Gagal Bayar Utang, Indonesia Krisis Ekonomi?

Di banyak negara krisis ekonomi sering diawali dengan gagal bayar utang, baik utang negara ataupun utang swasta. Di Indonesia, selama ini orang mengkhawatirkan utang negara khususnya utang valas yang meningkat tajam, yang akan mengawali terjadinya krisis ekonomi.
Indonesia Jokowi utang bumn pemerintah krisis ekonomi
0
Partai Gerindra @Gerindra
Selamat siang tweeps, sebentar lagi kita akan membahas 'Krisis Dimulai Dari Gagalnya Bayar Utang'. Semoga bermanfaat. pic.twitter.com/xedVH7dF5Y
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
1. Di banyak negara krisis ekonomi seringkali dimulai atau disebabkan dengan gagalnya negara tersebut dalam membayar utang-utangnya, baik utang negara maupun utang swasta. @KemenkeuRI pic.twitter.com/CXABnnfZFc
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
2. Pada 2012 Yunani tidak bisa membayar utang-utangnya senilai USD 138 miliar, atau sekitar Rp1.794 triliun. Namun, Yunani mendapat bantuan dari partnernya di Eropa berupa suntikan dana (bailout). Ini yang menjadi pemicu terjadinya krisis di Yunani. @KemenkeuRI
Partai Gerindra @Gerindra
3. 2001 mata uang Argentina dipatok sama dengan Dollar AS dalam bertahun-tahun. Namun ternyata, nilai tukar mata uang Argentina dengan mata uang asing menjadi tidak akurat.
Partai Gerindra @Gerindra
4. Hal tesebut membuat kepanikan, warga Argentina mulai menarik uang dari perbankan. Pada Juli 2014, Argentina dinyatakan gagal bayar (default), tidak bisa membayar utangnya kepada kreditur.
Partai Gerindra @Gerindra
5. Puerto Rico, negara ini juga tidak mampu membayar utang obligasinya karena kehabisan uang tunai. Puerto Rico tidak mampu memenuhi syarat untuk restrukturisasi utangnya yang mencapai USD73 miliar atau sekitar Rp949 triliun. Akhirnya negara tersebut mengalami krisis. @kemenkeu
Partai Gerindra @Gerindra
6. Jamaika, pada 2010 pemerintah negara ini melakukan belanja anggaran besar bertahun-tahun, dan tingginya inflasi membuat Jamaika tidak bisa membayar utang-utangnya. Saat itu, 40% dari anggaran pemerintah dialokasikan untuk membayar utang. @KemenkeuRI
Partai Gerindra @Gerindra
7. Lalu bagaimana dengan negara kita? Di Indonesia, selama ini kita semua mengkhawatirkan utang negara khususnya utang valas yang meningkat tajam, yang akan mengawali terjadinya krisis ekonomi. @KemenkeuRI pic.twitter.com/SjoL4fBMQW
Expand pic
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
8. Saat ini kita semua mencemaskan besarnya utang BUMN yang bisa menyebabkan krisis, karena kita ketahui bahwa hampir semua proyek-proyek infrastruktur kita saat ini dibiayai oleh utang yang tidak ekonomis dan kurang produktif setelahnya. pic.twitter.com/RufGRkw0PM
Expand pic
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
9. Seperti saat ini, kekacauan di PT Krakatau Steel, Asuransi Jiwasraya, PT Garuda, dan membengkaknya utang-utang BUMN Karya, ditambah besarnya kredit bermasalah di bank-bank plat merah, menjadi sebuah 'warning' yang tidak bisa dihiraukan. pic.twitter.com/bPWQBmjVl8
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
10. Kita ketahui bahwa kegagalan membayar utang malah diawali oleh swasta dari industri tekstil. PT DMDT dari Group Duniatex yang menerbitkan obligasi 300 juta Dollar AS pada Maret 2019 gagal membayar kupon obligasinya. pic.twitter.com/Mg2Ijvy4Fs
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
10a. Anehnya, obligasi yang baru berjalan 3-4 bulan tersebut sudah mengalami kegagalan pembayaran kupon.
Partai Gerindra @Gerindra
11. Informasi menyatakan bahwa Group Duniatex juga menarik utang dari sindikasi bank termasuk bank-bank negara, seperti Indonesian Eximbank sebesar Rp 17 Triliun. pic.twitter.com/PWsmlNpIha
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
12. Yang sangat mengagetkan lagi ketika JP Morgan mengatakn bahwa pada tahun 2018 Group Duniatex mendapatkan kredit 362,3 juta Dollar AS dan Rp 5,25 Triliun.
Partai Gerindra @Gerindra
13. Walaupun baru kupon, kegagalan pembayaran utang ini akan menghancurkan nilai obligasi tersebuyt sebagai junk dan mau tidak mau pemiliknya akan membukukannya sebagai kerugian.
Partai Gerindra @Gerindra
14. Selain mengkhawatirkan pasar modal, kerugaian gagal bayar tersebut juga meningkatkan NPL (Non Performing Loan / kredit macet) perbankan. pic.twitter.com/vBOUb30xFa
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
15. Bila situasi dan kondisi gagal bayar utang seperti ini terus berlanjut, bisa dipastikan nilai tukar Rupiah dan index saham akan ambruk, Dollar sepi di pasar, barang-barang impor impor naik tinggi, dll. @KemenkeuRI
Partai Gerindra @Gerindra
16 Itu semua juga akan mengakibatkan kredit rating Indonesia terpuruk, dan pertanda akan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia yang berkepanjangan.
Partai Gerindra @Gerindra
17. Kita tentu sangat mengharapkan bahwa situasi kegagalan pembayaran tadi tidak diikuti dengan kegagalan pembayaran debitur swasta yang lain, terlebih BUMN atau Pemerintah. @KemenkeuRI
Partai Gerindra @Gerindra
18. Karena jika sampai terjadi krisis ekonomi sat ini, dipastikan Pemerintah tidak dalam posisi yang mampu untuk menolong, berbeda dengan krisis moneter pada 98 ketika Pemerintah mampu bertindak sebagai penolong swasta yang gagal bayar utang.
Partai Gerindra @Gerindra
19. Jadi saat ini kami meminta kepada Pemerintah khususnya juga @KemenkeuRI untuk berhati-hati dan waspada dengan kondisi seperti ini. Jangan terus berasumsi atau berkoar-koar bahwa ekonomi kita kuat, namun jika terjadi krisis sibuk mencari kambing hitam. pic.twitter.com/Xoq2IHG3iF
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.