0
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Mahkamah Konstitusi telah menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden dan kemudian ditetapkan oleh KPU. Masa tahapan Pemilu Serentak 2019 telah usai. pic.twitter.com/bxVwQiEZmj
Expand pic
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Dan masanya untuk memperbaiki hubungan antar sesama elemen bangsa, baik elit maupun pendukung capres dan cawapres. Perbaikan hubungan ini atau rekonsiliasi kemudian tidak lagi menjadi perhatian utama politisi dan elit bebera tokoh politik.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Sebab ada peristiwa yang menyedot perhatian yakni perebutan kursi untuk mengatur aras politik elit dan parpol untuk berkecimpung dalam pemerintahan maupun menjadi oposisi.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Dalam perebutan tersebut membutuhkan restu istana untuk menjamin kans besar untuk mendapatkan kursi dan kekuatan legitimasi. Hal ini bagian dari sinyal untuk menyingkirkan lawan perebutan kursi tertinggi didalam parpol.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Beberapa parpol akan melaksanakan kongres untuk melakukan pergantian ketua umum maupun penentuan sikap. Diantara Parpol yang menjadi sorotan dalam perebutan kursi ketua umum adalah Golkar.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Dimana dalam perebutan kursi ini, ada sinyal yang berhembus, istana mesti memberikan restu terhadap calon ketua umum. Sedangkan PKB perebutan kursi ketua umum, tidak beriak dan cendrung akan terjadi aklamasi.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Termasuk Nasdem dan PDIP yang sama-sama melaksanakan perhelatan besar dalam tubuh partai masing-masing. Dan masing-masing dari ketiga partai ini akan lebih banyak berebutan pada kursi dikabinet.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Selain di kabinet rebutan kursi ini juga, akan terbuka bagi parpol untuk mendapatkan kursi tertinggi di beberapa posisi. Diantaranya kursi menteri Kabinet Indonesia Kerja jilid II, kursi pimpinan MPR RI, kursi pimpinan DPR RI.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Manuver untuk mendapatkan kursi pimpinan MPR RI, DPR RI dan sejumlah menteri terlihat dan secara nyata diincar oleh parpol maupun ketua umum Parpol.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Untuk kursi Ketua MPR dengan jelas Muhaimin Iskandar tengah melakukan lobi-lobi untuk mendapatkannya dengan restu wakil presiden Ma’ruf Amiin. pic.twitter.com/u4zD0yQRJY
Expand pic
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Sedangkan perebutan kursi ketua DPR RI perebutan kursi ini menjadi pertarungan antara PDIP dan Golkar. Dan PDIP cendrung lebih tenang dan telah memunculkan nama Puan Maharani yang digadangkan dan didorong untuk mendapatkan kursi ketua DPR RI. pic.twitter.com/fACoQCX7Zh
Expand pic
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Dan Golkar pun tetap mengincar dan mempertahankan kursi ketua DPR RI. Tetapi berhalangan dengan perhelatan Munas. Sebab perebutan kursi ketua umum Golkar menjadi penentu siapa yang akan menentukan siapa yang menjadi ketua DPR RI untuk tidak diambil oleh PDIP.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Dan restu istana, adalah katalisator untuk menentukan kepada siapa dan pihak siapa yang akan mendapatkan kursi Ketua Umum Golkar dalam munas mendatang.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Hal ini dengan gamblang dinyatakan oleh beberapa politsi Golkar dan juga pertarungan antara Bamsoet dengan Arilangga.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Sedangkan pihak istana lewat Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin..
Ujang Kurniawan @ujangggkur
menetralisi dengan adanya restu istana dari Presiden Joko Widodo dalam proses pemilihan Ketua Umum Partai Golkar pada Desember 2019.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Pernyatan Ali Mochtar Ngabalin sebagai politisi Golkar mencoba menjernihkan perebutan kursi ketua umum Golkar tanpa restu dari Istana. Hal ini guna menjaga bahwa apa yang terjadi dalam tubuh partai Golkar tidak ada intervensi dari luar.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Publik tidak serta merta percaya begitu saja. Konsolidasi dalam pembagian kursi MPR RI, DPR RI, Menteri dan pejabat setingkat menteri yang menjadi rebutan mutlak ada harmoni dan restu dari pihak istana.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Dan perebutan kursi yang dipertontonkan baik oleh Golkar, maupun beberapa partai dengan saling berebut restu istana menjadi benang kusut dalam kumparan politik pemerintahan mendatang.
Ujang Kurniawan @ujangggkur
Dan dampak adalah sulitnya akselerasi kebijakan-kebijakan Presiden untuk memenuhi janji politik selama kampanye dalam pemilu serentak.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.