0
cannabis @_cannabisindica

Law student with a keen interest in history, war, and sosio-culture + ketubiran | libertarian | gausa difollow, ntar kamu bosen | Dm's are open

cannabis @_cannabisindica
Oke, karna cukup banyak yg request versi Indonesia, maka thread ini lahir. Beberapa Tragedi Industri di Indonesia ( Part 1 ) [ A Thread ] pic.twitter.com/iaxDHegbol
Expand pic
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
1. Ulasan 'Lumpur Lapindo' “Perilaku (semburan lumpur itu) benar-benar tidak wajar, dan sungguh unik. Lumpur itu telah menyembur secara terus menerus selama lima tahun. Ini belum pernah terjadi dalam sistem vulkanik alamiah” - Richard Davis pic.twitter.com/0qAF2pCwKx
Expand pic
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
13 Tahun yang lalu, tepatnya 29 Mei 2006 sejak lumpur lapindo menyembur dari tanah. Semburan pertama berasal dari sumur banjarpanji 1, porong, sidoarjo, jawa timur. Semburan lumpur panas disertai gas semakin membesar & meluas pic.twitter.com/DH8L3xeW0T
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
hingga meneggelamkan 3 kecamatan, diantaranya : Porong, Tanggulangin, & Jabon. Sebanyak 4 desa di lahan seluas 400 ha terdampak langsung dari semburan lumpur panas itu, sedangkan belasan desa lainnya ikut tergenang. Jumlah warga terdampak disinyalir mencapai hingga 45 ribu jiwa. pic.twitter.com/Qn586YqOHy
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
Meskipun penyebab semburan masih pro & kontra antara faktor kondisi alam atau kesalahan pengeboran. Lapindo bersihkeras bencana itu disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta (280 KM) dari tempat itu, 2 hari sebelumnya. pic.twitter.com/0B76nC6VAv
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
Tetapi bukti-bukti bahwa semburan tersebut disebabkan akibat kesalahan pengeboran lebih kuat. Bukti-bukti tersebut diterbitkan dalam jurnal Marine and Petroleum Geology yang diteliti oleh para pakar dan dipimpin oleh Universitas Durham, Inggris.
cannabis @_cannabisindica
Dalam AAPG 2008 International Conference and Exhibition (Okt 2008) menghasilkan : 3 ahli mengatakan gempa Bantul 2006 penyebabnya, 42 ahli menyatakan pengeboran merupakan penyebabnya, 13 ahli menyatakan kombinasi (gempa dan pengeboran) sebagai penyebabnya, serta 16 ahli abstain pic.twitter.com/tiSm9cPdyH
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
Prof. Richard Davies, Durham University menyatakan pengebor membuat kesalahan. Diantaranya : 1.Kurang memperhitungkan tekanan dlm sumur & tdk menempatkan tutup pelindung sekitar sumur yg terbuka 2.Ketika gagal menemukan gas, mereka menarik bor saat kondisi sumur tdk stabil pic.twitter.com/XJbhXsd5Ux
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
3.Tarikan tersebut menyebabkan sumur terbuka paksa akibat dorongan sekitar bebatuan di dalamnya. Akibatnya aliran lahar dari dalam menyembur dan sulit dihentikan Lebih lanjut ditemukan 1 dari beberapa tempat pengeboran yg meyatakan bahwa lapindo brantas memompakan lumpur
cannabis @_cannabisindica
kedalam lubang untuk menghentikan lumpur itu. Dengan harapan membuat tekanan yg cukup di dalam sumur untuk menghentikan aliran lumpur meluap dan upaya tersebut cukup berhasil saat itu. Michael Manga, menambahkan bahwa terjadinya gempa di Yogyakarta terlalu kecil pic.twitter.com/TjXN1l3ptu
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
(tekanan gempa hanya 1 menit, lebih kecil dari yg disebabkan gelombang & cuaca) sebagai salah satu pemicu semburan lumpur. Sebagian ilmuwan memperkirakan lumpur akan terus mengalir selama 26 tahun, ilmuwan lainnya memperkirakan luapan lumpur dapat mengalir hingga 80 tahun
cannabis @_cannabisindica
Atas tragedi tersebut, Presiden SBY menerbitkan PP No. 14 Tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) setelah membentuk Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur SIdoarjo pada 18 April 2007. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Lapindo SIdoarjo (PPLS) pic.twitter.com/rkOtWcAukl
Expand pic
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
Nilai ganti rugi yang dikucurkan oleh Lapindo & Pemerintah sebesar Rp.120.000/per-meter persegi atas tanah basah, sedangkan nilai ganti rugi atas tanah kering mencapai Rp.1.000.000/Per-meter persegi. Lapindo kemudian menunjuk PT Minarak Lapindo Jaya untuk mengurusi ganti rugi.
cannabis @_cannabisindica
PT Minarak hanya mampu membayar ganti rugi langsung sekitar Rp. 3,03 Triliun dari total kerugian Rp. 3,8 Triliun Dikutip dari CNN Indonesia. Pada Juli 2015, pemerintah memberikan pinjaman melalui perjanjian Pemberian Pinjaman Dana Antisipasi untuk Melunasi Pembelian Tanah dan
cannabis @_cannabisindica
Bangunan Warga Korban Luapan Lumpur Sidoarjo dalam Peta Area Terdampak pada 22 Maret 2007 sebesar Rp773,38 miliar kepada Minarak dan Lapindo. Dalam perjanjian tersebut, Grup Bakrie wajib mengembalikan dana talangan selambat-lambatnya 4 tahun atau Juli 2019.
cannabis @_cannabisindica
dengan bunga sebesar 4,8 persen per tahun dari jumlah pinjaman. Jika gagal melunasi, negara berhak mengambil alih jaminan aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp2,8 triliun. Jelang masa pinjaman berakhir, Presiden Direktur Lapindo Brantas menyatakan telah mengajukan
cannabis @_cannabisindica
permohonan untuk membayar utang ke pemerintah sebesar Rp773,38 miliar dengan piutang kepada pemerintah. Hal itu dilakukan melalui Surat Nomor 586/MGNT/ES/19 pada 19 Juni 2019. Selain ganti rugi langsung, Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pengendalian
cannabis @_cannabisindica
lumpur dan perbaikan infrastruktur yang terdampak. Pada 2020 saja, pemerintah masih mengalokasikan sekitar Rp380 miliar untuk anggaran pengendalian lumpur. Meski aktivitas warga terhenti, kegiatan operasional Blok Brantas terus berjalan.
cannabis @_cannabisindica
Pada pertengahan 2018, pemerintah kembali meunjuk Lapindo sebagai pengelola wilayah kerja Brantas dengan komitmen investasi 5 tahun pertama senilai US$115,55 juta dan bonus tanda tangan US$1 juta. Kontrak baru wilayah kerja itu menggunakan bagi hasil kotor yakni, pic.twitter.com/5uKIrafT99
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
kontraktor akan menerima sebesar 47%, sedangkan pemerintah sebesar 52% utnuk produk gas. Dengan begitu, Lapindo akan tetap mengebor migas di wilayah Brantas hingga 20 tahun ke depan. Di sana, Lapindo Brantas akan mengelola Brantas bersama dua mitranya yakni,
cannabis @_cannabisindica
PT Prakarsa Brantas dan PT Minarak Brantas. Lapindo berstatus sebagai operator dengan jumlah kepemilikan sebesar 50%
cannabis @_cannabisindica
Beberapa Tragedi Industri Di Indonesia ( Part 2 ) [ A Thread ] Gambar sebagai pemanis by google pic.twitter.com/j87P2rivZg
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Load Remaining (21)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.