1
Potret Lawas @potretlawas
Dua ratusan perempuan dari seantero Jawa dibawa ke Singapura dg iming² sekolah perawat berjaminan kerja saat Jepang berkuasa. Ujungnya dipaksa jadi pemuas seks tentara, jugun ianfu. Kami mendapat cerita dari salah seorangnya. Ilustrasi: ianfu Korea yang dibawa Nippon ke Burma. pic.twitter.com/Hs2U5MBlrR
 Expand pic
Potret Lawas @potretlawas
Sosok yang kita baca kisahnya ini anak keluarga berada di Bandung. Ujung 1943, saat usia 21, tawaran belajar itu datang. Ia mau. Gadis tsb lalu dibawa ke Jakarta, ditampung bersama puluhan calon pelajar lain di daerah Kemayoran. Selang dua minggu mereka dikapalkan ke Singapura.
Potret Lawas @potretlawas
Namun, setiba di Singapura sekolah yang dijanjikan tak pernah wujud. Mereka ditaruh dalam sebuah kompleks di Katong Road. Ke sinilah serdadu² datang melepas birahi. "Tempat itu namanya Chikamatsu. Pertama ada Nippon, kami tidak paham maunya. Jadi ya terus ditarik saja ke bilik."
Potret Lawas @potretlawas
"Duit tidak punya. Uang sangu sudah lama habis. Perhiasan diambili. Supaya tenang kami suka simpan kertas kupon dari Nippon² yang minta jatah. Mereka tidak menularkan penyakit saja syukurnya sudah bukan main. Hari² kami buat gembira meski aslinya macam didera."
Potret Lawas @potretlawas
Hampir dua tahun mereka hidup di Katong Road. Saat Jepang akhirnya keok, tidak ada yang tahu berita. Namun penghuni Chikamatsu satu per satu pergi begitu penjaganya lari. Walau menyebutnya neraka, perempuan Bandung ini mengaku masih beruntung dibanding ratusan yang lain. Kenapa?
Potret Lawas @potretlawas
Belakangan diketahui ada 219 perempuan yang pergi untuk sekolah perawat, dibawa dalam 3 tahap: 1. 89 orang dibawa ke Singapura lalu dijual ke Kuching. 2. 80 orang menyusul ke Kuching, namun kapalnya diranjau, separonya tewas. 3. Perempuan Bandung tadi bagian kumpulan 50 terakhir.
Potret Lawas @potretlawas
Pemerintah Indonesia lewat Palang Merah mulai mencari mereka pada pertengahan tahun 1946. Ada 150-an berhasil dijumpai. Di Kuching, sebagian penyintas ternyata dibunuh warga lokal sebab dianggap perempuan Jepang. Sedang mereka yang di Singapura kebanyakan sudah menikah.
Potret Lawas @potretlawas
Pun perempuan Bandung yang kita baca ceritanya ini. Lepas dari Katong Road bekerja dalam kelab. Ia dipinang rekan kerjanya. Saat wakil pemerintah Indonesia mencarinya untuk dipulangkan, ia menolak. Sebab tak kuasa membayangkan malu yang harus ditanggung. twitter.com/potretlawas/st…
Potret Lawas @potretlawas
Tak ada angka pasti jugun ianfu di Indonesia. Yang jelas, ini terjadi merata dari ujung Sumatra hingga Ambon dan Timor. Sebagian ditipu seperti dalam kisah yang kami dapat. Lainnya diculik – dari rumah, jalan, dsb. Kisar usianya belasan hingga [meski sedikit] tiga puluhan.
Potret Lawas @potretlawas
Nota: bagian bertanda petik "...." dalam utas ini diterjemahkan sebagaimana penuturan asli. Perempuan dari Bandung tsb nenek seorang teman. Kami sudah 7 tahun mengenalnya saat ia membagi kisah ini. Kesaksiannya klop dg rekam arsip berita. Ditwit dg izin. twitter.com/potretlawas/st…
saiful_ahmad @Saiful_ahmad14
@potretlawas Comfort Women. Tidak hanya di Indonesia dan Korea. seluruh wanita di tanah jajahannya Jepang saat erang Dunia 2. di Korea sdh dibuat film "Spirit's Home Coming"
saiful_ahmad @Saiful_ahmad14
@potretlawas ada film dokumenter ttg Comfort Women di Indonesia dg subtitle Bhs Belanda. Cari di Yutub "Omdat wij mooi waren". asli film nya bikin nges..
Hendra Febry K @ndrandri
@potretlawas Ini yang ditulis Pram di “Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer” Pilu bacanya :( pic.twitter.com/OVpE6I5OgV
 Expand pic
 Expand pic
𝒟𝒾𝓂𝒶𝓈 𝒜𝒹𝒾𝓉𝓎𝒶 @ongisamid
@potretlawas Macam kisah² menyayat hati yg ditulis Pram tentang para gadis belia yg diiming-imingi belajar ke Jepun, dan ternyata dikirim ke pulau Buru, bahkan setelah serdadu Nippon angkat kaki dari tanah air, jugun ianfu ini tak bisa lagi pulang ke kampung halamannya hingga ajal menjemput pic.twitter.com/6jaBtNjQY8
 Expand pic
Aris Choirul Anwar @richo_anwar
@potretlawas Dan cerita sejarah ini tdk diajarkan di sekolah 🙄
Potret Lawas @potretlawas
Soekarno yang antara bulan Maret hingga Juni 1942 menyediakan pelacur untuk militer Nippon di Padang berhujah itu semata tindakan darurat untuk menyelamatkan marwah gadis² Minangkabau dari para tentara. @prwgng
yosef kelik @sefkelik
@potretlawas @prwgng Untunglah para pemuda berhasil mendesak Sukarno & Hatta utk mempercepat Proklamasi Kemerdekaan pada tengah Agustus 1945. Untung pula Inggris & Belanda telat masuk ke Jawa & Sumatera, sehingga RI yg dipresideni Sukarno punya waktu konsolidasi. Kalau ga entah nasib Bung Karno...
Potret Lawas @potretlawas
@sefkelik Ada pendapat kurang populer. Bahwa jauh sebelum itu semua, malah Belandalah yang "menyelamatkan" Soekarno dg membawanya dari Bengkulu ke Padang – hingga si Bung bisa lepas. Padahal ada saja peluang menghabisinya di Bengkulu.
yosef kelik @sefkelik
@potretlawas 'Nasib baik' Sukarno yg mencapai orbit status pemimpin de facto Indonesia sejak zaman pendudukan Jepang juga dipengaruhi nahas yg menimpa M Hoesni Thamrin bbbrp waktu sblm datangnya Jepang. Kalau Hoesni Thamrin masih hidup, mgkin dia yg diorbitkan Jepang sih.
agung purwa @prwgng
@sefkelik @potretlawas Tp kalau lihat popularitas Thamrin, sa yakin ujungnya Jepang tetap berpaling ke Soekarno, Hatta, dkk. Propaganda 3A yang gagal itu bisa jadi contoh. Mereka pilih tokoh sentral Mr. Sjamsoeddin (orangnya Thamrin). Dan tdk berhasil, Sjam nihil basis massa.
Priana Herdianto @priansEnsa
@potretlawas @prwgng Di Cimahi juga banyak korbannya,bahkan dari penuturan korban langsung ,beliau bercerita,jadi pemuas nafsu seks tentara nippon yg tidak dianggap manusia,krn saat nifas dan sakit pun tetap digauli 7 sampai 10 tentara perharinya
Login and hide ads.