0
WAHABIS LOKAL @WahabisLokal
Jangan Sok"an lah @BNPTRI Mau jemput mantan WNI yg bergabung ISIS di Suriah. Lha wong seluruh dunia pada sibuk menolak mereka, Lha kok disini BNPT mau jadi pahlawan kesiangan. Ra sah neko" Brow....! Indonesia Damai tanpa mereka. Libas ISIS dan Antek"nya👊✊ #BubarkanFPI pic.twitter.com/JvQsspWUM9
Djan Choek Koen @DjanChoek
@WahabisLokal @BNPTRI Yang disana biarlah tetap disana, tak perlu diboyong kesini. Bikin penyakit saja.
WAHABIS LOKAL @WahabisLokal
@DjanChoek @BNPTRI Se7 sekali Mas 👍👍👍 Lha wong bani Bar2 kok diurus. Babahno sak matek e nang kono.
0⃣0⃣7⃣ 🆔 @Obby_81
@WahabisLokal @AlvinoLulu @BNPTRI Tembak mati semuanya, mrk hanya sampah yg tdk dpt didaur lagi.
barongsay08 @barongsay08
@WahabisLokal @Nur_A90 @BNPTRI mungkin biar BNPT tetep dapet kerjaan ( project) dan budget gede ..
mama Azra @diansukawati
@WahabisLokal @BNPTRI Woyyy @BNPTRI Kalo Kurang Kerjaan ,,Buka Matamu Noh bbc.com/indonesia/maja… Penyitas Gempa Dan Tsunami Palu Butuh Perlindungan!!! Indonesia Ga Butuh Pahlawan Teroris !!!
undangan arek suroboyo @nikahaewes
@WahabisLokal @BiLLRaY_ @BNPTRI Wajar mas sebab gak ada job, daripada nyari penyakit. Mending biarin cari masalah saja
Jeni Gunawan @joxin17
@WahabisLokal @BNPTRI Kan salahe dewe blayangan tekan kono.....rasah kakean polah to
Djan Choek Koen @DjanChoek
@WahabisLokal @BNPTRI Kan mereka cuma sandiwara saja kang, karena berharap kalau pemerintah yang mulangkan berarti kasus hukum hukumnya bisa dihilangkan juga
Ini Alasan ISIS Masih Jadi Ancaman Dunia Meski Sudah Kalah Total

ISIS Dinyatakan Kalah Total Tapi Baghdadi Diyakini Masih Hidup

Nasib pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, masih menjadi misteri. Baru-baru ini, sejumlah sumber AS menyebut para pakar top pemerintah AS sangat meyakini Baghdadi masih hidup dan mungkin bersembunyi di Irak. Para pemimpin senior ISIS lainnya diketahui tewas dalam serangan-serangan udara koalisi AS.

Ribuan militan ISIS dan warga sipil yang menjadi simpatisannya diketahui telah tewas. Ribuan militan ISIS lainnya ditangkap. Sejumlah besar -- laporan menyebut puluhan ribu -- militan ISIS diyakini masih ada di wilayah Irak maupun Suriah.

Irak diketahui tengah mengadili, memenjarakan dan bahkan mengeksekusi militan ISIS yang mereka tahan. SDF di Suriah mengklaim menahan ratusan petempur ISIS dan para pengikutnya. Jumlah itu membengkak saat pertempuran sengit di Baghouz, markas terakhir ISIS di Suriah, berlangsung.

Dalam dua bulan terakhir, sebut SDF, lebih dari 60 ribu orang meninggalkan Baghouz. Jumlah itu termasuk 29 ribu pendukung ISIS yang 5 ribu orang di antaranya merupakan para petempur. Banyak simpatisan level bawah ISIS telah dilepaskan di Suriah. SDF mengeluhkan negara-negara Barat yang enggan menampung militan-militan asing yang pernah bergabung ISIS.

ISIS Masih Bisa Menginspirasi Teror di Luar Negeri

Ketika ISIS berupaya mempertahankan markas terakhirnya di Suriah, Kepala Badan Intelijen Inggris, MI6, memperingatkan bahwa kelompok radikal itu akan kembali pada pola serangan 'asimetris'. Bahkan saat mulai kehilangan wilayah, ISIS masih mengklaim bertanggung jawab atas serentetan serangan teror di berbagai negara.

Beberapa tahun lalu, ISIS menyerukan kepada para pengikutnya di luar negeri untuk merencanakan dan melakukan serangan-serangan teror di negara masing-masing. Seruan ini menggeser pola serangan ISIS yang tidak lagi fokus pada serangan oleh militan-militannya yang terlatih.

Awal tahun 2018, kepala komando koalisi AS menyebut ISIS cenderung 'elastis' dan mampu 'menginspirasi serangan di dalam wilayah maupun di luar Timur Tengah'.

ISIS Berakhir di Irak-Suriah, Afiliasi di Berbagai Negara Masih Aktif

Meskipun wilayah utama ISIS tadinya ada di Irak dan Suriah, para militan yang bertempur di negara-negara lain seperti Nigeria, Yaman dan Afghanistan, menyatakan sumpah setia pada mereka.

Apakah kelompok-kelompok militan di berbagai negara itu masih akan setia pada ISIS, khususnya jika Baghdadi tertangkap atau terbunuh? Itu menjadi pertanyaan terbuka. Namun tampaknya ada kecil kemungkinan mereka akan mencabut sumpah setia mereka dan menghentikan aktivitas teror mereka.

Sebagai contoh, Al Qaeda hingga kini masih mampu mempertahankan sejumlah cabang di berbagai belahan dunia. Kelompok militan lain banyak beroperasi di berbagai negara yang pemerintahannya tidak stabil. Ideologi jihad, sebut Reuters, telah sejak lama terbukti mampu bermutasi saat terjadi perubahan situasi.

sumber: news.detik.com

Badan Intelijen Jerman Peringatkan Ancaman Eks ISIS

Berlin, Berita Dunia – Badan Intelijen Jerman pada Kamis lalu peringatkan ancaman atas potensi lahirnya generasi baru ISIS yang kembali dari Suriah dan Irak.

Menurut Sky News, Badan Intelijen Jerman menambahkan bahwa 950 orang dari Jerman pergi ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS, dimana sekitar 20% adalah perempuan dan 5% adalah anak-anak.

Hans-Georg Mason, Direktur Badan Intelijen Jerman mengatakan bahwa setelah kelompok teroris ISIL dikalahkan di Suriah dan Irak, banyak dari wanita ini kembali ke Jerman bersama anak-anak mereka.

Dia menambahkan bahwa Jerman harus siap menghadapi resiko penyebaran ekstremisme di kalangan anak-anak.

Direktur Badan Intelijen Jerman menambahkan: “Bahayanya adalah bahwa anak-anak yang kembali ke Jerman sudah pernah tinggal dengan para teroris dan mendapatkan pelatihan, dan hal ini tentu saja berpotensi melahirkan generasi teroris baru di sini.”

Sementara itu, anggota parlemen Jerman sebelumnya telah sepakat untuk meningkatkan biaya badan keamanan dan intelijen untuk menghadapi ancaman baru di Jerman.

Sebelumnya, undang-undang tentang perekrutan 3.000 dan 250 petugas polisi untuk tahun depan telah disahkan oleh komite anggaran Parlemen Jerman.

sumber: beritadunia.net

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.