16
oka @daraprayoga_
menikahi perempuan - pemarah - cemburuan - suka ngatur - ga percayaan - demanding menikah di usia 23 tahun, gue kira sebahagia itu tapi... a thread pic.twitter.com/6illHJFOUQ
Expand pic
oka @daraprayoga_
waktu nikah di 2015, gue dan @miamulyas sudah saling kenal selama 7 tahun kita kenalan 2008, pertama jadian 2008, sempet putus nyambung, lost contact, sampai akhirnya nikah kenal selama itu, gue kira udah mengenal calon istri gue waktu itu "7 tahun, kurang tahu apa lagi sih?'
oka @daraprayoga_
@miamulyas waktu baru kenal dan pacaran, Mia orangnya pendiem, kayaknya kalem gitu, tipe2 yg gak akan pernah bisa marah deh siapa yang gak mengidam-idamkan coba? tapi setelah menikah, beda cerita jadi meski kalian kenal bertahun-tahun sama pasangan, pas nikah SANGAT MUNGKIN semua berbeda
oka @daraprayoga_
@miamulyas sebelum menikah, kita tanpa sadar belajar soal hidup berumah tangga dgn melihat orang terdekat kita, yg paling dekat: orang tua bayangan paling standar "enak ya nanti kalau udah nikah, pulang kerja ada yang nyambut, sayang-sayangin." cewek juga mungkin punya bayangan sendiri
oka @daraprayoga_
memang harapan yang paling bisa bikin kita terbang tinggi dan paling bisa buat kita jatuh lebih sakit lagi punya harapan sebelum menikah tapi pas udah nikah, harapan juga yang jadi 'orang ketiga' kadang bikin kita gak bisa menerima pasangan seperti semestinya
oka @daraprayoga_
tahun-tahun pertama pernikahan dihiasi dengan banyak konflik "kok gak seindah yang di film-film ya?" pertikaian yang disebabkan tidak bisa mengerti pasangan, dan kita menuntut pasangan untuk mengerti kita bahkan kita untuk mengerti diri sendiri saja belum bisa
oka @daraprayoga_
benar kata orang, jodoh itu bukan dicari tapi dijebak waktu kenal dan pacaran, the best part of us yang ditunjukkan tapi saat sudah menikah, the real us perlahan terlihat cinta didapat dengan perhatian, dirawat dengan pendapatan dan pengorbanan
oka @daraprayoga_
belum selesai mengelola konflik diri sendiri dan konflik dengan pasangan, kami alhamdulillah dikaruniai anak kembar Jio dan Kio langsung 2 anak, dan membesarkan tanpa pengasuh (atas kesepakatan bersama) kebayang kan ngurus anak 1 aja gimana, ini langsung 2 pic.twitter.com/mAIpRBXpaw
Expand pic
oka @daraprayoga_
di sela-sela kelelahan mengasuh 2 anak, waktu pulang kerja jadi sensitif banget gue orangnya cukup males ngomong tapi setiap pulang diwajibkan untuk cerita kalau gue ketiduran, bisa jadi ribut besar gak peduli perjalanan gue ke tempat kerja sebalik aja 3 jam
oka @daraprayoga_
hal paling menyiksa adalah kita gak diperkenankan untuk sharing ke mana pun ketika ada masalah semua masalah ditelan dan dihadapi berdua ini pun gue cerita karena udah izin dan semoga bisa jadi pelajaran
oka @daraprayoga_
semua pertanyaan berputar di kepala "kenapa sih dia begini?" "kenapa sih dia begitu?" "kenapa tidak seindah itu?" sampai suatu hari gue gak sengaja dengar bapak-bapak tua bicara di telepon, sepertinya sedang menasihati anaknya
oka @daraprayoga_
"bagi pria, ketika memutuskan untuk berkeluarga, artinya dia sudah memutuskan bahwa hidup ini bukan lagi tentang dirinya," katanya *deg* selama ini gue menuntut untuk terpenuhinya kebutuhan gue "kenapa sih dia..." "kenapa sih dia..." bukannya bertanya "kenapa sih gue..."
oka @daraprayoga_
gue duduk terdiam. terpaku bersandar ke kaca jendela bus. terlempar memori-memori saat indahnya ijab kabul. gue telah lupa bahwa ijab kabul itu sakral. ada hal yang sangat dalam terjadi: saat ijab kabul, suami mengambil tanggung jawab ayah sang istri itu hal besar
oka @daraprayoga_
sebelumnya: Mia menggantungkan hidup, hati, dan kebahagiaannya kepada ayahnya sekarang: ia menggantungkan semuanya pada gue, suaminya suami macam apa yang mementingkan kepentingannya sendiri?!
oka @daraprayoga_
dari situ gue sadar Mia selalu marah saat gue meminta bangun siang/tidur siang saat weekend karena momen bersama ayahnya meski untuk sekadar membetulkan selang mampet begitu berharga Mia ingin anak2 juga punya momen Sabtu dan Minggu bersama ayah, yang membekas dalam ingatan
oka @daraprayoga_
Mia selalu cemburu ketika gue terlalu sibuk dengan kerjaan, hobi akhirnya gue selalu melibatkan mengajak istri dan anak-anak saat gue melakukan hobi, atau seringnya, anak2 yang bersenang2, ayah bundanya nemenin pic.twitter.com/e2gK4HPwS8
Expand pic
Expand pic
oka @daraprayoga_
percayalah, saat punya anak, waktu terasa begitu cepat ngelihat foto yang baru berlalu 2 tahun aja rasanya pengen mewek merasa masih kurang banget memberikan perhatian waktu ke istri dan anak-anak sekarang tau-tau udah pada gadis aja 😢 gue gak mau tua nanti gue menyesal pic.twitter.com/VotIQx63Sr
Expand pic
Expand pic
oka @daraprayoga_
Mia juga selalu marah saat gue terlalu cuek dengan keadaan sekitar selalu nuntut gue untuk supel dan buka obrolan dengan orang-orang, siapa pun itu, atasan, satpam, tukang nasi goreng dan gue pernah dapet rejeki tak terduga dari 'berusaha supel' ini
oka @daraprayoga_
sama halnya seperti Peter Parker yang digadang-gadang jadi 'The Next Iron Man', istri juga punya harapan yang besar terhadap suaminya gak peduli seorang suami dan ayah sudah siap atau belum ketika kamu berkeluarga, kamu DIANGGAP SUDAH siap the pressure is there
oka @daraprayoga_
karena sebagai suami dan ayah, adalah harapan terbesar keluara, istri pasti menuntut banyak hal agar sang kepala keluarga bisa berwibawa, jadi panutan dan ketahuilah, GAK AKAN PERNAH ADA istri yang mau suaminya jelek suami juga harus seperti itu ke istrinya, kenapa?
oka @daraprayoga_
istri akan cantik terus senyum terus nenangin dan hangatin keluarga terus kalau dibahagiain terus dan gak ada sedekah yang lebih afdol dibanding menafkahi dan membahagiakan istri
oka @daraprayoga_
dan akhirnya gue sadar, kenapa pernikahan gue dan Mia gak selalu manis, tapi banyak pahit-pahitnya karena gue sadar dalam pribadi gue masih banyak penyakit dan seperti pahitnya obat, semoga konflik yang pernah terjadi bisa mengobati mendewasakan
oka @daraprayoga_
Mia butuh orang yang mau dengerin segala protesnya dia (karena dia ternyata orangnya tukang protes wkwk) dan gue ternyata butuh orang yang punya keberanian buat 'ngebenerin' gue, karena selama ini gak pernah ada yang berani/mungkin gak enak aja makasih ya, kamu, @miamulyas
oka @daraprayoga_
@miamulyas ketika kita ditanya siapkah berumah tangga, kita bisa saja menjawab "siap" kenyataannya, saat menjalani dan tersandung untuk pertama kali, kita sadar bahwa kita memang tidak akan pernah siap
Load Remaining (32)
Login and hide ads.