0
Hara Syifa @harasyifaaa
Dengan mengajak Gerindra ke dalam pemerintahan presiden terpilih, Joko Widodo- Ma'aruf Amin tentu akan merusak tatanan demokrasi tanah air. Bukannya membaik, malah akan terjadi pembusukan demokrasi untuk lima tahun ke depan. pic.twitter.com/Ggc3ggMles
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Hal ini disebabkan tidak adalagi pihak yang mengawasi kinerja penyelenggara negara, dalam konteks pemerintahan. Dikuatirkan, terbentuknya rezim yang otoriter karena tidak ada lagi pengawasan dan penyeimbang dari legislative, yaitu pihak oposisi seperti Gerindra dan PKS.
Hara Syifa @harasyifaaa
Alasan lainya, menimbulkan ketidakharmonisan dalam pemerintahan. Karena "posisi" sebagian partai koalisi awal di kabinet akan berkurang.
Hara Syifa @harasyifaaa
Belum lagi persaingan sesama partai politik dalam pemerintahan untuk menghadapi Pemilu 2024. Saya berharap dua partai tersebut tetap konsisten sebagai kekuatan penyeimbang di DPR. pic.twitter.com/V0W1vRGFtz
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Dengan demikian, demokrasi kita akan berkembang dengan baik dengan adanya wacana rekonsiliasi tersebut. Dari wacana tersebut, banyak pengamat menilai rekonsiliasi ini akan dapat menurunkan tensi dan ketegangan yang tercipta akibat sengketa Pilpres 2019.
Hara Syifa @harasyifaaa
Tipe rekonsiliasi yang sangat kencang berhembus ke masyarakat adalah kohabitasi dimana kubu Prabowo akan diajak masuk ke dalam pemerintahan Jokowi-Amin. pic.twitter.com/wy6xhrkB8E
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Namun wacana tetaplah sebagai wacana. Buktinya, hingga detik ini belum ada keputusan final mengenai bentuk rekonsiliasi apa yang akan diterapkan Jokowi.
Hara Syifa @harasyifaaa
Jika bentuk kohabitasi yang dipilih, artinya akan makin ada partai politik yang minta jatah karena mereka merapat ke Jokowi meski banyak kalangan politik menentang perihal tersebut karena tidak adanya konsep check and balance di pemerintahan itu nantinya.
Hara Syifa @harasyifaaa
Seperti kita ketahui bersama, PKS dan Gerindra masih mendominasi merebut kekuasaan ditingkat pusat maupun tingkat daerah. Sebut saja kota Padang dan Jakarta.
Hara Syifa @harasyifaaa
Dua kota itu, hingga sekarang masih haus akan kekuasan memimpin daerah. Selain itu, dengan berbagai rayuan kampanye yang begitu mengedepankan religius, PKS ibaratnya bagus diluar tapi busuk di dalam.
Hara Syifa @harasyifaaa
Dimana partai yang pernah tersandung kasus Daging sapi itu masih banyak permasalahan internal yang belum diselesaikan.
Hara Syifa @harasyifaaa
Terakhir kader terbaiknya yang juga menjabat sebagai Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah ditendang dari PKS karena dianggap tidak mau ikut kongkalikong soal kekuasaan. pic.twitter.com/uQ7UIdHVnK
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Alhasil, mantan aktivis rohis tersebut menggugat partai PKS mencapai Rp3 Miliar yang hingga kini belum juga dipenuhi, meski sudah keputusan tetap dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Hara Syifa @harasyifaaa
tweet pagi ini sumber nya dari sini yakkk.. jumat berkah, enjoy aman :D kompasiana.com/eepsaepulanber…

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.