Inkonsistensi Andre Rosiade yang Tergiur Jabatan Menteri Berakhir TRAGIS !!!!

Para elite politik yang seharusnya menyuarakan jeritan rakyat, telah terjerumus ke dalam ambisi rakus kekuasaan.
0
SBY's Quotes @Quote_Sby
Konsistensi rupanya sedang mendapat ujian serius akhir-akhir ini. Para elite politik oposisi yang dulu garang mengkritik teman sekoalisi, menuduh mereka pengkhianat, pic.twitter.com/U9h6z9w7DR
Expand pic
SBY's Quotes @Quote_Sby
hanya karena menyuarakan rekonsiliasi, tiba-tiba berubah 180 derajat. Orang-orang itu kini mengalami kesulitan hebat mempertahankan konsistensinya.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Politikus Partai Gerindra, @andre_rosiade , adalah contoh nyata. Publik belum lupa bagaimana ia mem-bully Agus Harimurti Yudhoyono (@AgusYudhoyono) yang memenuhi undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), usai pelaksanaan Pilpres 2019.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Komandan Kogasma Partai Demokrat itu dituding berkhianat terhadap koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Tak puas dengan itu, calon wakil rakyat dari Sumatera Barat itu bahkan menghina putra sulung Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dengan sebutan ‘bangsawan politik’. Sementara ia membanggakan diri dengan klaim menjalani karir politisi dengan merangkak dari bawah.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Sayang, tak sampai sebulan, @andre_rosiade ro menjilat ludahnya sendiri. Keberanian Andre dalam memaki dan berbangga diri itu, menjadi bumerang bagi dirinya. Jika dulu ia mencaci sikap AHY, kini bully-an yang lebih hina ia terima dari mayoritas pendukung oposisi.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Pokok soal, lantaran Andre mulai menyuarakan rekonsiliasi antara prabowo dengan Jokowi. Memang, ia mengadopsi pemikiran AHY soal rekonsiliasi ini. Namun bedanya, AHY menginisiasi rekonsiliasi untuk perdamaian dan kebaikan negeri.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Sementara Andre punya maksud agar @Gerindra Gerindra bergabung ke dalam pemerintahan dengan mendapat ‘imbalan’ kursi menteri. pic.twitter.com/CJClZSynrL
Expand pic
SBY's Quotes @Quote_Sby
Rumor soal permintaan jabatan menteri oleh Gerindra ini sudah bertiup sejak perkara sengketa hasil Pilpres 2019 masih bersidang di Mahkamah Konstitusi (MK). Pemicunya adalah pertemuan Prabowo dengan Jusuf Kalla (JK) secara diam-diam di Istana Wakil Presiden.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Dalam pertemuan itu konon Prabowo menerima permintaan JK agar legowo, tapi dengan syarat diberi lima kursi menteri.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Kabar itu kian berhembus kencang setlah putusan MK yang menolak semua gugatan Prabowo-Sandi. Terlebih, setelah publik mengetahui ada lagi pertemuan diam-diam Prabowo dngan Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan, yang merupakan orang dekat Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Lalu ada pula rumor pertemuan Jokowi dan Prabowo di Thailand, meski yang terakhir ini dibantah.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Banyak yang curiga, ‘pengkhianatan’ Andre terhadap perjuangan pendukung oposisi ini, karena membuka peluang untuk bergabung dengan penguasa, merupakan sikap asli dari Gerindra. Indikasinya cukup kuat.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Beginilah jika para politikus telah tergadai iming-iming jabatan yang menggiurkan, maka tidak akan ada lagi kebenaran yang konsisten keluar dari mulutnya. Juga tidak ada aib yang dikutuk secara konsisten pula.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Selain sikap Andre dan manuver Prabowo, akun Twitter resmi Gerindra juga terus-terusan menyuarakan hal senada; rekonsiliasi dengan penguasa dan peluang berbagi kekuasaan di pemerintahan.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Kita sudah lama digerogoti oleh korupsi. Kini, kita juga telah menjadi bangkrut soal komitmen dan konsistensi. Kita muncul sebagai bangsa yang keropos.
SBY's Quotes @Quote_Sby
Para elite politik yang seharusnya menyuarakan jeritan rakyat, telah terjerumus ke dalam ambisi rakus kekuasaan. Oleh: Muhammad Fatih politiktoday.com/inkonsistensi-…

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.