2 penerbangan Indonesia, lewat regulasi2 konyolnya! pic.twitter.com/ajnJQ9a8jt
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Tanpa disadari regulasi2 pemerintah tersebut adalah penyebab utama terciptanya kondisi seperti sekarang ini. Jumlah maskapai mengerucut sesuai harapan pemerintah, bahkan sangat sukses hingga menjadi duopoli seperti sekarang ini. Akibatnya bisa ditebak, harga tiket jadi mahal
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.