0
#TakeOver# @GheMaX
Menakar Arah Politik Prabowo, Pasca Pertemuan Dengan Jokowi
#TakeOver# @GheMaX
Selepas pertemuannya dengan Jokowi beberapa waktu lalu, kini Prabowo dihadapkan oleh tuduhan sebagai pengkhianat mandat dari ulama.
#TakeOver# @GheMaX
Sebuah pengertian yang salah kaprah, karena kontrak politik antara Prabowo dan Ulama hanya mengikat bilamana Prabowo-Sandi menang dalam perhelatan pilpres 2019, faktanya adalah kalah.
#TakeOver# @GheMaX
Prabowo dianggap menodai perjuangan karena memberikan selamat kepada Jokowi, justru disini Prabowo menunjukan kapasitas sebagai seorang negarawan, mengakui kemenangan lawan bukan berarti perjuangan politik Prabowo selesai.
#TakeOver# @GheMaX
Dalam pertemuan tersebut Prabowo jelas menegaskan siap membantu Pemerintah dengan menjadi oposisi bukan berkoalisi, disinilah poin pentingnya dengan membuka wacana oposisi berarti Prabowo ingin menggunakan fasilitasi politik yang di milikinya.
#TakeOver# @GheMaX
Prabowo dianggap gagal memulangkan HRS, sekali lagi saya tegaskan baca baik-baik poin ke-16 kontrak politik antara Prabowo dan ulama.
#TakeOver# @GheMaX
Disitu disebutkan “Siap menggunakan hak konstitusional dan atributif yang melekat pada jabatan Presiden untuk melakukan proses rehabilitasi, menjamin kepulangan. pic.twitter.com/95hraSkfyq
Expand pic
Expand pic
#TakeOver# @GheMaX
Artinya jika Prabowo-Sandi menang dalam pilpres, kenyataannya Prabowo-Sandi kalah dan kemenangan Jokowi sudah mendapat legitimasi hukum yang harus diterima.
#TakeOver# @GheMaX
Prabowo dianggap berkhianat karena mengakui kemenangan Jokowi yang dianggap curang, sungguh argument yang tidak berdasar.
#TakeOver# @GheMaX
Faktanya tim hukum Prabowo-Sandi gagal membuktikan di persidangan, yang meributkan tidak mampu memberikan bukti dimana kecurangan terjadi sesuai fakta hukum.
#TakeOver# @GheMaX
Tanpa kita sadari dalam pertemuan tersebut Prabowo sedang menggunakan permainan politik tingkat tinggi, jika kita cermati dengan seksama ada beberapa hal penting yang terjadi buah dari konsolidasi MRT tersebut.
#TakeOver# @GheMaX
Pertama, perlu kalian pahami Prabowo itu seorang nasionalis, apapun itu akan dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara, itu fakta yang tidak terbantahkan dari seorang Prabowo Subianto.
#TakeOver# @GheMaX
Selain itu kelompok yang saat ini terus menyudutkan Prabowo ini terbukti hanya menjadikan Prabowo sebagai tameng untuk memaksakan ambisi mereka yang gagal, mereka lupa jika ini adalah pertarungan politik dan hanya menjadi pengecut yang tidak siap menerima kekalahan.
#TakeOver# @GheMaX
Kedua, sekilas bs kita lihat jika kegaduhan ini terus berlanjut kelompok tsbt hanya ingin menjadikan Prabowo kambing hitam, bagi seorang nasionalis seperti Prabowo keutuhan negara ini lbh utama dibanding terus berlarut dlm narasi sekumpulan kelompok yg mengatasnamakan relawan ini
#TakeOver# @GheMaX
Ketiga secara politik Prabowo sangat menyadari jika posisi dirinya dan @Gerindra berada dalam posisi yang patut di perhitungkan, untuk itu dibanding mengorbankan rakyat, Prabowo lebih memilih jalur politik dengan menempatkan diri sebagai oposisi.
#TakeOver# @GheMaX
Jika Prabowo bermental pengkhianat, tentu sangat mudah bagi dirinya dengan memutuskan bergabung dengan koalisi Jokowi, maka sudah dipastikan akan mendapat jatah kursi di kabinet dengan jumlah yang menjanjikan, kenyataannya Prabowo dan @Gerindra tetap oposisi.
#TakeOver# @GheMaX
Sebaliknya dari seluruh pihak yang menyerang Prabowo ini, ada kepentingan politik besar karena ketakutan jika Prabowo menerima pinangan Jokowi.
#TakeOver# @GheMaX
Siapa lagi kalau bukan oknum Demokrat, PAN, dan PKS yang berharap mendapat limpahan suara pendukung prabowosandi yg sedang emosi karena sikap Prabowo yang memutuskan bertemu Jokowi tanpa sepengatahuan mereka.
#TakeOver# @GheMaX
Partai Demokrat dan PAN posisi politiknya yang hanya menjadi pelengkap di DPR tidak ubahnya seperti partai pengemis yang mengiba dan berharap mendapat jatah kursi menteri.
#TakeOver# @GheMaX
Konon menurut informasi dari para penghuni istana, sejak awal Demokrat satu-satunya partai yang ditolak oleh kubu Jokowi, bahkan sejak sebelum pilpres berlangsung.
#TakeOver# @GheMaX
Hasrat tinggi SBY yang mengirimkan AHY sebagai utusan bertemu Jokowi untuk bergabung dalam koalisinya saat itu di tolak mentah –mentah kubu Jokowi.
#TakeOver# @GheMaX
Kini dengan memutuskan mendukung pemerintah, dan menebar isu Prabowo sebagai pengkhianat, SBY dan Demokrat masih berharap ada belas kasihan dari Jokowi dan mau menerima AHY sebagai kandidat menteri.
#TakeOver# @GheMaX
Jika melihat langkah politik PAN, tanpa dijabarkan lebih banyak kita bisa menilai, partai ini hanya hidup dengan menjadi benalu koalisi di manapun.
#TakeOver# @GheMaX
Bagaimana dengan PKS ? partai yang hidupnya mengandalkan uang saksi dengan kedok agama ini adalah partai pertama yang memutuskan menjadi oposisi, alasannya cukup jelas tidak ada partai manapun yang mau menerima PKS.
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.