2
Mazzini @mazzini_giusepe

Vivere Pericoloso | La Historia Me Absolvera

Mazzini @mazzini_giusepe
Bouazizi seorang pedagang sayur dan buah yang menjadi pemicu jatuhnya rezim otoriter Zine El Abidine Ben Ali selama 23 tahun di Tunisia. Api perlawanan Bouazizi bahkan mengobarkan semangat perjuangan rakyat dinegara-negara Arab lainnya untuk melakukan Revolusi Arab (Arab Spring) pic.twitter.com/1Wa7YscNpD
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
1. Mohammed Bouazizi seorang pemuda 26 tahun yang berprofesi sebagai seorang pedagang buah & sayur di kota Sidi Bouzid, 300 kilometer sebelah selatan kota Tunis, ibu kota Tunisia, seperti biasa, pada pagi hari 17 Desember 2010 berangkat menuju tempat dia berdagang.
Mazzini @mazzini_giusepe
2. Setelah lapak berdagangnya sudah rapih untuk melayani pembeli yang membutuhkan sayuran & buah yang segar darinya, aktivitas jual beli terjadi seperti biasa tiap pembeli yang datang dilayani Bouazizi dengan ramah.
Mazzini @mazzini_giusepe
3. Sampai sekitar jam 09:00 pagi hari, datanglah aparat kepolisian Tunisia bernama Faida Hamdi (45 Tahun) bersama dua orang rekannya sesama aparat kepolisian untuk memberi tau kepada Bouazizi bahwa lapak dagangannya tidak memiliki izin.
Mazzini @mazzini_giusepe
4. Faida mengatakan gerobak dagangannya harus disita ditambah juga dia harus membayar denda. Pilihannya adalah Bouazizi harus membayar 20 Dinar Tunisia, agar dia tetap dapat berdagang hari itu.
Mazzini @mazzini_giusepe
5. Hal yang lumrah bagi para pedagang di wilayah Sidi Bouzid membayar suap pada aparat agar dagangannya aman, tetapi Bouazizi tidak memiliki uang sebesar itu, dia hanya mampu memberikan 10 Dinar, aparat tidak terima dan mamaksa gerobak & barang dagangan Bouazizi harus disita.
Mazzini @mazzini_giusepe
6. Perlakuan aparat seperti sering dialami oleh Bouazizi hampir setiap hari membuatnya tak terima begitu saja, pemuda yang mencari nafkah untuk menghidupi 8 orang anggota keluarganya ini melawan, terjadi adu mulut antara dirinya dan aparat kepolisian.
Mazzini @mazzini_giusepe
7. Aparat naik pitam akibat perlawanan Bouazizi, sehingga wajah Bouazizi diludahi, ayahnya yang sudah meninggal juga dihina aparat. Belum puas 3 orang aparat ini dengan perlakuan itu, aparat juga menampar & menyita gerobak, timbangan serta barang dagangan Bouazizi.
Mazzini @mazzini_giusepe
8. Ketidakberdayaan Bouazizi, membuat dirinya berjalan menuju kantor Gubernur Sidi Bouzid pada 10:45 pagi, untuk mengadukan hal yang dialaminya kepada Gubernur Sidi Bouzid yaitu Mohamed Nejib Mansouri.
Mazzini @mazzini_giusepe
9. Tuntutannya hanya satu, dia minta gerobak & barang dagangannya dikembalikan, karena hanya itulah mata pencarian yang dia miliki untuk menghidupi Ibu dan 7 orang adiknya. Keluhan yang dia lakukan tidak direspon Gubernur, bahkan sang Gubernur menolak untuk mendengar keluhannya.
Mazzini @mazzini_giusepe
10. Karena sikap pemerintah yang tak peduli tersebut, dari luar pagar kantor Gubernur, Bouazizi berteriak "Jika anda tidak mendengarkan keluhan saya, maka saya akan membakar diri saya".
Mazzini @mazzini_giusepe
11. Perkataan Bouazizi itu ternyata bukan gertakan belaka, pada 11:30 menjelang siang hari, dirinya kembali kedepan kantor Gubernur hanya seorang diri dengan menggenggam 2 botol bensin.
Mazzini @mazzini_giusepe
12. Dalam keadaan marah & frustrasi, dia nekat menyiram 2 botol bensin disekujur tubuhnya lalu membakar diri. Teriakan "Kembalikan dagangan saya" keluar dari tubuh yang terbakar itu, masyarakat yang melihat kejadian itu segara menolong Bouazizi & melarikannya kerumah sakit. pic.twitter.com/xSFXqFUOWF
Expand pic
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
13. Keesokan harinya 18 Desember 2010, warga berdemo memprotes sikap pemerintah yang sewenang-wenang & tidak mau mendengar keluhan rakyat kecil, api ditubuh Bouazizi yang padam, beralih kemasyarakat menjadi api perlawanan yang berkobar kepada rezim pemerintahan Ben Ali. pic.twitter.com/Nk8AmlM4z1
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
14. Sejak hari itu demonstrasi menuntut mundurnya Ben Ali dari jabatan Presiden yang pangkunya selama 23 tahun, melebar diberbagai wilayah Tunisia.
Mazzini @mazzini_giusepe
15. Faktor gerakan demonstrasi semakin meluas ditiap kota Tunisia sebagai aksi solidaritas terhadap Bouazizi, juga dikarenakan meluasnya pemberitaan dimedia massa & media sosial seperti Facebook, Twitter hingga YouTube yang langsung direkam oleh warga melalu handphone mereka. pic.twitter.com/v8tl7gqqI1
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
16. Gerakan perlawanan yang disikapi pemerintahan dengan kekerasan justru semakin membuat rakyat marah, seperti pada 27 Desember 2010, sekitar 1000 orang penduduk Sidi Bouzid yang menuntut Ben Ali mundur. pic.twitter.com/8DhPtF6dXG
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
17. Pada tanggal yang sama juga, 300 pengacara menggelar aksi protes di ibu kota Tunis, tidak jauh dari istana kepresidenan Ben Ali. Pemerintah & aparat meredam aksi massa dengan cara kekerasan, sehingga menimbulkan gelombang perlawan yang semakin hari semakin besar jumlahnya.
Mazzini @mazzini_giusepe
18. Sementara Bouazizi yang menderita luka bakar disekujur tubuhnya sempat dipindahkan ke rumah sakit kota Ben Arous yang lebih lengkap peralatan medisnya, disana dia menjalani perawatan di Trauma Center and Burn.
Mazzini @mazzini_giusepe
19. Melihat gelombang kemarahan rakyat yang semakin hari semakin besar, Presiden Tunisia Zeid Al-Abidin Ben Ali, pada 28 Desember 2010, datang menjenguk Bouazizi sebagai bentuk simpati atas yang dia alami & juga untuk meredam amukan rakyat terhadap dirinya. pic.twitter.com/lNngTelMUy
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
20. Tapi semuanya sudah terlambat, api kemarahan & semangat revolusi Tunisia sudah sulit untuk dipadamkan oleh Ben Ali. 30 Desember 2010 aksi demonstrasi kembali terjadi serentak di 3 kota yaitu kota Monatsir, kota Shibka & kota Cebba, ketiga aksi ini dibubarkan secara paksa.
Mazzini @mazzini_giusepe
21. Mokhtar Trifi pada 31 Desember 2010, selaku ketua Liga Hak Asasi Manusia Tunisia (Ligue Tunisienne Des Droits De I'Homme) mengecam aksi brutal aparat yang membubarkan demonstran ditiap wilayah Tunisia.
Mazzini @mazzini_giusepe
22. 3 Januari 2011, para mahasiswa yang berjumlah 250 orang berdemonstrasi di kota Thala, selain menuntut mundurnya Ben Ali dengan membawa isu tingginya angka pengangguran & mahalnya biaya hidup, yang berujung anarkis.
Mazzini @mazzini_giusepe
23. Sementara itu, Perawatan intensif dokter tidak mampu menyelamatkan nyawa pedagang sayur & buah yang pemberani itu, pada 4 Januari 2011 (17 hari setelah aksi bakar diri) Mohammed Bouazizi wafat, kabar duka tersebut menyebar keseluruh dunia. pic.twitter.com/RnSVib4DWl
Expand pic
Load Remaining (27)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.