BUZER-BUZZER BUDI KARYA SUMADI. Part. II *Sebuah utas* | By @PartaiSocmed

Dan ketika mereka memfitnah dan membunuh karakter pihak² yg keras mengkritik masalah mahalnya tiket pesawat itu semua juga DEMI UANG! Sedemikian hitamnyalah pekerjaan para buzzer tersebut. Mereka mampu menghalalkan segala yg haram demi uang.
astroturf publicpolicy buzzer campaign
0
#99 @PartaiSocmed
BUZER-BUZZER BUDI KARYA SUMADI. Part. II *Sebuah utas* pic.twitter.com/pggk2qHbAO
 Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Kok twitter kejem begini sih? Emang wajah Budi Karya itu materi sensitif? pic.twitter.com/cfYuzkosoK
 Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Tugas para buzzer Budi Karya adalah untuk membuat kalian setuju dengan kenaikan harga tiket dan tarif ojol, dengan dibayar oleh uang kalian. Ya, kalian para pembayar pajak!
#99 @PartaiSocmed
Jadi rakyatlah yg membayar para buzzer untuk membuat rakyat ikhlas membayar lebih mahal, lalu memuji Budi Karya. Dari rakyat, oleh pejabat untuk menipu rakyat.
#99 @PartaiSocmed
Sesungguhnya tak ada masalah dengan pekerjaan buzzer ini selama bersifat positif. Masalahnya seringkali mereka menghalalkan segala cara demi menciptakan opini publik dan demi memenuhi permintaan agensi. Tak jarang mereka melakukan fitnah dan character assassination
#99 @PartaiSocmed
Tak jarang pula para buzzer ini melakukan pemutarbalikan fakta agar opini yg disuarakan atas dasar brief para agensi tersebut dipercaya sebagai logika yg benar, padahal sesat. Tujuannya adalah untuk mendapatkan support publik atau setidaknya seolah² dapat support publik
#99 @PartaiSocmed
Metode yg biasa dipakai adalah "Astroturf Campaign", yaitu suatu rekayasa dukungan publik agar seolah suatu kebijakan memang mendapat dukungan publik. Di media sosial Astroturf Campaign ini ditandai dengan munculnya akun2 bot, polling berbayar dan para buzzer.
#99 @PartaiSocmed
Astroturf Campaign di sosial media lewat jasa akun² bot, polling berbayar dan buzzer membuat sebuah kebijakan yg tidak populer sekalipun seolah mendapat dukungan masyarakat. Sehingga mereka yg tidak setuju cenderung takut menyuarakan pendapatnya karena akan menjadi common enemy
#99 @PartaiSocmed
Tapi pola ini akan kurang keberhasilannya ketika ada pihak² yg cukup punya pengaruh berani bersikap kritis dan menyuarakan kebenaran. Karena itulah maka pihak² yg kritis itu sering jadi korban fitnah dan pembunuhan karakter oleh para buzzer itu.
#99 @PartaiSocmed
Salah satu contoh praktek amoral yg pernah dilakukan para buzzer adalah saat menyuarakan tagar #NoWitchHuntKarHut untuk membela perusahaan pembakar hutan.
#99 @PartaiSocmed
Salah satu buzzer utama tagar #NoWitchHuntKarHut tersebut dulu akunnya bernama @qitmr tapi sekarang sudah ganti akun menjadi @kirekswasta. Kebetulan yang bersangkutan sekarang juga ngebajer untuk Budi Karya pic.twitter.com/tEohvRhqyg
 Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dan ini adalah orang agensinya pic.twitter.com/MpWTv8nOkw
 Expand pic
 Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Meskipun melawan akal sehat dan tak populer toh tagar #NoWitchHunKarhut tersebut jadi trending topic. Tapi alih² mendapat dukungan publik tagar tersebut malah mendapat caci maki dan para buzzernya pun 'diburu' netizen, seperti witch hunt beneran. twitter.com/LeoniRahma/sta…
#99 @PartaiSocmed
Mungkin karena jadi blunder dan menuai caci maki akhirnya @qitmr alias @kirekswasta mengembalikan uang bayaran buzzernya. Ini pelajaran berharga bahwa ketika netizen melawan secara kompak maka para buzzer jadi tak berdaya.
#99 @PartaiSocmed
Tagar #NoWitchHuntKarhut sama tidak populer dan melawan akal sehatnya dengan tagar #TiketPesawatTidakMahal Klik saja tagar itu maka isinya caci maki semua. Meskipun begitu ada saja buzzer yg mau mengerjakannya. Bukti bagi para buzzer itu uang adalah segalanya!
#99 @PartaiSocmed
Jasa buzzer digunakan untuk pencitraan Budi Karya dan membela kenaikan harga tiket pesawat adalah fakta! Ini adalah brief yg beredar di kalangan para buzzer sebulan yg lalu. Bayaran untuk para buzzer yg followernya besar adalah 30-40 juta untuk kontrak sebulan. pic.twitter.com/E2FgnHkf48
 Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Mudah kok untuk menguji kebenaran info kami ini. Bandingkan saja narasi yg digaungkan oleh para buzzer Budi Karya itu dengan brief tersebut. Jika sama berarti itulah faktanya.
#99 @PartaiSocmed
Makanya jadilah netizen yg cerdas dan kritis! Para buzzer tersebut melakukan demi uang, masa kalian yg notabene adalah para korban yg harus membayar tiket lebih mahal malah mendukungnya? Adakah yg lebih bodoh dari pada itu?
#99 @PartaiSocmed
Dan ketika mereka memfitnah dan membunuh karakter pihak² yg keras mengkritik masalah mahalnya tiket pesawat itu semua juga DEMI UANG! Sedemikian hitamnyalah pekerjaan para buzzer tersebut. Mereka mampu menghalalkan segala yg haram demi uang.
#99 @PartaiSocmed
Berikut kami sebutkan beberapa akun yg terindikasi jadi buzzer Budi Karya: 1. @kurawa 2. @BUKANdigembok @digeeembok @Suara_Bawah (satu admin) 3. @kirekswasta 4. @mamaciaaa 5. @habibthink 6. @CatatanTj 7. Dll
#99 @PartaiSocmed
Nama2 akun yg kami sebutkan diatas apakah berani membantah tak menerima imbalan apapun untuk membela mahalnya tiket pesawat dan pencitraan Budi Karya?
#99 @PartaiSocmed
Kami tak mempermasalahkan kamu yg kami sebut akun²nya itu menjadi buzzer, itu hak pribadi masing². Tapi jika sampai bersedia menerima imbalan untuk membela hal yg merugikan rakyat banyak, maka kamu adalah BAJINGAN!
#99 @PartaiSocmed
Kembali ke laptop. Berhubung Budi Karya berambisi menjadi Menteri BUMN maka narasinya sekarang adalah menyerang Jonan dan Rini yg dianggap berpotensi menjadi pesaingnya. Silakan di cek arah tweet² para buzzer Budi Karya itu!
#99 @PartaiSocmed
Dan agar narasinya masuk akal maka kami yg gigih mengkritik ketidakbecusan Budi Karya di framing seolah buzzernya Jonan. Betapa jahatnya, mereka yg terima imbalan bela2 Budi Karya malah kami yg dituduh macam². Padahal tak sekalipun kami mengusulkan nama pengganti Budi Karya
#99 @PartaiSocmed
Bahkan Jonan juga pernah kami kritik sama kerasnya ketika menerapkan TBB-TBA saat jadi Menhub dulu. Begitu juga Rini, kami malah sampai bikin kultwit berseri tentang bahayanya Menteri BUMN ini. Berikut kami repost kultwit² kami tentang Jonan dan Rini Soemarno
Load Remaining (32)
Login and hide ads.