MEMAHAMI CABOTAGE | By @PartaiSocmed

Jadi cabotage adalah hak yg bisa didapatkan maskapai asing untuk beroperasi di rute domestik suatu negara. Dan artikel ke 7 Konvensi Chicago adalah hak setiap negara untuk menolak memberikan ijin maskapai asing beroperasi di negaranya.
publicpolicy social maskapai cabotage
1
#99 @PartaiSocmed
Malam ini kita akan mencoba memahami bersama2 apa sesungguhnya istilah cabotage itu. Sebab banyak pihak suka gunakan kata2 asing tapi tak memahami betul apa yg dimaksud. Dan yg lebih parah lagi adalah banyak orang yg tidak paham tapi pura2 paham hanya karena faktor istilah asing
#99 @PartaiSocmed
Kita juga akan uji bersama2 apakah Cabotage itu merupakan HAK atau KEWAJIBAN. Catat: akun yg mencerdaskan memberi informasi yg bisa diuji, sedangkan akun yg menyesatkan meminta informasinya dipercaya begitu saja.
#99 @PartaiSocmed
Kita mulai dari pengertian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi: "Cabotage merupakan hak eksklusif suatu negara untuk menerapkan peraturan perundang-undangannya sendiri dalam bidang darat, air dan udara pada lingkup wilayahnya," Benarkah pengertian Menhub kita itu? pic.twitter.com/Cj6wC9bWb3
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Untuk menguji pengertian Menhub Budi Karya itu marilah kita mulai dengan belajar sejarah istilah cabotage itu sendiri.
#99 @PartaiSocmed
Cabotage awalnya berasal dari bahasa Perancis yaitu CABOTER, yg artinya berdagang atau transportasi di sepanjang perairan.
#99 @PartaiSocmed
Dalam perkembangannya istilah cabotage juga dipergunakan di bidang transportasi udara. Dimana menurut kamus Merriam-Webster Cabotage berarti, perdagangan atau transportasi di perairan pantai atau wilayah udara atau antara dua titik dalam suatu negara
#99 @PartaiSocmed
Dalam perkembangan dunia penerbangan istilah cabotage menjadi lebih spesifik yaitu transportasi barang atau penumpang antar dua wilayah dalam suatu negara oleh maskapai asing. Dan hak cabotage adalah hak maskapai dari suatu negara asing untuk beroperasi di negara lain. pic.twitter.com/ny0ipr35h9
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Bahkan International Civil Aviation Organization (ICAO) secara jelas menyebut cabotage adalah jasa transportasi udara yg dilakukan oleh operator asing di dalam sebuah negara. pic.twitter.com/JSKiKwWTn8
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Istilah cabotage berarti hak suatu maskapai untuk beroperasi di negara lain mengacu pada "Freedoms of the Air" dari ICAO yg terbentuk pada tahun 1947 sebagai hasil dari Konvensi Chicago tahun 1944. Perhatikan nomor kebebasan udara 8 dan 9, jelas disebutkan istilah "cabotage" pic.twitter.com/ug4JgRUvmT
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Agar bisa diuji kebenarannya kami berikan capture kebebasan udara ke 8 dan ke 9 yg mendefinisikan istilah cabotage dari situs ICAO langsung beserta linknya. Perhatikan kata2 "The right or privilege bla bla bla..." Right itu artinya kewajiban atau hak? icao.int/Pages/freedoms… pic.twitter.com/kNiz8V3Nnz
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Agar makin jelas lagi nih kami berikan yg ada ilustrasinya. Perhatikan kebebasan ke 8 dan ke 9 yg mendefinisikan istilah cabotage. Jadi jelas ya, cabotage itu hak bukan kewajiban. pic.twitter.com/TxGT7DB1cl
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Namun begitu Konvensi Chicago 1944 memang memberi HAK kepada semua negara penandatangan hasil konvensi untuk menolak cabotage ini. Tapi itu adalah hak, bukan kewajiban.
#99 @PartaiSocmed
Hal tersebut tertuang pada artikel 7 Konvensi Chicago 1944: "Each contracting state shall have the RIGHT to refuse permission to the aircraft of the other contracting state to take on in its territory.." pic.twitter.com/4vQW5wg75v
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Jadi cabotage adalah hak yg bisa didapatkan maskapai asing untuk beroperasi di rute domestik suatu negara. Dan artikel ke 7 Konvensi Chicago adalah hak setiap negara untuk menolak memberikan ijin maskapai asing beroperasi di negaranya.
#99 @PartaiSocmed
Sampai disini paham dong penyesatan yg dilakukan Menhub Budi Karya yang mengatasnamakan cabotage untuk menghambat program Jokowi menghadirkan maskapai asing untuk meramaikan kompetisi di Indonesia?
#99 @PartaiSocmed
Cabotage sama sekali tidak bisa dipakai alasan untuk menolak masuknya kompetitor asing. Sepertinya ada salah kaprah pemahaman istilah cabotage dari pak Mentol. Makanya Departemen Transportasi US justru menggunakan istilah "cabotage prohibition" pic.twitter.com/z6KmIUDNJA
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
"Garbage in garbage out". Pemahaman Menhub Budi Karya tentang cabotage saja salah (atau sengaja disalahkan), mk produk kebijakan yg dikeluarkan pun jadi salah. Konvensi Chicago 1944 tak pernah mewajibkan negara2 utk menolak masuknya maskapai asing beroperasi di rute domestiknya
#99 @PartaiSocmed
Konvensi Chicago memberi hak setiap negara utk menolak masuknya maskapai asing di negaranya. Hak tersebut boleh dipakai boleh juga tidak. Ada beberapa negara yg melarang cabotage, ada yg memperbolehkan dan ada pula yg malu2 kucing. Mereka semua tidak melanggar Konvensi Chicago
#99 @PartaiSocmed
Contoh, negara Brazil sudah membuat UU yg mengijinkan maskapai yg beroperasi di rute domestik negaranya sahamnya 100% dimiliki oleh investor asing. Apakah Brazil melanggar cabotage? Tidak, Brazil justru pro cabotage. pic.twitter.com/fBmI4tEvHk
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Contoh lain, Chile bahkan sejak 1979 sudah melakukan liberalisasi sektor penerbangan komersialnya. Apakah Chile melanggar asas cabotage? Justru sebaliknya Chile sangat pro cabotage. pic.twitter.com/hySPqIZTfx
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Sebaliknya USA justru sangat konservatif dan melarang cabotage. Jadi lucu kan jika mengingat pemahaman Menhub Budi Karya tentang cabotage. Itu menteri perhubungan lho! pic.twitter.com/ljYKYU3RLh
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Berbeda dgn Chile dan Brazil, USA mensyaratkan perusahaan maskapai yg beroperasi di negaranya sahamnya minimal 75% dimiliki warga Amerika Serikat. Jauh diatas Indonesia yg cuma 51%. Kebijakan tersebut merupakan bentuk prohibition on cabotage. pic.twitter.com/hPwfSmZ8jE
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Akibat kebijakannya yg konservatif itu bisa ditebak, penerbangan di Amerika termasuk mahal karena minimnya kompetisi. Mirip yg terjadi di Indonesia meski tidak separah Indonesia karena disana lembaga antitrust-nya sangat powerful. pic.twitter.com/2KSZs7KTVB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Sebaliknya Chile justru membuktikan bahwa makin tingginya kompetisi penerbangan berdampak langsung pada penurunan harga tiket, meningkatkan trafic, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja pic.twitter.com/TbdMEQltZD
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Load Remaining (2)

Comment

Login and hide ads.