0
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Indonesia Butuh Sosok AHY (Adhesive, Holistic & Yardsticks) kompasiana.com/drsb/5d1d02840…
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
MK telah memutuskan menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo-Sandi. Sejalan dengan itu, KPU juga telah menetapkan Joko Widodo-Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia terpilih melalui Rapat Pleno pada Minggu, 30 Juni 2019. pic.twitter.com/BqDOHT3Uj1
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Dengan demikian, bisa dikatakan kontestasi Pilpres 2019 telah selesai, hanya menunggu jadwal pelantikan atau pengucapan sumpah/janji presiden-wakil presiden terpilih pada Agustus-Oktober 2019 mendatang. pic.twitter.com/Ux5A4bdFdr
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Akan tetapi, berakhirnya kontestasi Pilpres 2019 bukan serta-merta mengakhiri segala pertikaian yang telah dipupuk selama lima tahun ke belakang. Di lapisan bawah, gesekan antara pendukung paslon 01 dan paslon 02 masih terjadi. pic.twitter.com/vDGtxp5mnZ
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Tak heran, hingga hari ini masih ada suara yang mendorong Prabowo-Sandi untuk menolak rekonsiliasi dan bahkan ada daerah yang meminta pemisahan diri dari NKRI karena tidak terima Jokowi memenangi kompetisi. pic.twitter.com/Kd7wh8PlpS
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Di sisi lain, spanduk bertuliskan 'Jokowi Presidenku' yang tersebar dibanyak daerah seolah membuat Jokowi hanya menjadi presiden bagi sekelompok orang. pic.twitter.com/sx86FNc4bk
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara karena dapat menimbulkan resistensi di lapisan masyarakat. Selain gesekan antar pendukung, yang perlu dicatat dan disikapi dengan bijak adalah munculnya polarisasi politik identitas yang semakin menguat. pic.twitter.com/ruWwo9319M
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Masalah ini harus segala diatasi. Pihak yang kalah harus siap menghadapi kenyataan, dan pihak yang menang harus merangkul yang kalah dengan kebijaksaan. pic.twitter.com/l5JDzfTtIP
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Jika hal ini dibiarkan berlarut, maka potensi konflik akan menghambat proses demokrasi dan pembangunan yang hendak dilakukan ke depan. Untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut, bangsa ini sungguh sangat membutuh sosok AHY (Adhesive, Holistic & Yardsticks). pic.twitter.com/3FXLyFpNsW
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Adhesive adlh perekat. Indonesia yg terkoyak, tercabik, dn tercerai berai krn perbedaan pandangan politik serta pilihan, perlu kembali direkatkan. Ibarat potongan puzzle, Indonesia yang hari ini tercerai berai tdk cukup hanya disatukan, tp juga perlu direkatkan satu sama lainnya pic.twitter.com/sIT5aREPw6
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Sosok pemimpin yang merekatkan inilah, tidak hanya utopis politis tapi juga dengan tindakan nyata, yang akan membawa bangsa ini kembali dalam bingkai kebhinekaan yang diinginkan para pendiri bangsa. pic.twitter.com/DZLyRgMGSn
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Kedua, sosok yang dibutuhkan negeri ini adalah sosok yang mampu berpikir dan bertindak secara holistic (holistik). Secara defenisi holisitik berarti sikap yang menyeluruh dengan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin mempengaruhi tingkah laku manusia atau suatu kejadian. pic.twitter.com/cjKxj9wRGI
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Sederhananya, sikap holistik itu tidak hanya melihat permasalahan dari satu sudut pandang saja, tapi juga mempertimbangkan sudut pandang lainnya yang bahkan terkadang jarang disadari.
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Sikap holisitik ini membuat kita terhindar dari keputusan-keputusan premature yang merugikan diri kita dan atau mungkin merugikan orang banyak.
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Dua puluh tahun reformasi berlalu. Demokrasi dalam konteks ke-Indonesia-an yang tidak dipahami secara matang atau menyadur pemahaman demokrasi barat secara menyeluruh, membawa bangsa ini ke dalam kegamangan menatap hari esok.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.