2
Mazzini @mazzini_giusepe

Vivere Pericoloso | La Historia Me Absolvera.

Mazzini @mazzini_giusepe
Dua versi kematian 7 Pahlawan Revolusi. Berpuluh tahun lekat dalam ingatan Rakyat Indonesia bagaimana kekejaman penyiksaan terhadap 7 Pahlawan Revolusi, yang dibunuh dengan cara mulai dari disilet, matanya dicongkel hingga kelamin mereka dipotong, tapi apakah demikian adanya? pic.twitter.com/uYo9K5fzY4
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
Saya menulis thread ini bukan untuk membandingkan versi mana yang lebih kejam, karena kedua versi sama-sama kejam. Tetapi dua versi kematian ini sangat bertentangan satu sama lain, baik untuk kita mengetahui kedua nya. Versi mana yg lebih anda percayai, itu hak pribadi anda.
Mazzini @mazzini_giusepe
1. Persepsi publik selama puluhan tahun itu terbangun, selain lewat film G30S PKI yang rutin ditayangkan tiap tahun pada masa orde baru, juga didukung oleh informasi awal media tentang kasus ini.
Mazzini @mazzini_giusepe
2. Saat itu, media yang dipercayai untuk memberitakan seputar kejadian G30S PKI adalah media milik ABRI yakni Harian Angkatan Bersendjata dan Berita Yudha. Dua media ini menjadi pemasok utama informasi yang diikuti serempak media masa lain. pic.twitter.com/8Mal6JOafF
Expand pic
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
3. Karena saat itu informasi tentang kasus ini sangat tertutup, jadi media lain pun mendapatkan informasi kematian 7 Pahlawan Revolusi ini hanya dari dua media tersebut, informasi itu meluas dan seketika dianggap publik menjadi kebenaran, tanpa bisa dikonfirmasi lebih lanjut.
Mazzini @mazzini_giusepe
4. Harian Angkatan Bersendjata membertikan kematian tersebut dengan narasi “Perbuatan biadab berupa penganiajaan jang dilakukan diluar batas perikemanusiaan.” Sementara Berita Yudha menulis “Bekas luka disekudjur tubuh akibat siksaan sebelum ditembak membalut tubuh pahlawan kita”
Mazzini @mazzini_giusepe
5. Dikutip juga pernyataan Mayjend Soeharto, beliau mengatakan “Djelaslah bagi kita jang menjaksikan dengan mata kepala betapa kedjamnja aniaja jang telah dilakukan oleh petualang biadab dari apa jang dinamakan Gerakan 30 September". pic.twitter.com/dSROoLiS7F
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
6. Pemberitaan tentang Jendral Ahmad Yani dalam harian Berita Yudha mengatakan setelah ditembak di rumah sendiri, tubuhnya dilempar ke dalam truk dan disiksa saat dilubang buaya. Dikatakan bahwa Jenderal Ahmad Yani mengalami luka di leher, wajahnya hancur, matanya di congkel.
Mazzini @mazzini_giusepe
7. Pada tanggal 7 oktober 1965, Harian Angkatan Bersendjata memberitakan bagaimana Jendral Harjono dan Jenderal Pandjaitan tewas akibat tembakan di rumah mereka sendiri, juga banyak bekas luka yang tercatat ditubuh mereka.
Mazzini @mazzini_giusepe
8. Edisi 9 oktober, Berita Yudha memberitakan walaupun wajah & kelapa Jenderal Suprapto terdapat luka pukulan, sosok mayatnya masih bisa dikenali. Pemberitaan kematian Kapten Tendean mengalami luka irisan pisau pada dada kiri dan perutnya, lehernya digorok, dua matanya di congkel
Mazzini @mazzini_giusepe
9. Berita Yudha juga mengutip pernyataan saksi mata disekitar kejadian apa yang dialami para korban “Ada jang dipotong kelaminnja dan banjak hal jang sama sekali mengerikan dan diluar perikemanusiaan”.
Mazzini @mazzini_giusepe
10. Informasi yang didapat masyarakat tentang kekejaman pembunuhan yang hanya berdasarkan pemberitaan tanpa pembukaan data hasil visum dan autopsi para Pahlawan Revolusi ini terus menjadi kepercayaan publik seiring dengan rutinnya tiap tahun penayangan film G30S PKI. pic.twitter.com/CljH7rjR0B
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
11. Jika melihat hasil Visum Et Repertum kasus G30S 1965, yang tidak pernah dibuka pemerintahan orde baru, kita akan menemukan fakta baru tentang kematian 7 Pahlawan Revolusi ini. Dokumen hasil visum tersebut ditemukan Benedict Anderson seorang ilmuwan dari Cornell University. pic.twitter.com/KVpuaZH4FP
Expand pic
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
12. Hasilnya sangat berbanding terbalik dengan yang selama ini diketahui masyarakat. Dari laporan hasil visum ini kita tau bahwa pemberitaan media yang saat itu dikontrol Angkatan Darat tentang bagaimana para Pahlawan Revolusi dibunuh kurang akurat.
Mazzini @mazzini_giusepe
13. Dalam laporan hasil visum tersebut, Para Pahlawan Revolusi dibunuh dengan bekas luka tembak dan tusukan pisau bayonet, tidak ada irisan silet, mata mereka di congkel, kelamin mereka dipotong & tubuh mereka dimutilasi.
Mazzini @mazzini_giusepe
14. Benedict Anderson asal Cornell University, menemukan laporan hasil autopsi yang disusun oleh tim dokter yang terdiri dari dua dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dr. Brigjen Roebiono Kertapati & dr. Kolonel Frans Pattiasina.
Mazzini @mazzini_giusepe
15. Ditambah tiga dokter sipil spesialisasi forensik medis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yakni dr. Sutomo Tjokronegoro, dr. Liau Yan Siang, dan dr. Lim Joe Thay. Tim ini dibentuk pada 4 Oktober 1965, berdasar perintah Mayjen Soeharto selaku Panglima KOSTRAD.
Mazzini @mazzini_giusepe
16. Adapun rincian hasil autopsi terhadap 7 Pahlawan Revolusi adalah sebagai berikut. pic.twitter.com/Du0VuhGab0
Expand pic
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
17. Hasil autopsi Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani, terdapat 10 luka tembak : 2 di dada kiri 1 di dada kanan 1 di lengan kanan 1 digaris pertengahan perut 1 di perut bagian kiri bawah 1 di perut kanan bawah 1 di paha kiri depan 1 di punggung kiri 1 di pinggul garis pertengahan. pic.twitter.com/e3lQQC0TNC
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
18. Masih hasil autopsi Jenderal Ahmad Yani, kondisi lain, sebelah kanan bawah garis pertahanan perut ditemukan kancing dan peluru sepanjang 13mm pada punggung kanan.
Mazzini @mazzini_giusepe
19. Hasil autopsi Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan terdapat tiga tembakan di kepala : 1 di alis kanan 1 di kepala atas kanan 1 di kepala kanan belakang Kondisi lain, di tangan kanan dan kiri terdapat luka iris pisau. pic.twitter.com/kMgf7yISel
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
20. Hasil autopsi Letnan Jenderal TNI Anumerta Soeprapto terdapat 11 tembakan di tubuhnya : 3 di pinggul kanan 1 di punggung pada ruas tulang punggung keempat 1 di pinggul kiri belakang 1 di bokong sebelah kanan 1 di pinggang kiri belakang 1 di pantat sebelah kanan pic.twitter.com/3dNLpVLUxM
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
21. Masih hasil autopsi Letnan Jenderal TNI Anumerta Suprapto 1 di pertengahan paha kanan 1 di paha kanan belakang 1 di kepala kanan Kondisi lain, tulang hidung patah, dan tulang pipi kiri lecet.
Mazzini @mazzini_giusepe
22. Hasil autopsi Letnan Jenderal TNI Anumerta MT. Harjono tidak terdapat luka tembak, hasil visum ditubuh beliau terdapat luka tusukan panjang dan dalam di bagian perut. 1 tusukan di perut 1 di pergelangan tangan kiri 1 di punggung kiri yang tembus dari depan hingga belakang. pic.twitter.com/aYnKwODKfX
Expand pic
Load Remaining (19)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.