0
Doki Doki @kami_doki

Kenyamanan namber wan 👍 - Digital Marketing Agency dari Jakarta, helping you reach your business objective using social media, content, and digital marketing.

https://t.co/7ECzCfN7hp
Doki Doki @kami_doki
Kenapa ya sekarang banyak orang yang beralih ke twitter, termasuk orang-orang yang tadinya lebih banyak aktif di instagram? A Thread, from a digital marketing agency perspective:
Doki Doki @kami_doki
Untuk ngejawab pertanyaan ini, kita bisa mulai dengan ngebandingin dulu karakteristik Twitter sama Instagram.
Doki Doki @kami_doki
Twitter itu content sharing tool: Informasi bisa nyebar cepet banget ke banyak orang. Berita/informasi yang kesebar di twitter itu lebih cepet dan real-time. Kalo mau tau tentang topik yang lagi banyak diomongin, kita tinggal search tweetnya atau liat trending topic.
Doki Doki @kami_doki
Kita juga bisa klik link yang ada di tweet. Kita bisa comot foto dan video orang dan embed linknya di tweet kamu. Nyebarin sesuatu di twitter segampang ngeklik tombol retweet. Makanya, sekarang kita bisa gampang banget nemuin thread-thread atau tweet receh yang seru di tl.
Doki Doki @kami_doki
Proses interaksi sama orang di twitter juga cepet banget; tinggal reply atau quote tweet mereka, gaperlu nyiapin konten story/post dulu. Twitter emang tempat buat sharing dan interaksi.
Doki Doki @kami_doki
Sementara, Instagram itu medsos yg content based banget. Instagram emang dibikin sedemikian rupa biar kita engage sama post yang kalian liat. Fitur-fitur Instagram ngebuat kita stay berlama-lama di app itu.
Doki Doki @kami_doki
Faktor lain yang mungkin bikin orang ngejadiin twitter sebagai pelarian tuh algoritmanya timeline Instagram. Algoritma Instagram bikin timeline kita udah ga berdasarkan kronologi lagi, tapi berdasarkan like yang didapet post itu.
Doki Doki @kami_doki
Di Instagram, kita harus bikin konten visual menarik yang bikin orang suka dan mau interaksi sama post kita. Instagram itu tempat untuk bikin konten original dan bangun "awareness" buat brand, baik kamu sebagai diri sendiri, atau untuk jualan.
Doki Doki @kami_doki
Dengan adanya algoritma kaya gitu, Instagram seolah-olah udah ditujukan untuk siapa yang bisa bikin konten yang lebih menarik dan disukai banyak orang, bukan untuk semata-mata saling sharing.
Doki Doki @kami_doki
Pada akhirnya, Kedua medsos ini sebenernya punya karakteristik, fitur dan fungsi yang sama-sama kuat. Instagram itu oke buat self-branding karena disana kita fokus engage sama konten dan branding seseorang/sesuatu.
Doki Doki @kami_doki
Tapi kalo mau lebih nunjukkin sisi diri kita yang apa adanya, pengen interaksi dan dapetin/sharing informasi yang lebih cepet, twitter-lah tempatnya. Mungkin hal-hal inilah yg banyak orang cari atau kangenin, karena hal-hal ini gabisa kita dapetin di Instagram.
Doki Doki @kami_doki
Kamu termasuk orang yang "pindah" dari Instagram kesini ngga? Kalo iya, apa sih yang bikin kamu pindah kesini? Yuk sharing sama doki!
byuuyuki @yukenkolmi
@kami_doki Alasan Pindah ke Twitter : 1. Lebih hemat data krna di IG tuh mehong bgt . 2. Orgnya asyik & g pamer 3. Mau cari apa aja ada :) Thread food ,drink ,trend, horor, real life Pokoknya lngkap & seru 3. Banyak GA hihi 4. 70% yg tertera diatas udh mewkili isi hatiku 👍😁 Thanks ❤️
ً @rithefa
@kami_doki Setelah baca penjelasan menurut digital marketing agency yang memang menggunakan sekian teori dan dilakukan oleh profesional, saya mau kasih pendapat dari kacamata orang awam yang bukan content creator. Menurut saya, twitter sendiri punya tempat sebagai wadah penyalur hobi danㅡ
ً @rithefa
@kami_doki tempat berkeluh kesah. Twitter kan basisnya text, media berupa gambar dan lain-lain digunakan sebagai tambahan dan bukan fungsi utama. Kebalikan ig yang pake basis gambar dan text hanya sebagai imbuhan. Hal lain yang berpengaruh kenapa twitter bisa semakin populer jugaㅡ
ً @rithefa
@kami_doki mudahnya interaksi, kita bisa berkumpul dengan masing-masing kelompok yang kita sukai. Ada yang emang fokus sama dunia idol entah korea, jepang, china atau west. Ada yang fokus sama perfilman ada juga yang memang fokus dengan kelompoknya masing masing tergantung bagaimana kitaㅡ
ً @rithefa
@kami_doki mau menempatkan diri di masing-masing kelompok tersebut. Interaksi ini juga melalui reply, quote dan retweet yang mudah. Balasan yang bisa menggunakan media text, foto, gif atau video serta kemudahan fitur seperti repost video/foto tanpa perlu 2× melakukan uploading dari ponsel-
ً @rithefa
@kami_doki atau storage kita sendiri. Beda sama instagram yang punya sedikit interaksi, bisa dibilang, ruang gerak instagram itu terbatas. Kita cuma bisa melakukan interaksi melalui repost, reply story dan komen postingan. Selebihnya tidak memungkinkan untuk interaksi lanjutan, walaupunㅡ
ً @rithefa
@kami_doki ada tapi bisa dibilang interaksi tersebut cukup sempit. Selama beberapa tahun ini, tren autobase juga punya pengaruh besar populernya twitter. Autobase yang awalnya sebagai tempat tanya jawab, sekarang makin banyak fungsinya masing-masing. Mereka punya lingkungan sendiri danㅡ
ً @rithefa
@kami_doki itu yang membuat Twitter punya powernya. Untuk kemudahan akses informasi, fitur thread yang Twitter punya juga cukup berperan penting karena kita hanya perlu mengetik tanpa perlu edit foto sana sini. Kalau dijabarin satu-satu, kayaknya saya bisa bikin thread melebihi postinganㅡ
ً @rithefa
@kami_doki ini hehe jadi saya rasa cukup pendapat saya, untuk lebih lanjut misal admin ada yang ingin ditanyakan tentang twitter, autobase atau istilah yang mungkin masih asing terdengar, bisa dm saya dan akan saya coba jelaskan sebisanya Terima kasih untuk giveawaynya ^_^ wish me luck ❤
Nama tidak boleh kosong @wowokotek
@kami_doki Menurut gw sendiri pindah ke twitter karena hemat kuota juga, instagram makan kuota banyak juga terus kalo liat instastory juga butuh kuota data yg banyak, kalo kaya orang seadanya kaya gua ga make wifi dirumah pasti ngepas. Jadi beralih ketwitter karena kebetulan gk kena kuota
Nama tidak boleh kosong @wowokotek
@kami_doki Terus menurut aing kalo make instagram setiap posting sesuatu pastu mengharapkan like dari postingan, atau penonton dari instastory dri yg kita buat yg berujung jadi rasa ketagihan buat post terus ayo lagi dan lagi. Kalo twitter ? Hm doamat sih tak peduliin itu awokwkw
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.