0
Agus Kodri: Komen untuk Syahganda Nainggolan:

Kira2 pada tahun 2005, saya dari Lembaga Penyelamat Bangsa-PEJUANG TANPA AKHIR (LPB-PETA) menjadi satu dari nara sumber untuk acara diskusi tentang Bela Negara di TVRI bersama-sama dg Dirjen Kesbangpol, Depdagri; Dirjen Pertahanan Negara, Dephan; dan Dirjen PLS, Depdiknas. Acaranya dilaksanakan secara interaktif untuk para pemirsa TVRI.

Dalam acara tsb, saya nyatakan bahwa Lintasan Kebenaran Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia menjadikan NKRI sbg tatanan sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yg unique, yaitu satu2-nya di dunia. Mengapa?

Karena NKRI terbangun dari Bangsa Indonesia dulu dilahirkan, baru kemudian (pemerintah) Negara RI dibentuk.

Disinilah mengapa Bung Karno sebut, “Negara Kesatuan ialah Negara Kebangsaan.” TUBAPI, 1963, hal. 422.

Sbg awal ‘civilized society,’ tatanan sistem kehidupan berbangsa dan bernegara dibangun melalui Negara dibentuk terlebih dahulu, baru kemudian bangsanya dilahirkan.

Negara dibentuk oleh strata sosial tertentu (kaum bangsawan bersama-sama dg kaum ilmuwan dan tokoh2 agama). Tatanan sistemnya disebut sbg negara kerajaan yg dibangun dg pendekatan filosofi kuno.

Perkembangan berikutnya, tatanan sistemnya masih sama. Tetapi, negaranya dibentuk melalui kekuatan politik, bukan lagi melalui strata sosial.

Adapun kekuatan politiknya diukur dg menggunakan metoda demokrasi dg penetapan jumlah suara. Tatanan sistemnya yg dibangun dg filosofi modern disebut sbg negara demokrasi.

Trias politika digunakan untuk membangun sistem pemerintahan (negara)-nya.

Bagaimana dg NKRI sbg negara kebangsaan?

Lintasan Kebenaran Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia, yg membentuk pemerintah (negara) RI, adalah pondasi NKRI.

Lintasan Kebenaran Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia menunjukkan bahwa yg disebut Negara (dalam tatanan sistem NKRI) adalah Bangsa Indonesia.

Oleh karenanya, Bangsa Indonesia harus dibebaskan dari segala bentuk penjajahan, yaitu dg mendudukan MPR sbg Lembaga Bangsa, yg pada saat MPR melakukan sepenuhnya kedaulatan yg ada di tangan rakyat disebut sbg Lembaga Tertinggi Negara.

Maka benar adanya kedudukan peran dan fungsi MPR merupakan indikator sebagaimana yg diamanatkan dalam Preambule UUD 1945, yg menyatakan “...menghantarkan Rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yg merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

Adapun yg disebut sbg Pemerintah Negara RI yg berkewajiban, “melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh Tumpah Darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa...” adalah Presiden RI dg seluruh perangkat2 lainnya, kecuali MPR, yg disebutkan di dalam UUD 1945 yg disahkan pada 18 Agustus 1945.

Oleh karenanya, tatanan sistem pemerintah negara RI harus dibangun dg kwarta politika (bukan dg trias politika) melalui pendekatan filosofi post modern (bukan dg pendekatan filosofi modern apalagi pendekatan filosofi kuno).

Adapun negaranya, yaitu Bangsa Indonesia, sebaiknya dibangun melalui kekuatan ekonominya, bukan dari kekuatan politik dan/atau strata sosialnya.

Sehingga, peran dan fungsi Dimensi Pancasila, yg mengandung ukuran2 baku dg presisi yg tinggi untuk membangun NKRI, amatlah perlu segera diterapkan dan dilaksanakan dg benar dan baik secara nyata.

Oleh karenanya dalam persoalan Bela Negara yg harus dilakukan adalah merealisasikan “Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia” agar Bangsa Indonesia menjadi bangsa yg merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Yaitu dg menegakkan peran dan fungsi MPR sbg Lembaga Bangsa dg benar dan baik secara nyata agar MPR benar2 kembali menjadi Lembaga Tertinggi Negara yg akan memberikan mandat kepada Pemerintah Negara RI untuk dilaksanakan. Bagaimana?

Yaitu dengan memperkuat peran dan fungsi mulai dari institusi keluarga (institusi terkecil bangsa) dalam membentuk dan menghidupkan RT/RW sbg institusi untuk menjamin setiap individu (kepala keluarga) hidup bermasyarakat, khususnya dalam membangun dan membentuk kepemimpinan dan semangat gotong royong.

Kemudian, dari RT/RW dibentuk Lumbung yg terikat kuat dg adat istiadat dan budaya setempat dimana Lumbung tersebut dibangun. Dari Lumbung dibentuk MPR sbg Lembaga Bangsa, yg anggotanya terdiri dari wakil2 rakyat.

Lumbung sbg institusi tempat rakyat berkumpul dan bermusyawarah membangun kekuatan sosial, politik, dan ekonomi serta pertahanan dan keamanan yg terukur dan tersusun ke dalam suatu Anggaran Pendapatan dan Belanja Rakyat (APBR).

APBR ini akan menjadi dasar ditetapkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yg berfungsi sbg anggaran untuk Pemerintah Negara RI melaksanakan Amanat alinea ke-4 Preambule UUD 1945.

Oleh karenanya, APBR itu merupakan ukuran nyata kekuatan ekonomi rakyat, yg akan mencerminkan kuat tidaknya kedaulatan adalah di tangan rakyat. APBR akan dilakukan sepenuhnya oleh MPR, yaitu dg memasukkan APBR ke dalam GBHN saat MPR menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

GBHN merupakan acuan Pemerintah Negara RI yg terbentuk untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam menegakkan Amanat alinea ke-4 Preambule UUD 1945.

Hasil pemaparan pemikiran tsb di atas: “Dari penelepon yg bisa masuk ke TVRI mulai dari kota2 yg berada di Propinsi Aceh, DKI, hingga kota yg berada Propinsi Papua dll, mayoritas mendukung pemaparan saya diperbandingkan dg pemaparan 3 lawan bicara lainnya yg sudah disebutkan di atas.” Bila tidak salah, hanya 1 penelepon dari 10 penelepon yg masuk ke TVRI yg menolak pemikiran saya.


https://twitter.com/alvinyudistira/status/1152210939300552704

Agus Kodri: Pelaku curang minta maaf, maafkan! Biarkan mereka berjuang di jalannya agar menyadari Alloh Maha Pengampun. Jadi bergabung/oposisi saja vs Jadi saksi saja? Krna Alloh Tetapkn “Celakalah bagi orang2 yg curang.”


https://twitter.com/alvinyudistira/status/1152214667307044865

Agus Kodri: Pelaku curang minta maaf, maafkan! Biarkan mereka berjuang di jalannya agar menyadari Alloh Maha Pengampun. Karena Alloh Tetapkan, “Celakalah bagi orang2 yg curang.” Maka, keputusannya apa? Jadi bergabung/oposisi saja vs Jadi saksi saja? #Innalillahiwainnailaihirojiuun


https://twitter.com/alvinyudistira/status/1152219143149457408

URL IDtoday.co 1652 Ijtimak Ulama IV Bahas 4 Masalah, Pastikan tak Undang Prabowo Ijtimak Ulama IV Bahas 4 Masalah, Pastikan tak Undang Prabowo
Agus Kodri @AgusKodri
Pelaku curang minta maaf, maafkan! Biarkan mereka berjuang di jalannya agar menyadari Alloh Maha Pengampun. Karena Alloh Tetapkan, “Celakalah bagi orang2 yg curang.” Maka, keputusannya apa? Jadi bergabung/oposisi saja vs Jadi saksi saja? #Innalillahiwainnailaihirojiuun
Agus Kodri @AgusKodri
@w_runturambi @fapiandiandi Pelaku curang minta maaf, maafkan! Biarkan mereka berjuang di jalannya agar menyadari Alloh Maha Pengampun. Karena Alloh Tetapkan, “Celakalah bagi orang2 yg curang.” Maka, keputusannya apa? Jadi bergabung/oposisi saja vs Jadi saksi saja? #Innalillahiwainnailaihirojiuun
William Runturambi @w_runturambi
Ini baru Pemimpin yg BERANI & TIDAK TERBELI/ TERSANDERA. Bgm dg Pemimpin taelan guys ? 😜 twitter.com/tempodunia/sta…
Agus Kodri @AgusKodri
@kenyoriee @fapiandiandi Pelaku curang minta maaf, maafkan! Biarkan mereka berjuang di jalannya agar menyadari Alloh Maha Pengampun. Karena Alloh Tetapkan, “Celakalah bagi orang2 yg curang.” Maka, keputusannya apa? Jadi bergabung/oposisi saja vs Jadi saksi saja? #Innalillahiwainnailaihirojiuun
d'violet @kenyoriee
FPI tidak hanya membantu disaat bencana tapi juga membantu membersihkan puing dan sampah bekas bencan bahkan membuatkan rumah untuk korban bencana..tanpa mengharapkan dipuji dan diliput media 🙏🙏 #FPITerdepanMembantuRakyat pic.twitter.com/sZasNVHdwT
Agus Kodri @AgusKodri
@andre_rosiade @BertemanM @Gerindra @prabowo @sandiuno Pelaku curang minta maaf, maafkan! Biarkan mereka berjuang di jalannya agar menyadari Alloh Maha Pengampun. Karena Alloh Tetapkan, “Celakalah bagi orang2 yg curang.” Maka, keputusannya apa? Jadi bergabung/oposisi saja vs Jadi saksi saja? #Innalillahiwainnailaihirojiuun
Andre Rosiade @andre_rosiade
Bersama pak Hashim mengunjungi mas Buni Yani di Rutan Gunung Sindur. Kami @Gerindra akan tetap bersama pendukung pak @prabowo dan bang @sandiuno pic.twitter.com/OrBaMYdppN
Expand pic
Expand pic
Agus Kodri @AgusKodri
@A_fadli08 Pelaku curang minta maaf, maafkan! Biarkan mereka berjuang di jalannya agar menyadari Alloh Maha Pengampun. Karena Alloh Tetapkan, “Celakalah bagi orang2 yg curang.” Maka, keputusannya apa? Jd bergabung/oposisi saja vs Jd saksi saja? #Innalillahiwainnailaihirojiuun @AmienRais_
🇮🇩 Orang Pinggiran 🇮🇩 @A_fadli08
Sikap Dewan kehormatan PAN Amien Rais beralih haluan yg dulu kritis sekarang jd kemayu setelah Prabowo bertemu Jokowi, ia menuturkan tak ada lagi cebong/kampret yg ada Cebong bersayap kampret.. maaf pak Amien Rais kmi gak ikut Spesies bermetamorfosis tersebut 🙏 pic.twitter.com/PUOMJKSLD0
🇮🇩 Orang Pinggiran 🇮🇩 @A_fadli08
Sikap Dewan kehormatan PAN Amien Rais beralih haluan yg dulu kritis sekarang jd kemayu setelah Prabowo bertemu Jokowi, ia menuturkan tak ada lagi cebong/kampret yg ada Cebong bersayap kampret.. maaf pak Amien Rais kmi gak ikut Spesies bermetamorfosis tersebut 🙏 pic.twitter.com/PUOMJKSLD0
Agus Kodri @AgusKodri
@yzulfian @Fraksi_Gerindra @FPKSDPRRI @FraksiPAN @FPD_DPR Pelaku curang minta maaf, maafkan! Biarkan mereka berjuang di jalannya agar menyadari Alloh Maha Pengampun. Karena Alloh Tetapkan, “Celakalah bagi orang2 yg curang.” Maka, keputusannya apa? Jadi bergabung/oposisi saja vs Jadi saksi saja? #Innalillahiwainnailaihirojiuun
Agus Kodri @AgusKodri
@MCAOps Rasululloh SAW bersabda, “...Bila satu kaum orang2 berilmuny punah, maka masyarakatny mengangkat orang2 bodoh menjadi pemimpin sbg tempat bertanya. Orang2 bodoh membuat fatwa tanpa ilmu. Mereka sesat d menyesatkn.” Rakyat Indonesia hrs introspeksi atas fenomena yg sdg berkembang!
☝Muslim Cyber Army ☪️ @MCAOps
Wiranto: "Peristiwa yang dikenal 411, 212, atau terorisme sebenarnya suatu bagian dari ancaman pembangunan nasional.'' m.detik.com/news/berita/d-…
Load Remaining (90)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.