0
Bahaya 5 Masalah Kulit yang Timbul karena Stres, Jerawat sampai Penuaan

Bahaya 5 Masalah Kulit yang Timbul karena Stres - Stres tidak hanya buruh bagi kesehatan mental namun juga bagi kesehatan kulitmu. Stres bisa menimbulkan beberapa masalah pada kulit yang jika didiamkan tentu akan menimbulkan akibat buruk dalam jangka panjang. Untuk itu kamu perlu cari tahu apa saja agar bisa meminimalisir efeknya.

Acne Care Gel mengurangi kelebihan minyak pada wajah saat malam hari. Sehingga pada pagi hari jerawat akan mengelupas dengan sendirinya. Gel dengan formula yang lembut, ringan, dan mengandung bahan aktif yang efektif merawat kulit berjerawat.

Konsultasi dan Pemesanan : 08995000171 (WA/CALL)

Dirancang untuk membantu menyeimbangkan tingkat sebum pada kulit berminyak dan kulit yang cenderung berjerawat, You Need Me Acne Care Gel ini membantu menenangkan dan membersihkan kulit dari masalah jerawat.

Proses Penyembuhan Jerawat :

  1. Hari ke-1
    Melawan bakteri penyebab jerawat
  2. Hari ke-3
    Mengurangi peradangan dan bekas jerawat
  3. Hari ke-5
    Mempercepat perbaikan sel kulit yang rusak akibat jerawat

Manfaat acne care gel :

-Mengeringkan jerawat dengan cepat
-Mempercepat sikluk matang jerawat
-Mampu menghilangkan bekas jerawat batu
-Mengempeskan jerawat batu
-Mengurangi timbulnya jerawat

Konsultasi dan Pemesanan : 08995000171 (WA/CALL)

Mulai jerawat sampai penuaan dini, ini 5 masalah kulit yang timbul karena stres.

1. Jerawat, efek buruk yang paling sering timbul karena hormon terganggu

Saat mengalami stres, kondisi hormon pada tubuh pun terpengaruh jadi kurang seimbang. Kelenjar hormon pada tubuh jadi memproduksi lebih banyak hormon, termasuk hormon kortisol yang selanjutnya akan memengaruhi kelenjar minyak pada kulit. Kelebihan hormon ini menyebabkan kelenjar kulit memproduksi minyak atau sebum berlebih yang selanjutnya menyumbat pori dan menimbulkan peradangan berupa jerawat. Jerawat hormonal ini biasanya muncul di wajah bagian bawah (tulang pipi ke bawah), umumnya area dagu dan rahang.

2. Membuat segala masalah kulit yang dimiliki jadi kambuh karena imun tubuh rusak

Selain membuat hormon jadi tidak seimbang, stres juga merusak keseimbangan bakteri buruk dan bakteri baik pada usus. Saat kondisi ini terjadi, maka bakteri penyebab jerawat menjadi tumbuh subur yang dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada. Tidak hanya jerawat, saat stres, penyakit atau masalah kulit yang kamu miliki pun akan kambuh, misalnya eksim dan psoriasis. Ini disebabkan produksi berlebih dari hormon kortisol yang menyebabkan kerusakan pada imun tubuh sehingga kulit jadi lebih sensitif dan rentan.

3. Kulit mengalami kekeringan karena menghilangkan kemampuan kulit mengikat air

Saat kamu mengalami stres secara psikologis, kondisi ini memperburuk Epidermal Permeability Barrier Function (EPBF) atau fungsi permeabilitas pada kulit. Fungsi ini adalah kemampuan kulit untuk meloloskan sejumlah partikel yang menembus atau melaluinya. Jadi secara mudahnya, saat stres, kemampuan kulit menahan cairan berkurang, sehingga cairan atau air yang ada pada kulit mudah hilang atau berevaporasi. Belum lagi kondisi stres juga mengacaukan produksi hyaluronic acid alami pada kulit sehingga kulit menjadi makin kering.

4. Pada jenis kulit berminyak, stres membuat kulit makin berminyak karena kurang cairan dan kelebihan kortisol

Pada jenis kulit berminyak, kondisi yang dijelaskan pada poin satu dan poin tiga akan membuat kulit wajahmu makin berminyak. Produksi hormon kortisol menyebabkan kelenjar minyak pada kulit memroduksi lebih banyak minyak sedangkan di sisi lain, kulit kehilangan kemampuannya untuk menahan air. Kondisi kulit yang kekurangan cairan ini memicu lagi kelenjar minyak untuk memroduksi lebih banyak minyak untuk menggantikan cairan yang hilang. Alhasil, wajah semakin berminyak tapi dehidrasi, alias oily-dehidrated skin.

5. Menyebabkan garis halus, keriput dan penuaan dini karena menghilangkan kemampuan sel kulit memperbaiki diri

Pada urutan terakhir DNA manusia ada enzim bernama telomerase. Enzim ini bertugas untuk melindungi kromosom tubuh. Semakin pendek telomerase maka semakin mudah sel kulit kita rusak atau mati. Orang yang dalam kondisi stres memiliki telomerase yang lebih pendek, sehingga kulit tidak bisa memperbaiki dan meregenerasi selnya yang rusak. Jadinya saat stres, tidak terjadi proses peremajaan pada kulit.

Kondisi ini diperburuk oleh hormon kortisol yang berlebihan. Hormon ini merusak kolagen pada kulit, padahal kolagen penting untuk menjaga kulit tetap muda dan kenyal. Efek negatif jangka panjang yang dapat muncul adalah penuaan dini seperti garis halus, keriput, kulit kasar dan kendur.

Stres tidak bisa seratus persen dihindari, tapi harus dikelola dengan tepat. Kamu bisa mengurangi akibat buruknya bagi tubuh khususnya kulit dengan melakukan kebiasaan positif, seperti cukup tidur, minum air putih sesuai kebutuhan dan menjaga kesehatan kulit, coba sempatkan waktu untuk relaksasi di malam hari sebelum tidur.

Selain itu untuk kesehatan kulit, kamu juga bisa melakukan relaksasi dengan menggunakan memijat wajah sejenak menggunakan face oil dan memakai sheet mask yang memiliki efek soothing dan relaksasi.

Jadi, hindari stres dan coba lakukan tipsnya!

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.