1
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
1. Sobat, saya ingin berbagi kisah tentang kebaikan. Apa itu kebaikan? Bisakah kebaikan itu lahir dari orang-orang jahat? Di mana letak kebaikan itu? Apakah pada tindakan, obrolan atau pada hati kita? Birr, kebajikan, berbuat atau bersikap yang benar, tentu beda dengan bir.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
2. Bir yang sering kamu tenggak dengan tameng bahwa kamu seniman, kreator atau ingin distempel orang modern, sangat berbeda maknanya dengan lafaz birr yang ada dalam term kitab suci yang kita yakini sebagai panduan hidup kita.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
3. Ada beberapa kata yang sepadan dengan birr tapi secara konseptual berbeda maknanya. Kata-kata khair, ma’ruf, shalih dan hasan. Tapi birr ini punya makna vertikal. Memayungi empat kata yang sepadan tersebut.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
4. Kenapa saya bicara ini sobat? Saya merasa lakumu yang enteng menenggak bir dengan kawanmu yang sudah merasa bertemu Tuhan karena perjalanan makrifatnya, hanya gagah-gagahan. Saya tak mau masuk dalam area halal haram tapi laku lampah itu harus lahir atas proses kesadaran.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
5. Laku kita itu harus lahir atas dasar kesadaran. Contoh kecil, orang yang menelpon sambil makan snack, makanan ringan, camilan atau kudapan, itu tak punya kesadaran ruang, tak punya apresiasi terhadap yang ditelpon. Berhentilah makan, baru menelpon. Ini ringan tapi substansial.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
6. Sahabat saya, almarhum Alex Komang, pernah menelpon saya sambil makan. Saya tegur dia. Jangan merasa aktor, jangan merasa tokoh publik. Berhenti makan, baru telpon saya. Almarhum orang yang sangat baik. Dengan alm Hamsad Rangkuti, hadir di pernikahan saya. Alex pun minta maaf.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
7. Ada kawan twitter, ayahnya berpangkat mayor jenderal. Pernah jadi komando nomor satu era Soekarno, kalau menelpon saya sambil makan. Saya bilang Anda kurang mengapresiasi orang lain. Saya tak suka. Ini hal kecil tapi mencerminkan laku seseorang. Akhirnya gak pernah nelpon lagi
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
8. Kenapa saya cerita ini sobat? Dirimu lupa akan laku lampah yang kecil-kecil. Hidup harus dimulai dari yang kecil. Dirimu ingin memanjat pohon pakai tangga tapi tak menapaki tangga pertama, langsung naik ke tangga ketiga. Memetik buah di pohon, harus dimulai dari tangga pertama
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
9. Soal tangga, Rumi pernah berujar Tuhan telah memasang tangga di hadapan kita, kita harus mendakinya, setahap demi setahap. Jadi tahapan untuk memetik buah di pohon. Menaiki tangga secara bertahap.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
10. Kawan kita itu sobat, yang sudah merasa mencapai puncak makrifat, tak sholat dan tak puasa, ia melupakan tahapan tangga tersebut. Meski kita sudah di tangga terakhir, kita tak boleh melupakan tangga pertama. Ini kuncinya.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
11. Kembali pada pertanyaan nomor 1, apa itu kebaikan? Kebaikan, birr, saya kutip ujaran Cak Nun: Birr adalah kebaikan yang sangat inti dari setiap perilaku baik manusia. Kebaikan yang spesifik, dan ia bersifat vertikal juga online dengan Allah.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
12. Cak Nun melanjutkan kata Birr tidak sembarangan digunakan. Tidak semua kebaikan kita sebut dengan istilah Birr. Tidak ada istilah Amar Birr Nahyi Munkar, melainkan yang ada adalah Amar Ma’ruf, Nahyi Munkar. Tidak ada juga istilah Da’wah bi-l-birr, melainkan Da’wah bi-l-khoir.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
13. Berhentilah bermimpi sobat. Boleh bermimpi besar, berkata besar, syaratnya kita harus bertindak besar. Dirimu punya mimpi besar, berkata besar tapi tindakanmu tak besar. Itu sangat utopis.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
14. Jadi kebaikan itu harus dimulai dari hal-hal kecil. Bisakah orang jahat menyebar kebaikan? Bisa. Tapi salah satu syarat kebaikan harus vertikal, harus online ke Allah. Pas Subuh, Sang Imam membacakan surat Fussilat ayat 31 - 35. Salah satu poin penting ada di ayat 33 dan 34.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
15. Ayat 33: وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ Siapakah yg lebih baik perkataannya daripada org yg menyeru kpd Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk org2 yang menyerah diri?"
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
16. Jadi orang-orang kafir yang berbuat baik, tidak online kepada Allah. Tak akan sampai. Karena konsep Allah mereka berbeda dengan konsep Allah yang kita imani. Salah satu konsep birr, itu harus vertikal, online ke Allah. Bagaimana bisa online, wong secara konsepsi saja berbeda.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
17. Ayat 34: "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang di antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." Sadarlah konsep teman setia itu sobat. Camkan ini.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
18. Di mana letak kebaikan itu bersarang? Di tindakan, omongan atau hati? Letak kebaikan itu ada di hati. Tindakan dan perkataan yang baik, belum tentu terkoneksi dengan hati. Bisa saja tindakan dan perkataan yang baik itu hanya lip service. Menyenangkan kita secara lahir.
Reuni Akhirat @ReuniAkhirat
19. Mari sobat kita menemukan presisi Birr dalam diri. Yang kita butuhkan, kebaikan yang dirihdoi Allah bukan pengakuan kebaikan oleh manusia. Manusia itu terbatas, Tuhan Maha Tak Terbatas. Moga 19 twit ini (jumlah huruf dalam basmalah), bisa menggiring kita pada inti kebaikan.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.