1
Herman Saksono @hermansaksono
Kenapa sih Disney tiba2 merilis remake Lion King, Aladdin, Beauty and the Beast? Kenapa sekarang dan bukan 5 tahun yang lalu. Kenapa tidak 10 tahun lagi? Saya menduga ini ada hubungannya dengan Barbie di tahun 2013. pic.twitter.com/mAiFXssZPb
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Herman Saksono @hermansaksono
Jadi, tahun 2000 Mattel mulai bekerja sama dengan Disney untuk memproduksi boneka Disney Princess, seperti Cinderella, Aurora, dan Belle. Kongsi bisnis Disney Princess ini berdampingan dengan bisnis boneka Barbie yang juga diproduksi Mattel. Semua lancar-lancar saja hingga…
Herman Saksono @hermansaksono
Penjualan Barbie mulai menurun di sekitar tahun 2012. Kalau Disney dan Hasbro (kompetitor Mattel) sadar bahwa mainan yang menjual membutuhkan storytelling, Mattel kepedean dengan Barbie-nya.
Herman Saksono @hermansaksono
Di lain sisi, Disney mulai “ilfeel” dengan Mattel karena Mattel juga menjual Barbie Princess. Puncaknya terjadi di tahun 2013 ketika Mattel merilis seri boneka Ever After High, yang bertemakan fairytale. Dengan kata lain, Mattel berkompetisi langsung dg Disney utk pasar yg sama.
Herman Saksono @hermansaksono
Awal tahun 2013, petinggi Disney diam-diam bertemu dengan Hasbro untuk memindahkan franchise Disney Princess dari Mattel ke Hasbro. Disney terkesan dengan Hasbro.
Herman Saksono @hermansaksono
Hasbro melakukan penelitian pasar. Mereka ini menemukan bahwa anak2 suka Disney Princess yang punya skill. Jadi tidak sekadar putri yang lemah, tapi perempuan yang jago perang.
Herman Saksono @hermansaksono
Selain itu, walaupun boneka itu mainan anak2, tapi yang memutuskan boneka mana yang boleh dibeli itu orang tua. Dan ortu jaman sekarang lebih suka boneka yang tidak sekadar punya gaun cantik.
Herman Saksono @hermansaksono
Tapi penelitian Hasbro yang paling penting adalah “trans-generational emotional resonance”. Artinya, ikatan emosional anak2 terhadap tokoh atau mainan biasanya ditularkan oleh orang tuanya. pic.twitter.com/K1U3JJRasK
Expand pic
Herman Saksono @hermansaksono
Per Januari 2016, Disney Princess resmi berpindah ke Hasbro. Penampilan bonekanya juga berubah dari versi Mattel yang seperti Barbie (kanan), menjadi versi yang Hasbro lebih seperti lucu. pic.twitter.com/scqrPQ2tZW
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Herman Saksono @hermansaksono
Nah, konsep transgenerational emotional resonance ini dugaan saya yang mendorong Disney rutin merilis film2 yang diproduksi di tahun 90-an. Tentu, faktor kematangan teknologi computer graphics juga memungkinkan film animasi klasik di-remake. Tapi, di lain sisi…
Herman Saksono @hermansaksono
Yang membawa anak2 ke bioskop itu ortu. Dan mereka yang berumur 5 tahun nonton Lion King di tahun 1994, sekarang berusia 30 tahun. Mungkin punya anak berumur 5 athun juga. Jadi ini timing yang tepat untuk menjamin franchise The Lion King, Aladdin, dll tetap fresh.
Herman Saksono @hermansaksono
Walaupun Disney dikenal dengan film animasi, adalah rahasia umum bahwa pendapatan utama film animasi itu bukan dari filmnya. Tapi melainkan merchandhise-nya. Misalnya, 41% pendapatan Disney itu dari merchandhise dan theme park. Film cuma 17%.
Herman Saksono @hermansaksono
Demikian. Jika ingin baca lebih lanjut liputan bagaimana Disney Princess berpindah dari Mattel ke Hasbro, silakan baca ini. bloomberg.com/features/2015-…
Herman Saksono @hermansaksono
Tentu saja sangat mungkin Disney sadar bahwa sekarang adalah kesempatan untuk meremake film-film klasiknya. Di lain sisi, Hasbro adalah yang memperkenalkan konsep transgenerational emotional resonance—mainan dan film yang dinikmati anak2 adalah hasil transfer dari orang tuanya.
Bima Dwidiptayana @dwidiptayana
@hermansaksono Pinternya, Disney sambil tetap bikin tokoh animasi baru (Frozen, Moana) yang bisa jadi bekal remake Live-Action buat 10-20 tahun mendatang. Ngeri betul kekuatannya The House of Mouse.
Herman Saksono @hermansaksono
@dwidiptayana Iya. IP yg lama direfresh sebelum basi sambil bikin IP baru. Penjualan merch dan theme park jalan terus. Keren emang strateginya.
thebluehyacinth @putuayudinda
@alicization707 @hermansaksono Kan konsepnya beda neng. Sengaja gitu biar anak2 ga terobsesi jadi cantik kayak barbie, yg mana itu delusional dan ga make sense. Jadi ortu bisa tenang sekarang, kids will be kids :)))
Herman Saksono @hermansaksono
@thebluehyacinth @alicization707 Betul. Disney Princess yang versi Hasbro pinggangnya lebih gede (dan lebih natural) daripada versi Mattel. Jadi cenderung disukai ortu2 milenial yang tidak ingin anaknya terpengaruh body stereotype yg tidak realistis.
Sunsetz @Mehrurenjana
@hermansaksono @goulealabee Judul Skripsi: Analisis Pengaruh Barbie terhadap perekonomian Disney di masa depan.
Papa Muda @Aspiracymuda
@Temusil @hermansaksono @goulealabee Kalo gw dosen terinspirasi nih,, mahasiswa sebelum bikin skripsi bikinlah thread di Twitter,, kalo viral skripsinya akan dimudahkan 😆

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.