0
Fiersa Besari @FiersaBesari
BERBAGI SUDUT PANDANG PERIHAL HILANGNYA PENDAKI DI GUNUNG . [sebuah thread yang mungkin berguna untuk kawan-kawan yang hendak menggiati alam terbuka]
Fiersa Besari @FiersaBesari
Saya hendak menanggapi hilangnya Thoriq di gunung. Waktu ikut pelatihan navigasi darat dulu, Galih Donikara (salah satu mentor kami) pernah berkata bahwa di hutan, manusia mengundang bahaya dan alam mengandung bahaya. Cara untuk meminimalisir bahaya adalah: kenali hutan yang akan
Fiersa Besari @FiersaBesari
kita sambangi. Cari tahu medannya, jalurnya, konturnya, dsb. Sekarang ada Google yang mempermudah akses informasi. Kitanya saja yang malas, dan lebih senang bergantung pada kawan pendakian. Tidak perlu jauh-jauh mempelajari gunung, kadang di pendakian, air minum saja masih minta.
Fiersa Besari @FiersaBesari
Bukan tidak mau berbagi. Tapi, air minum adalah faktor terpenting yang mesti kita jaga. Kalau sampai ada apa-apa dan tersesat sendirian, bagaimana? Jika tidak terpaksa, bawa air minum dan makanan sendiri. Oke, kembali ke Thoriq. Saya tidak tahu kesiapan Thoriq dan kawan-kawannya
Fiersa Besari @FiersaBesari
untuk ke gunung seperti apa. Tapi dari berita yang saya baca, menyimak mereka yang berlari turun gunung ketika kabut datang, merupakan akibat rasa panik. Padahal, seorang kawan pernah berkata: di alam, rasa panik adalah pembunuh paling berbahaya. Kabut membatasi jarak pandang.
Fiersa Besari @FiersaBesari
Dengan medan terjal dan jalur yang sempit, yang seharusnya dilakukan adalah mengeluarkan kompas (sekarang sudah ada kompas digital di hp, tidak membawa kompas ke hutan bukanlah sebuah alasan), cari arah pulang, lalu jalan perlahan. Kemungkinan besar, Thoriq tidak tahu soal ini.
Fiersa Besari @FiersaBesari
Saya pernah bertanya pada Abah Djukardi β€œBongkeng” Adriana, apa yang mesti dibawa oleh pendaki? Beliau dengan tegas menjawab: fisik, mental dan pengetahuan. Sayangnya, tiga hal tersebutlah yang kini malah dikesampingkan. Padahal, mendaki gunung bukan perihal alat-alat tok.
Fiersa Besari @FiersaBesari
Tanpa bermaksud meremehkan kasus Thoriq. Tapi, selalu ada pendaki yang hilang di gunung. Selalu. Semuanya memiliki kemiripan kasus: kurangnya pengetahuan tentang gunung dan hutan. Semoga Thoriq lekas ditemukan. Semoga kita bisa lebih wawas diri. Bahwasanya, kegiatan di alam
Fiersa Besari @FiersaBesari
terbuka bukanlah main-main. Ada banyak bahaya yang mesti dihadapi. Bekali diri dengan fisik, mental dan ilmu yang mumpuni. Satu lagi, saya termasuk seseorang yang tidak percaya akan hal-hal mistis. Kalau Anda percaya, silakan. Jangan paksa saya bahas mistikisme gunung. Bagi saya,
Fiersa Besari @FiersaBesari
setiap gunung memiliki aturan yang mesti kita hormati. Menghormati tidak mesti meyakini. Kalau meyakini, nanti takutnya musyrik. Saya rasa, mendoakan orang-orang yang hilang di gunung agar cepat ketemu akan lebih baik dibandingkan menghubungkan dengan hal-hal mistis. Sekian
Daniswara @_Danis8
@FiersaBesari Dihubungkan dengan mistis adalah cara yang paling simpel untuk menutupi ketidaktahuan.
Daniswara @_Danis8
@FiersaBesari Dihubungkan dengan mistis adalah cara yang paling simpel untuk menutupi ketidaktahuan.
Fiersa Besari @FiersaBesari
@_Danis8 Seperti yang senantiasa masyarakat negeri ini lakukan dari zaman Tan Malaka membuat Madilog dahulu kala. Tidak berubah
Fiersa Besari @FiersaBesari
@_Danis8 Seperti yang senantiasa masyarakat negeri ini lakukan dari zaman Tan Malaka membuat Madilog dahulu kala. Tidak berubah
Jajanan_pasar @oqieeandika
@FiersaBesari Sambung doanya bung @FiersaBesari sya ikut gabung jdi relawan selama 10hr ini,Pencarian dari Basarnas sudah dihentikan,dan mulai hari senin hnya relawan yg terus mencari.Semoga lekas ditemukan dan berhentilah memberitakan hoax pic.twitter.com/P4xYc2DZYE
 Expand pic
Martabak Manis @derensaa
@FiersaBesari Kurangin motivasi naik gunung cuman buat upload IG pamer foto dipuncak, ujungnya persiapan nol, fisik mental diabaikan, pengetahuan pas2an.
Gusmardiana @callmegusmar
@FiersaBesari Prnh terpisah rmbongan waktu turun yg disebabkan kabut, ingat sekali wkt itu temen yg lain langsung blg jgn panik. Ttp berusaha tenang, walaupun di dada udh kembang kempis mikir yg aneh2. Alhamdulillah berkat ketenangan it allah mempermudahkan jln kmi kembali
chan @ochaniaa
@FiersaBesari ku juga pernah nyasar ko. tp emg selalu inget gaboleh panik. di hp jg ada kompas, tas gaboleh gada minum+alat defense diri sendiri. menyayangkan kejadian ini juga sih, semoga aja besok lusa semua yg mau aktifitas di alam ngerti kalo alam gak semudah itu.
𝒫𝒢𝓃𝒿𝒾 π“Žπ“Šπ’Ήπ’½π’Ά @yudhapanji_
@FiersaBesari Karena seberapa mahal gear yang kalian pakai di atas gunung bukan jaminan kalian akan baik baik saja. Bekali juga dengan pengetahuan tentang keadaan gunung yang akan kita daki setidaknya itu meminimalisir akan terjadinya musibah
Salmonella @Diotakmu
@FiersaBesari Naik gunung juga ada tata aturannya : kalo masih tinggal sama orang tua, minta izin dan doa..wajib, jangan lupa berdoa diawal dan diakhir pendakian. Saya termasuk orang yg percaya hukum alam, di alam kita gak boleh mengganggu alam sekitar kita, baik tumbuhan,satwa ataopun yg tak
Login and hide ads.