1
J.S. Khairen @JS_Khairen
Baiklah. Skrg kita bahas satu hal yg tak kalah penting: Apa sih yg dikejar setelah lulus kuliah, agar tak jadi sarjana kertas, agar tak jadi jongos berdasi. === SEBUAH UTAS ===
J.S. Khairen @JS_Khairen
Sebelumnya sy mau cerita dulu. Ttg apa yg sy lakukan setelah lulus dr salah 1 kampus ternama, jurusan yg amat bergengsi, nilai kelulusan ya paslah. Ga jelek ga bagus2 amat. Anggaplah nama kampusnya, Kampus UDIN. Universitas Damba Inspirasi Negeri.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Sblm lulus, sy udah ikut serangakaian tes di salah 1 perusahaan, gaji lumayan. Hingga di proses akhir, offering dan ttd kontrak, akhirnya sy memutar arah. Sy tak jadi bekerja di sana. Tak ada dlm bayangan sy kelak bercerita pd anak cucu, melakukan pekerjaan yg sy tak bahagia.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Hakikatnya tiap manusia mencari titik bahagia kan ya? Dan tiap manusia punya definisi, cara mencapai makna berbeda soal apa itu bahagia. Tiap kita punya rute, tantangan, keseruan, halaman yg berbeda2 dalam hidup. Netijen yg budiman & rajin menabung saham pasti udh khatam soal ini
J.S. Khairen @JS_Khairen
Skrg, pakailah logika itu utk menentukan setelah lulus ingin apa. Ingin kerja gaji tinggi, bikin start-up, berkarya, kawin, nikah, lanjut S2 di luar negeri? Pastikan karena ada sesuatu yg bisa membuat bahagia. Bukan hanya demi gengsi foto2, pulang2 malah gatau mau bikin apa #EH
J.S. Khairen @JS_Khairen
Intinya jgn ikut2an. Bukan berarti jg gak boleh ikut arus (kalau memang sesuatu yg kamu cari ada dalam arus seperti bekerja). Namun pastikanlah bekerja karena kamu tahu, ada value dan visi yg sdg kamu kejar, hal baru yg kamu gali. Bukan karena kata si A kata si B.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Ada senang, ada bahagia, ada jg tentram. Mereka semua adik kakak tp beda2. Kamu punya iPhone X, mungkin kamu senang. Wisudamu dihadiri dgn tangis bangga orangtua, kamu bahagia. Masa depanmu terjamin, kamu tentram.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Kamu bisa nongkrong tiap hari di kafe mahal buat foto2, mungkin kamu senang. Bisa memberikan sepertiga gajimu utk orangtua, dan kamu tetap bisa hidup layak karir lancar, kamu bahagia sekaligus tentram.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Paham beda 3 adik kakak itu, kamu bisa menerapkannya saat menentukan visi: mau apa setelah lulus kuliah? Misal, kamu ingin industri film Indonesia lebih baik, bersaing dgn Hollywood. Itu akan jd life-time achievement buatmu. Kamu senang dgn itu? Ya. Bahagia? Ya. Tentram? Ya.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Ada yg mau sharing ttg tiga adik kakak itu dr pengalaman pribadi? Silakan. Sy terus lanjutin ya. Nanti bbrp sy RT.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Lalu kerap kita bingung. Visi sudah ada. Tapi petanya kita tak punya. Kalau pun punya, masih berkabut. Maka mulailah cari peluang kerja/berkarya utk hal yg jadi visimu itu. Dan tak kalah penting, carilah MENTOR! Di tangan mentor kita bisa dapat peta.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Kembali ke cerita td, visi & impian terliar sy bukan itu. Akhirnya, saat hendak menandatangani surat kontrak, sy batalkan niat. Sy tak mau menyesal nanti di hari tua. Utk mencapai visi, sy butuh mentor. Seorang raksasa di bidang yg ingin sy capai.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Mentor = seorang raksasa di bidangnya yg mampu memperlihatkan padamu sesuatu yg jauh di depan. Seseorang yg mampu menampar2 dan membakarmu, yg bisa membuatmu berani berkata “SAYA PUNYA POTENSI LUAR BIASA DARI YG SAYA BAYANGKAN.”
J.S. Khairen @JS_Khairen
Semesta menggendong visi sy. Jg sebelum wisuda, seorang guru besar FE UI memanggil sy. Ia profesor ternama yg telah melahirkan puluhan karya. Disegani para petinggi & orang berpengaruh. Bahkan namanya ada di deretan 1 dari 30 guru management dunia. Doi adlh raksasa di bidangny
J.S. Khairen @JS_Khairen
Akhirnya sy ikut beliau. Jd asisten pribadi selama 3 tahun. Gila! Ikut dan belajar ke mana2, berada dlm hal2 penting dan pusaran orang2 yg jg amat penting. Ikut menganalisa dan menjalankan ini itu bersamanya di level manajemen tinggi.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Kawan2 sy ada yg menertawakan. "Pasti gaji dia lebih kecil dr gue. Sukses gue kali drpd dia dsb wash wesh wosh." Hehe. Gatau aja apa yg sy dapat selama 3 tahun dgn "gaji kecil menurut dia," itu.
J.S. Khairen @JS_Khairen
"Jgn takut nak, kamu sdg berproses menjadi sebuah BRAND. Sementara temanmu itu hanya akan jd komoditas yg bisa digantikan kapan saja. Nilai sebuah brand dan komoditas tentu kita bisa tahu, 10 tahun lagi mari lihat sejauh apa justru kamu meninggalkannya."
J.S. Khairen @JS_Khairen
Intinya, carilah mentor! Boleh sebelum atau setelah lulus. Apapun visimu. Berkarya, jd CEO, ingin S2 dst. Carilah mentor yg dapat membakarmu. Yg dpt menampar2mu bahwa kau punya potensi luar biasa, kawan. Dan aku bangga mentorku adlh Prof. Rhenald Kasali Ph.D.,
J.S. Khairen @JS_Khairen
Penasaran apa yg sy dapat selama 3 tahun itu? Wah itu bisa jadi 10 novel sendiri. Nilai nominal dr pelajaran2 dan perjalanan2 itu? 100 milyar tak bisa membayarnya. Value sebanyak itu, belum tentu sy dapatkan jika menerima pekerjaan di perusahaan yg dulu hampir sy ttd kontraknya
J.S. Khairen @JS_Khairen
Jika ingin jadi sutradara, merapatlah pd sutradara hebat. Jika ingin jd pendidik, merapatlah jd asdos seorang guru besar. Jika ingin jd penulis, belajar banyaklah secara intim dgn seorang penulis. Ingin jd CEO? Nah, ini lain soal. Butuh waktu lain menjelaskannya.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Mentor bukan bertindak sebagai motivator semata. Karena pd kenyataannya, tak jarang ucapan dan tindakan mentor justru menghajarmu. Ibarat guru silat, mereka adlh pendekar sabuk hitam. Kamu sabuk putih. Ditendang sabuk hitam, tentu rasanya gempar menggelegar di ulu hati.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Contoh mentor: Iron Man jd mentor utk SpiderMan Nah skrg coba tentukan siapa mentor utk orang2 ini: Luke Skywalker, Wiro Sableng dan Kaesang Pangarep @kaesangp
J.S. Khairen @JS_Khairen
Lalu bgmn kalau sudah jd komoditas? Bekerja jd bagian kecil di perusahaan yg bisa digantikan kapan saja? Tak masalah. Pastikan kamu belajar terus, terima tantangan2 baru, sehingga lama2 kamu tak lagi jadi baut, tp jadi mesin penting, jd pembangkit listrik, jd dinamo dsb.
J.S. Khairen @JS_Khairen
Yg salah itu adlh, karena ijazahmu dr kampus bagus, lantas kamu merasa tak perlu belajar, tak perlu lagi meningkatkan skil. Inilah dia sarjana kertas, dan ujug2 jadi jongos berdasi.
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.