5
Mazzini @mazzini_giusepe

Vivere Pericoloso | La Historia Me Absolvera

Mazzini @mazzini_giusepe
EKONOMI, PERTAHANAN & RAMBUT GONDRONG Asal mula citra negatif pria berambut gondrong & kisah Rene Louis Conrad yang tewas ditembak pada 6 oktober 1970 akibat berambut gondrong, saat itu orde baru melarang rambut gondrong dinilai mengganggu stabilitas ekonomi & keamanan. pic.twitter.com/dw5Y7D6jB3
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
1. Sebelum masuk ke pristiwa 6 oktober 1970, kita coba untuk mundur terlebih dulu, untuk menemukan titik dimana asal mula cap negatif bagi pria berambut gondrong. Dimulai dari fase zaman kerajaan Nusantara, fase zaman Hindia Belanda, fase zaman Orde Lama & faze zaman Orde Baru.
Mazzini @mazzini_giusepe
2. Kita juga akan membahas penerapan kebijakan ekonomi orde baru yang mengobral sumber daya alam Indonesia kepada perusahaan asing & keamanan di era orde baru yang bisa dibilang sangat mengekang kebebasan rakyat.
Mazzini @mazzini_giusepe
3. Alasan mengapa poin ekonomi & kemanan diatas harus dibahas adalah : 1. Hal ini tidak di ajarkan di bangku sekolah 2. Setiap rangkaian kejadian pelanggaran HAM dimasa orde baru, berawal dari penerapan ekonomi & keamanan tersebut.
Mazzini @mazzini_giusepe
4. Dimohon untuk disimak sampai habis ya, jangan baca baru sampai pertengahan thread sudah mikir hoax dan teriak minta sumber. Seperti biasa, sumber selalu saya cantumin di akhir thread.
Mazzini @mazzini_giusepe
5. Saat ini, tidak ada yang salah sebenarnya dengan pria berambut gondrong, masyarakat akan memaklumi rambut anda gondrong jika profesi anda adalah seorang seniman, budayawan, musisi atau orang yang bergerak di industri kreatif.
Mazzini @mazzini_giusepe
6. Diluar dari profesi itu sebagian orang mungkin masih ada yang memandang pria berambut gondrong dengan kesan negatif, tidak terurus atau bahkan urakan, anda akan dilarang gondrong jika anda adalah seorang, pelajar, pekerja diperusahaan atau instansi pemerintah.
Mazzini @mazzini_giusepe
7. Fase Zaman Kerajaan Nusantara Padahal jika kita tarik secara historis, rambut gondrong erat kaitannya dengan masyarakat Asia termasuk wilayah Nusantara, pria berambut gondrong adalah simbol kekuatan dan kewibawaan seseorang, mulai dari kalangan raja, sampai masyarakat.
Mazzini @mazzini_giusepe
8. Sebagai contoh, Patih Gajahmada atau Raja Buleleng Gusti Ngurah Ketut Djelantik serta banyak kalangan raja di Nusantara waktu itu yang berambut gondrong, supaya mempermudah gambaran kondisi saat itu. pic.twitter.com/v1IVaY0jl4
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
9. Coba kita lihat dibanyak film kolosal yang bertema kerajaan kerajaan zaman dulu, hampir rata-rata para kesatria jaman itu memang berambut gondrong.
Mazzini @mazzini_giusepe
10. Fase Zaman Hindia Belanda Kesan negatif bagi seorang pria yang berambut gondrong ini pertama kali muncul saat masa Hindia Belanda, penjajah Belanda waktu itu yang terbiasa dengan rambut pendek, rapih, seperti orang Eropa pada umumnya.
Mazzini @mazzini_giusepe
11. Penjajah melabeli para pemuda pejuang yang hampir rata-rata berambut gondrong dengan cap ekstrimis terutama bagi tentara penjuang di kerajaan wilayah Hindia Belanda yang berperawakan rambut panjang terurai, perlengkapan tempur dan senjatanya. pic.twitter.com/fuBapxiXI2
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
12. Fase Zaman Orde Lama Pada pemerintahan orde lama, Sukarno membebaskan masyarakat untuk menganut berbagai macam pemikiran dan ideologi dibebaskan berkembang, dengan catatan, tetap memegang kebudayaan Indonesia.
Mazzini @mazzini_giusepe
13. Ditengah pemerintahan orde lama yang sedang menjalankan Revolusi Indonesia itu, Sukarno selaku Pemimpin Besar Revolusi Indonesia, melawan kebudayaan yang berbau kebarat-baratan, terlebih sejak budaya hippies yang muncul di Amerika sekitar tahun 1960'an.
Mazzini @mazzini_giusepe
14. Hippies muncul dari kalangan musisi Amerika yang menentang kebijakan pemerintahnya dimana saat itu Amerika sedang perang melawan Vietnam, maka para hippies melawan dengan menyebarkan pemikiran yang menolak peperangan & menyebarkan pesan perdamaian lewat lagu-lagu mereka.
Mazzini @mazzini_giusepe
15. Seperti band The Shadows, The Beatles & Jefferson Airplane sehingga gerakan ini semakin meluas sampai keseluruh dunia, termasuk Indonesia. pic.twitter.com/Hc2zGpX5qP
Expand pic
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
16. Para pemuda Indonesia waktu itu cepat merespon gerakan ini, banyak seniman & musisi meniru hippies menyuarakan perdamaian lewat lagu, terlebih lagi, kondisi Indonesia saat itu hampir mirip dengan Amerika, yang mana Sukarno sedang melakukan konfrontasi dengan Malaysia.
Mazzini @mazzini_giusepe
17. Akibatnya Bung Karno waktu itu melarang segala bentuk adopsi kebudayaan barat dalam karya seni mulai dari seni rupa, film, hingga sastra yang dianggap tidak bernapaskan revolusi serta kebarat-baratan, dibatasi bahkan dicekal.
Mazzini @mazzini_giusepe
18. Selain karya seni, cara berpakain dan rambut gondrong juga ikut dibatasi, Bung Karno menjuluki para pemuda ini dengan label "Kontra Revolusi". Walaupun zaman orde baru terjadi pelanggaran terhadap budaya barat, tetapi tidak menimbulkan korban nyawa satupun.
Mazzini @mazzini_giusepe
19. Hanya saja, para seniman muda diminta mengenakan busana ketimuran, menciptakan karya yang dapat membangkitkan nasionalisme. Bung Karno juga melarang RRI memutar musik "Ngak Ngik Ngok" istilah yang dilontarkan Bung Karno untuk musisi yang karyanya tidak bernafaskan Revolusi
Mazzini @mazzini_giusepe
20. Puncak dari pelarangan budaya barat di zaman orde lama ini adalah Band Legendaris Koes Bersaudara (Koes Plus) dijebloskan ke penjara akibat nekat membawakan lagu-lagu The Beatles disebuah pesta pada Juni 1965, mereka dipenjara selama 100 hari. pic.twitter.com/KG3S91kDXm
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
21. Lalu dibebaskan pada bulan September 1965, maka jangan heran jika lagu Koes Plus kedepannya banyak mengandung unsur nasionalisme, salah satunya yang paling dikenang hingga saat ini, lagu Kolam Susu yang bercerita tentang kekayaan alam Indonesia.
Mazzini @mazzini_giusepe
22. Fase Zaman Orde Baru Beralih ke tahun 1967 saat jatuhnya Bung Karno dari tampuk kepemimpinan, disambut gembira oleh sebagian masyarakat saat itu, terlebih oleh pihak penggiat seni yang bertahun-tahun ruang geraknya dalam berkreasi dibatasi.
Mazzini @mazzini_giusepe
23. Banyak pihak yang menganggap naiknya Suharto sebagai pengganti, akan membawa angin segar bagi kemerdekaan berekspresi, terlebih melihat gaya kepemimpinan Suharto yang bertolak belakang dengan Bung Karno, yang mana saat itu Suharto sangat terbuka dengan barat.
Load Remaining (94)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.