GEGER PELINDO II : Sindikasi asing dan runtuhnya kedaulatan bangsa

review atas beberapa kejadian yang di Pelindo II yang melatari dibentuknya Pansus Pelindo II di DPR-RI.
0
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
1. Agustus 2015, Pelindo II menyita perhatian publik. Adalah RJ Lino, Direktur Pelindo II saat itu, yang menjadi pusat pemberitaan dan menjadi trending topic di sosial media. RJ Lino menjadi pusat pemberitaan bukan karena berhasil membangun Pelindo II, melainkan karena responnya
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
2. yang memamerkan kekuasaan dengan menelepon sejumlah menteri saat ruang kerjanya digeledah oleh aparat penegak hukum dari Bareskrim Polri. aksi menelpon menteri tersebut juga tertangkap kamera televisi pada saat itu, entah itu disengaja atau tidak supaya publik tahu.
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
3. Tak hanya menelepon menteri, di hadapan banyak media yang meliput penggeledahan itu, RJ Lino bahkan mengirim ancaman akan mundur sebagai Dirut Pelindo II kepada presiden Joko Widodo. Publik dibuat tercengang, RJ Lino yang hanya seorang Dirut BUMN bisa “memerintah menteri”.
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
4. Publik pun bertanya, siapa sebenarnya RJ Lino? Kenapa begitu hebatnya menyuruh-nyuruh menteri sampaikan ultimatum mundur kepada presiden? Belum juga pertanyaan itu terjawab, beberapa kejadian janggal mengiringi atraksi telepon RJ Lino.
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
5. Wakil Preside Jusuf Kalla yg sedang dlm kunjungan ke Soul Korea Selatan menelpon Kapolri Badroddin Haiti n Kabareskrim Komjen Buwas agar kasus mobile crane yang melibatkan RJ Lino itu tak dinaikkan ke pidana. Tak hanya JK, permintaan serupa jg disampaikan Menteri BUMN Rini S.
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
6. Publik juga menyaksikan dengan telanjang bahwa karena Komjen Buwas digeser dari jabatannya sebagai Kabareskrim diduga kuat karena ingin bongkar kasus RJ Lino. Indikasi itulah yang mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI membentuk Pansus Pelindo II.
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
7. Geger Pelindo II belum berhenti di sini. Berbagai peristiwa penting mengiringi perjalanan kasus RJ Lino, hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan korupsi quay container crane (QCC) dan dicopot dari Dirut Pelindo II.
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
8. kontroversi Dirut Pelindo II tidak hanya sampai disitu, hal lain yang menjadi perhatian publik berupa pemberian perpanjangan konsesi kepada asing, dengan harga sangat murah, dan tidak mempertimbangkan kepentingan negara dalam perpanjangan kontrak JICT-HPH.
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
9. Dlm perpanjangan konsesi JICT-HPH misalnya, RJ Lino getol perjuangkan perpanjangan konsesi meski hrs berlawanan dg hukum. Tak hanya itu, terbukti perpanjangan konsesi itu diperjuangkan RJ Lino ternyata bukan untuk kepentingan negara, tapi untuk kepentingan perusahaan asing.
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
10. Dari konsesi yg untungkan asing ini, lalu muncul pertanyaan apa urgensi privatisasi BUMN & apa ancamannya thdp kedaulatan? terutama terhadap aset bangsa. Pertanyaan ini penting karena, merujuk pd kasus JICT-HPH, konsesi menjadi pintu masuk asing untuk mengeruk kekayaan negara
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
11. Tak hanya itu, asing juga membangun kaki tangannya, sehingga menguatkan posisinya. Dalam kasus JICT, misalnya, kita sangat kesulitan memutus konsesi dengan asing padahal sudah jelas-jelas melanggar undang-undang dan pembatalan konsesinya direkomendasikan oleh DPR RI.
Tukang Boa Boa @indonesia_hci
12. demikian dulu kultwit singkat pagi ini.. semoga mencerahkan. selamat bekerja, selamat berkarya dan berbakti untuk bumi pertiwi. kerja... kerja... kerja..!!!!

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.