0
URL liputan6.com 2082 Jenazah Nenek Hindun Ditelantarkan Warga Setelah Pilih Ahok Hanya seorang ustad yang datang mensalatkan jenazah Nenek Hindun di rumahnya.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@SahabatSaber Gile ya. Orang ini menolak lupa. Tapi malah melupakan kontroversi yg mengiringi berita ini. Berita bohong itu dihembuskan oleh buzzer dan pendukung Ahok. Sudah dibantah. Tapi klean pura" lupa. kumparan.com/@kumparannews/…
Bitte langsam, Awe! @awemany
Politisasi agama adalah label yg buruk. Diciptakan semata memang untuk mendiskreditkan musuh. Karena tidak jelas sebenarnya apa itu politisasi agama. Apakah saat memasang KHMA, kubu Jokowi tidak sedang melakukan politisasi agama?
Bitte langsam, Awe! @awemany
Dan para pencundang pilkada DKI ini terus membawa label ini kemana mereka pergi. Kumpulan Teman Ahok yg bersalin rupa jadi PSI dalam kedengkian kekalahannya memasang posisi katakan tidak pada politisasi agama. Tapi KHMA mereka terima. twitter.com/AntoniRaja/sta…
Bitte langsam, Awe! @awemany
Politik itu selalu membutuhkan affiliasi. Karena alasan pertama kita berpolitik harusnya adalah memperjuangkan kelompok/kumpulan yang dekat dengan hati kita. Kalau parpol ngga punya affiliasi kelompok ya mungkin emang cuma buat mengamankan bohir. BLBI?
Bitte langsam, Awe! @awemany
Jadi dari sedari awal saya selalu bilang, politik identitas adalah keniscayaan. Identitas itu bisa dibangun dari nasionalisme, agama, pemuda, gender, suku dan seterusnya. Yg harus dijaga adalah pesan kebencian. Membela kelompok bukan berarti menghancurkan yg lain.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saat kita bicara kebencian maka tiap orang ya mari bercermin. Apakah anda mau bilang pesan kebencian itu hanya datang dari kelompok yg dilabel melalukan politisasi agama? Bagaimana dengan Teman Ahok yg pagi" udah fait accomply orang dengan tuduhan bigot rasis kalau ngga mau Ahok?
Bitte langsam, Awe! @awemany
Bukannya mengurangi pesan kebenciannya, @psi_id justru memperdalam kebencian ini. Saya sih bisa aja ngga ambil pusing. Partai ngga lolos ke Senayan ini. Tapi buat saya ngga begitu mainnya. Kita ingin negara yg bisa adil, makmur dan aman. Kurang"ilah kebencian.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Kalau anda pengen tahu derajad dzalimnya Tempo ya perhatikan saja artikel ini. Berita ini menggunakan foto tahun 2015! Agar apa? Agar anda berfikir Anies gagal. Sampah jurnalistik betul. metro.tempo.co/amp/1110234/an…
Bitte langsam, Awe! @awemany
Mereka membayangkan akan terjadi pertempuran tahun 2024. Dan sekarang mereka sudah menebar fitnah. Begitulah mereka bekerja. Mereka bilang Anies tidak melakukan apapun saat pendukungnya bikin spanduk menolak untuk mensholatkan jenasah. Faktanya jelas. Iqra! pic.twitter.com/yii9YsC9Yd
Expand pic
Bitte langsam, Awe! @awemany
Bua ha ha. Sampai penghargaan untuk pengendalian inflasi tahun 2018 aja masih diklaim sebagai karena gubernur yg sebelumnya. Ini para penyembah Ahok gitingnya pakek apa sih? :p
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saya selalu sebal dengan narasi pecah belah soal pilkada DKI yg terus dihembuskan para penyembah Ahok itu. True bahwa pilkada DKI itu mengandung hal" yg kita sayangkan bersama. Namun keburukan itu tanggung jawab kedua kubu. Jangan mau cuci tangan sendiri.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Fitnah bertaburan dari keduabelah kubu. Saat itu saya melihatnya dengan kemarahan. Tapi karena posisi saya memang berpihak, tentu saja kemarahan itu saya tujukan ke kubu Ahokers. Toh dari kubu Ahokers juga akan marah pada akun pendukung Anies yg melancarkan hoax dan fitnah.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Apakah saya tutup mata? Ngga juga. Saat sudah berlebihan saya tetap teriak. Banyak orang/akun dari kubu anti Ahok yg ngga seneng juga ama saya. Lha wong saya teriakin.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saat kita berani jujur untuk melihat apa yg terjadi di pilkada DKI ya harusnya jelas bahwa di sana ada 4 kelompok orang. Akun" pendukung Anies dan pendukung Ahok yg main di isu" publik. Sisanya adalah akun" yg main hoax/fitnah dari kedua kubu.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Kalau anda melakukan pemisahannya adalah akun" pendukung Anies vs Ahok ya ngga berarti apa". Yg kita mesti berantas itu adalah akun" yg main fitnah dan hoax. Dari kedua kubu. Saya tentu bilang banyakan akun dari pihak lawan. Tapi lawan akan bilang hal yg berlawanan. Biasa.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Masa depan kita tergantung pada bagaimana kita menyikapi hembusan hoax dan fitnah. Sejauh ini kita memang cuma bereaksi pada fitnah/hoax dari kubu lawan. Tapi apa iya ini mau kita teruskan? Sudah begitu pentingnyakah menang di banding Indonesia yg lebih baik?

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.