Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

"Dibalik Hidangan Rica-rica Anjing yang (katanya) Lezat, Anjing Dipukul Dulu Sampai Mati" Setiap harinya lebih dari 1200 Anjing dibantai secara tidak manusiawi

kejam
0

Solo - Di Indonesia yang masyarakatnya mayoritas muslim, tentu kurang familiar dengan makanan berbahan dasar daging anjing. Itu karena hewan ini haram hukumnya untuk dikonsumsi.

Namun di Kota Solo, kuliner olahan daging anjing justru mudah ditemui. Biasanya makanan mamalia berkaki empat ini dijual di warung-warung tenda kaki lima di jalan-jalan besar Kota Solo.

Hasil pengamatan Komunitas Sahabat Anjing Surakarta, komunitas peduli anjing mencatat ada 100 warung kuliner anjing di Kota Solo. Satu warung bisa menyembelih 12 ekor anjing per hari, tergantung laris tidaknya warung tersebut. Diperkirakan ada sekitar 1.200 anjing yang dibantai untuk dijadikan bahan olahan kuliner.

HomeRegionalJawa Tengah - DIY
Solo Surga Kuliner Anjing, Ribuan Ekor Dibantai Setiap Hari
Tim SoloPosdotcomTim SoloPosdotcom
23 Feb 2018, 13:01 WIB

5.1k
Solo Surga Kuliner Gukguk
PKL yang menjual sate jamu dan rica-rica guk-guk (Dok/JIBI/Solopos)
Solo - Di Indonesia yang masyarakatnya mayoritas muslim, tentu kurang familiar dengan makanan berbahan dasar daging anjing. Itu karena hewan ini haram hukumnya untuk dikonsumsi.

Namun di Kota Solo, kuliner olahan daging anjing justru mudah ditemui. Biasanya makanan mamalia berkaki empat ini dijual di warung-warung tenda kaki lima di jalan-jalan besar Kota Solo.

Hasil pengamatan Komunitas Sahabat Anjing Surakarta, komunitas peduli anjing mencatat ada 100 warung kuliner anjing di Kota Solo. Satu warung bisa menyembelih 12 ekor anjing per hari, tergantung laris tidaknya warung tersebut. Diperkirakan ada sekitar 1.200 anjing yang dibantai untuk dijadikan bahan olahan kuliner.

BACA JUGA
Siswa SMA Raih Emas di Taiwan dan Thailand karena Biji Avokad
Longsor Brebes, 5 Petani Tewas dan 15 Hilang
Kisah Macan-Macan Kumbang di Lembah Kematian Nusakambangan
"Kami (Sahabat Anjing Surakarta) berjuang sejak 2012. Tetapi kami tidak langsung terjun ke lapangan. Kami mengamati dahulu, apa yang terjadi di Kota Solo dan apa yang harus kami lakukan di sini. Akhirnya kami memberi nama Sahabat Anjing Surakarta pada Agustus 2016," kata Ketua Sahabat Anjing Surakarta, Mustika Chendra Purnomo, yang sering disapa Meme kepada Solopos.com, Kamis, 1 Februari 2018.

Maraknya perdagangan daging anjing untuk dikonsumsi ini membuat para pencinta satwa, khususnya anjing menjadi gemas. Para aktivis itu menilai daging anjing tak wajar untuk dikonsumsi. Pasalnya, anjing bukan termasuk hewan ternak.

"Saya dulu saat jalan-jalan sama anjing saya, bertemu dengan salah satu pedagang (daging anjing) yang sedang jalan-jalan juga dengan anjingnya. Saat itu saya bertanya, dan dijawab satu hari itu sampai 50 ekor anjing yang dibunuh. Entah itu dibagi hanya satu warung atau dengan cabangnya. Saya tidak tanya lebih lanjut karena takut dia mencurigai saya," ujar salah satu anggota Sahabat Anjing Surakarta, Corry.

Baca berita menarik lainnya dari Solopos.com di sini.

HomeRegionalJawa Tengah - DIY
Solo Surga Kuliner Anjing, Ribuan Ekor Dibantai Setiap Hari
Tim SoloPosdotcomTim SoloPosdotcom
23 Feb 2018, 13:01 WIB

5.1k
Solo Surga Kuliner Gukguk
PKL yang menjual sate jamu dan rica-rica guk-guk (Dok/JIBI/Solopos)
Solo - Di Indonesia yang masyarakatnya mayoritas muslim, tentu kurang familiar dengan makanan berbahan dasar daging anjing. Itu karena hewan ini haram hukumnya untuk dikonsumsi.

Namun di Kota Solo, kuliner olahan daging anjing justru mudah ditemui. Biasanya makanan mamalia berkaki empat ini dijual di warung-warung tenda kaki lima di jalan-jalan besar Kota Solo.

Hasil pengamatan Komunitas Sahabat Anjing Surakarta, komunitas peduli anjing mencatat ada 100 warung kuliner anjing di Kota Solo. Satu warung bisa menyembelih 12 ekor anjing per hari, tergantung laris tidaknya warung tersebut. Diperkirakan ada sekitar 1.200 anjing yang dibantai untuk dijadikan bahan olahan kuliner.

BACA JUGA
Siswa SMA Raih Emas di Taiwan dan Thailand karena Biji Avokad
Longsor Brebes, 5 Petani Tewas dan 15 Hilang
Kisah Macan-Macan Kumbang di Lembah Kematian Nusakambangan
"Kami (Sahabat Anjing Surakarta) berjuang sejak 2012. Tetapi kami tidak langsung terjun ke lapangan. Kami mengamati dahulu, apa yang terjadi di Kota Solo dan apa yang harus kami lakukan di sini. Akhirnya kami memberi nama Sahabat Anjing Surakarta pada Agustus 2016," kata Ketua Sahabat Anjing Surakarta, Mustika Chendra Purnomo, yang sering disapa Meme kepada Solopos.com, Kamis, 1 Februari 2018.

Maraknya perdagangan daging anjing untuk dikonsumsi ini membuat para pencinta satwa, khususnya anjing menjadi gemas. Para aktivis itu menilai daging anjing tak wajar untuk dikonsumsi. Pasalnya, anjing bukan termasuk hewan ternak.

"Saya dulu saat jalan-jalan sama anjing saya, bertemu dengan salah satu pedagang (daging anjing) yang sedang jalan-jalan juga dengan anjingnya. Saat itu saya bertanya, dan dijawab satu hari itu sampai 50 ekor anjing yang dibunuh. Entah itu dibagi hanya satu warung atau dengan cabangnya. Saya tidak tanya lebih lanjut karena takut dia mencurigai saya," ujar salah satu anggota Sahabat Anjing Surakarta, Corry.

Baca berita menarik lainnya dari Solopos.com di sini.

Pasokan Daging Anjing
Anjing-anjing yang dijadikan bahan kuliner gukguk di Solo ini dipasok dari luar Solo dengan harga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per ekor. Warung-warung tenda kaki lima yang menawarkan olahan daging anjing biasanya melabeli warung mereka dengan istilah sate jamu.

Tuti (41) salah satu pemilik warung rica-rica daging anjing ini, menyebut anjing di warungnya dipasok dari luar Solo, sebagian besar dari wilayah Jawa Barat seperti Pangandaran, Ciamis, Garut, dan lain-lain.

Tuti mengaku dalam sehari menyembelih empat ekor anjing berbobot sekitar 13 kg. Jadi dalam sehari, warung itu menyembelih 50 kg anjing hidup, tetapi setelah disembelih dan dipotong-potong menyusut menjadi 45 kg.

Sekitar 100 warung kuliner daging anjing bertebaran di Kota Solo. Catatan Komunitas Sahabat Anjing Surakarta, ada tujuh lokasi penjagalan anjing di Kota Solo.

Lokasinya di Solo bagian utara. Di sana ada tujuh tempat penjagalan antara lain di Gilingan, Bonoloyo, dan kawasan Palang Joglo.

Tempat-tempat ini dalam sehari bisa menyembelih 23 ekor anjing. Tetapi, masih banyak tempat penjagalan kecil-kecilan yang hanya menyembelih dua hingga tiga ekor anjing.

Tempat penjagalan tersebut, dilihat dari luar seperti rumah pada umumnya.

Menu OIahan Daging Anjing
Meski tak lazim, peminat makanan berbahan daging anjing ini cukup banyak. Warung-warung kuliner anjing di Solo ini pun memberikan berbagai menu olahan, seperti satai jamu, rica-rica, dan tongseng.

Beberapa tahun lalu, warung satai jamu tidak menunjukkan gambar anjing. Namun kini, warung tersebut wajib memasang gambar anjing agar orang tak salah membeli.

Terkadang, orang tak tahu satai jamu itu berbahan daging anjing, dikiranya dari daging kambing seperti biasanya. Maraknya warung satai jamu maupun rica-cica anjing disebabkan permintaan juga tinggi.

Setiap tahun warung bertambah. Malah di zaman digital ini, masakan daging anjing dijual secara online. Ada warung yang melayani order melalui ojek berbasis aplikasi online.

Harganya pun tidak mahal, hanya sekitar Rp 19 ribu-25 ribu atau ada juga warung yang mematok harga Rp 13 ribu-Rp 20 ribu.

"Ini saya naikkan harganya. Awalnya, paket rica Rp 18 ribu (setiap porsi) naik menjadi Rp 19 ribu. Tongseng dan daging goreng awalnya Rp 23 ribu sekarang naik menjadi Rp 24 ribu. Karena satu bulanan ini harga bahan pokok naik. Jadi harga makanan juga ikut naik. Ya pokoknya mengikuti harga pasaran," ujar Tuti, salah satu pemilik warung.

sumber:
liputan6.com

Karanganyar Beri Bukti Konkret: Melarang Penjualan Kuliner Anjing Bisa Dilakukan di Indonesia
Sang bupati di Jawa Tengah itu menawarkan ganti modal Rp5 juta supaya pedagang beralih ke bisnis lain. Bagi pencinta anjing, kebijakan ini mendukung kampanye "anjing bukan makanan."

Karanganyar menjadi kota ramah anjing pertama di Indonesia. Bupati Juliyatmono pekan lalu mengundang puluhan pedagang makanan berbahan daging anjing di rumah dinasnya. Padamomen itu ia mengumumkan segala usaha kuliner yang menjual daginganjing akan segera dilarang di wilayahnya. Tidak mau berlama-lama, pedagang diberi waktu hanya sehari buat menutup usaha mereka.

Pelarangan ini jadi awalan buat perda baru di kabupaten ini mengenai perlindungan hewan. Nantinya, tidak hanya anjing, hewan-hewan lain yang dianggap tidak layak dikonsumsi akan dilarang.

Pelarangan ini adalah cara Karanganyar memenuhi surat edaran Kementerian Kesehatan tentang anjing yang bukan merupakan hewan ternak layak konsumsi karena rawan terkontaminasi penyakit rabies dan zoonosis. Selain itu, semua usaha kuliner olahan daging anjing di Karanganyar juga tidak memiliki izin.

Pemda tidak serta-merta memberikan menutup pintu nafkah para pedagang daging anjing ini. Bantuan modal sebesar lima juta rupiah akan diberikan kepada masing-masing pedagang memulai usaha lain. Pemerintah juga janji akan mendampingi selama enam bulan pertama kalau-kalau pedagang kesulitan merintis usaha baru. Selain itu pemkab Karanganyar juga menawarkan bantuan perlengkapan.

"Mau jualan wedangan angkringan, nanti kita beri gerobak. Mau jual sate ayam, rica-rica menthok, sate kambing, dan lainnya, nanti kita beri tenda. Selama enam bulan akan saya pantau terus," ujar Juliyatmono seperti dilansir Liputan6.

Apabila masih ada pemilik warung masakan daging anjing yang ngeyel buka setelah Jumat minggu lalu, ia tak segan meminta pemilik warung itu keluar dari wilayah Karanganyar.

"Jualan [daging anjing] boleh, tapi jangan di Karanganyar. Kalau mau tetap jualan di wilayah ini, harus berganti profesi, tidak jualan sate jamu," kata Juliyatmono menandaskan. Sate jamu adalah sebutan jalanan untuk sate daging anjing. Pada 2007 lalu, Jokowi (saat masih menjabat Wali Kota Surakarta) menerbitkan surat edaran untuk mengubah nama "sate jamu" yang kerap menyesatkan pelanggan menjadi "sate guguk". Istilah ini dipakai hingga sekarang di Solo.

Warung yang menjual daging anjing sering memakai nama alias untuk menyebut jualan mereka. Bisa jadi itu sebagai bentuk eufemisme karena makan daging anjing haram bagi umat muslim dan di sebagian tempat, anjing bukan makanan yang umum.

Selain jamu, sebutan lain untuk daging ini berkisar antara B-1, Scooby-Doo, kambing balap, sampai kijang kota. Gara-gara nama alias ini, bukan satu dua orang saja yang tertipu makan tanpa sadar apa yang sedang ia makan.

Balik ke Karanganyar, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Lalu M. Syafriadi setuju banget dengan keputusan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kesejahteraan hewan, termasuk anjing, nyatanya sudah diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2019 juncto UU Nomor 41 Tahun 2014. Di UU tersebut anjing dilindungi dari praktik kekerasan, pengandangan atau perantaian, pencurian anjing, pertarungan anjing terorganisir, hingga perdagangan daging anjing.

"Pelanggaran akan dikenakan penjara dua tahun sampai penjara seumur hidup," ungkapnya kepada Detik.

Dog Meat Free Indonesia (DMFI) menyambut baik kebijakan di Karanganyar yang berpotensi menyelamatkan dua ribu anjing dari penjagalan setiap bulannya ini. DMFI optimistis keputusan Bupati Karanganyar bakal jadi benih munculnya gerakan nasional yang melawan perdagangan daging anjing. Kasus di Karanganyar membuktikan upaya menghentikan perdagangan daging anjing ternyata bisa dilakukan secepat ini (Iya, saya sedang menyindir sikap plin-plan Pemprov DKI dan Pemkot Surakarta).

Merujuk data DMFI tahun 2018, sekitar 7 persen dari keseluruhan populasi masyarakat Indonesia mengonsumsi daging anjing. Itu setara 18 juta orang yang memberikan sumbangsih besar terhadap praktik penyiksaan anjing, karena kebanyakan anjing yang akan dikonsumsi dibunuh dengan cara sadis. Umumnya anjing dijagal dengan dimasukkan ke karung lalu dipukuli dengan benda tumpul atau dibenamkan dalam air.

DMFI juga menyebutkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara eksplisit telah menyorot perdagangan daging anjing sebagai faktor penyebaran rabies di Indonesia.

Tentu saja kebijakan ini mendapatkan resistensi dari pelaku usaha. Sukardi misalnya, pemilik warung masakan daging anjing itu mengaku keberatan dengan larangan tersebut. Ia menjelaskan sulit menutup warung karena memiliki tanggungan pinjaman kepada bank sehingga tiap bulan harus bayar angsuran. Ditambah lagi, modal Rp5 juta tidak memungkinkan untuk membuka sebuah usaha baru.

"Kalau disuruh tutup terus nasib karyawannya gimana? Masing-masing karyawan setiap harinya saya gaji Rp100 ribu. Apakah nanti bisa mencarikan pekerjaan kepada karyawan dengan gaji seperti warung saya?" tanya Sukardi yang mengaku setiap harinya menghabiskan enam ekor anjing untuk warungnya.

Terkait kekhawatiran penyebaran penyakit rabies, Sukardi mengatakan belum pernah mendengar kabar orang meninggal karena memakan masakannya. Ia juga menyesali mengapa bupati tidak bermusyawarah dan diskusi terlebih dahulu dan langsung datang dengan pengumuman.

Lain Sukardi, lain lagi Pino, penjual daging anjing asal Matesih, Kabupaten Karanganyar. Pino mengaku siap mengikuti arahan bupati meskipun sudah puluhan tahun berjualan daging anjing dengan keuntungan Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per ekor. Saat diwawancarai Kompas, ia mengaku bersiap mengubah jalan hidup menjadi penjual minuman hangat ronde. Ayo, apakah produser indosiar ada yang tertarik mengangkatnya menjadi sinetron?

Karanganyar dan daerah sekitarnya memang dikenal sebagai sentra kuliner daging anjing. Heri Priyatmoko, sejarawan dan dosen Sejarah Universitas Sanatha Darma, mengatakan kemunculan kuliner “ekstrem” di daerah ini sudah ada sejak 1940-an dan memang diperdagangkan terang-terangan.

Ia berpendapat, langgengnya usaha jual beli daging anjing disebabkan oleh segmentasi yang jelas. Kuliner ini memiliki konsumen yang loyal dari kelompok nonmuslim dan kaum abangan (penduduk muslim di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memadukan agama dengan spiritualitas lokal) yang menurunkan praktik konsumsi daging anjing sampai ke anak cucu.

sumber: vice.com

YOLO @fatalinject

semoga daerah lain juga ikuti langkah konkret Karanganyar. #SaveAsu

04/07/2019 09:50:56 WIB
YOLO @fatalinject

Setiap harinya lebih dari 1200 Anjing dibantai secara tidak manusiawi :( #SaveAsu

04/07/2019 09:59:44 WIB
YOLO @fatalinject

jan2 e iki sing asu sing ndi? (╥_╥)

04/07/2019 10:17:26 WIB
Au Ah @lanixx_

@fatalinject MANUSIA YG TERCIPTA DARI TANAH BEKAS BERAK KUCING GINI NI😭😭 TEGA BGT SI BANGSADDDDD. IBLIS MALU LIAT KELAKUANLU TAU😭😭

04/07/2019 12:08:51 WIB
jül @zulrnd

@fatalinject Mungkin dalam hati anjing bila bisa menjerit “kami kurang setia apa pada manusia hingga kalian tega melukai sampai jadikan kami santapan, seserakah itu manusia? Dimana hati kalian?”

04/07/2019 12:14:32 WIB
hap. @hapsadrew

@fatalinject Lagi sedih kenapa kmu ngelawak 😭

04/07/2019 12:31:27 WIB
Vale @spankmejuseyo

@fatalinject Abang ini ih udah nangis pun aku taeek taek😂😭

04/07/2019 12:33:29 WIB
ay @loppyuuu

@fatalinject Mas ak lagi sedih" juga liat ini jdi ngakak kn😭

04/07/2019 12:46:40 WIB
sar @saraswtt

@fatalinject GATEGAAAA PENGEN GETOK SI BAPAK ITUUU ASWWW TENANNN

04/07/2019 13:05:29 WIB
Load Remaining (18)

Comment

No comments yet. Write yours!