1
Bitte langsam, Awe! @awemany
Buat para penyembah Ahok itu cuma Anies yg melakukan pemborosan. Walaupun ada berita kayak gini ya tetap : Ahok ngga ada salahnya. pic.twitter.com/NlnBwBJG0P
Expand pic
Expand pic
Bitte langsam, Awe! @awemany
Jangan goblog. Ngga ada yg boleh santai kalau ada yg bicara China Kafir. Karena itu adalah pernyataan rasis. Jika ada pendukung Anies yg mengucapkan itu bukan berarti semua pendukung Anies rasis. Seperti kalo situ rasis ya ngga semua pendukung Ahok rasis. twitter.com/katerinaKwari/…
Bitte langsam, Awe! @awemany
Penyembah Ahok sibuk nuduh Anies rasis. Padahal omongan Ahok ini ngga beda dengan "Send her back" nya Trump. Dog whistle pale loe peyang! pic.twitter.com/5zKpvuC7uE
Expand pic
Bitte langsam, Awe! @awemany
Twit ini dihapus oleh si @ernestprakasa. Jadi jelas tujuannya ngga pernah untuk kebaikan jakarta. Begitu tahu ini kelakuan junjungannya ya dihapus deh. Ngga pakek malu. pic.twitter.com/JERG43rrT7
Expand pic
Bitte langsam, Awe! @awemany
Guys. Gue punya pesen penting buat loe. Orang" yg ingin Anies jadi presiden tahun 2024. Sebuah utas.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Walaupun berbagai cara akan dilakukan untuk membusukkan Anies, kinerjanya akan membalikkan semua upaya itu. Jadi pembusukan dengan basis kinerja tidak akan berhasil. Kasus yg diangkat beberapa hari ini jadi bukti. Semuanya mental berbalik kemuka mereka lagi.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Yang akan terus dimainkan adalah insinuasi rasis dan xenophobia. Sebenarnya mereka tahu pasti bahwa Anies tidak memiliki tulang rasis. Lha wong punya darah keturunan. Tapi narasi rasis dan radikal adalah playbook yg terus dimainkan untuk melawan konservatif.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Karena Anies bukan rasis atau radikal maka mereka akan mencari-cari bukti itu pada pendukungnya. Nanti, seperti di Jakarta, narasinya adalah menakut"i semua orang soal Islam radikal. Dibentur"kan dengan bhineka. Playbook rongsok yg tetap jadi andalan.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Untuk itu saya menghimbau pada pendukung Anies. Bedakan betul antara ghirah Islam, politik identitas vs rasis. Kita boleh mengekspresikan kecintaan pada agama, pada kelompok sosial kita. Namun jangan sampai terjebak pada kebencian terhadap ras. Semua ras.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Anda boleh bilang @ernestprakasa atau @yunartowijaya itu dungu, misalnya.Tapi ngga boleh dan ngga perlu mengkaitkannya dengan rasnya. Mereka orang Indonesia. Yg pada saat ini goblog banget. Cukupkan sampai di situ.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Gerombolan itu akan terus mainin frase Wan Abud, Arab, Timur-tengah, onta, gurun dsb. Ya ngga apa-apa. Biarkan aja orang melihat bahwa mereka yang rasis. Tapi ngga bisa ekspresi rasis dilawan dengan ekspresi rasis juga. Ngga begitu mainnya.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Kalau kalian bisa menyadari bahwa kita melakukan ini semua karena kecintaan kita pada negara, bangsa dan agama maka mudah-mudahan mereka ngga lagi bisa mainin kartu rasis. Mereka harus lawan kinerja. Saya yakin Anies bisa unggul.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Tahun 2024 masih lama. Masih cukup waktu bagi kita semua untuk berpolitik dengan baik. Hilangkan semua ekspresi rasis dari kosa kata untuk menyerang lawan. Indonesia akan jadi tempat yang lebih baik. Okay?
Bitte langsam, Awe! @awemany
See? Playbook mereka ya kayak gini. Nuduh" orang rasis. Karena itu jangan pernah bawa" ras nya. Cukup bilang @yunartowijaya, loe goblog banget. Kelar. :p twitter.com/yunartowijaya/…
Bitte langsam, Awe! @awemany
Beberapa orang bilang di twitnya. Dulu waktu kecil kita saling olok Padang pelit, Jawa kowek atau Cina loleng. Ngga ada yg nganggap rasis. Salah mas/mbak. Itu semua ekspresi rasis. Jaman orde baru ya memang kita bebal aja. Sering menganggap lumrah sesuatu yg harusnya tidak.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Rasisme berakar pada prejudice" tentang mereka yg berbeda dengan kita. Prejudice ini membawa pada unsur merendahkan. Baik untuk sekedar menutup insekuritas atau memang menganggap diri lebih superior. Pada akhirnya orang dinilai bukan individunya tetapi kelompok sosialnya.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saat penilaian itu menyangkut hak-hak dalam bermasyarakat, muncullah apa yang dikenal sebagai diskriminasi. Praktek diskriminasi lebih mudah untuk dilawan (karena urusannya ama hukum) dibanding dengan rasisme (yg urusannya dengan attitude).
Bitte langsam, Awe! @awemany
Dalam negara yg sangat beragam ini, prejudice tidak akan terelakkan. Direduksi dengan mendorong interaksi yang lebih luas dalam masyarakat. Sehingga tiap orang punya rujukan yg lebih banyak tentang suku" lain. Akhirnya mereka akan bisa bilang, ternyata semua suku sama saja.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Buat orang yg sekolah di IPB circa 80-90 an, mereka terpapar pergaulan dengan kawan" dari Aceh sampai Jayapura. Masing" daerah ngga cuma 1 atau 2. Tapi buanyak. Jadi jelas kita lihat ada yg pinter. Ada yg bandel. Akhirnya kita bisa mengkoreksi prejudice kesukuan.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Orang" rasis yg dengan entengnya bilang Wan Abud itu kini makin banyak bertebaran di TL. Kalau anda lihat yg followernya cukup banyak, sematkan aja di twit ini. Kita buka siapa yg sebenarnya rasis! twitter.com/Aryprasetyo85/…
Bitte langsam, Awe! @awemany
Ini contoh aja. Gue sih ngga akan punya waktu buat nyari satu. Tapi kalau ada akun dengan jumlah follower cukup besar dan dia pakek ekspresi Wan Abud, Onta, Gurun, dst untuk mengekspresikan kebenciaannya maka mereka rasis. Ungkapkan aja di publik. Tarok di utas ini.
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.