3
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo

Dengan menulis, kamu akan banyak membaca. Dengan membaca, kamu akan irit bicara. Dengan irit bicara, lisanmu terjaga dari perkara yg sia-sia. #AyoMenulis ๐Ÿ“–๐Ÿ–Š

Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
[THREAD] SOCIAL MEDIA BEHAVIOUR ~ UNDERSTANDING K-POP FANDOM Kenapa K-Pop fanbase selalu jd sasaran usil banyak orang? Kenapa banyak akun hijrah yg suka nyentil isu K-Pop? Ada riset ilmiah menarik yg bahas soal social media behavior soal K-Pop Fandom. Mari coba kita ulas. pic.twitter.com/RfTa19ueio
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑ ุฎู…ู† ุงู„ุฑ ุญูŠู…. Dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sebelum masuk uraian panjang soal dunia K-pop fandom, saya mau survey dulu. Udah berapa lama Anda menjadi penikmat musik K-Pop?
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Berdasarkan data @pewresearch & @hootsuite, Indonesia punya kesamaan platform sosmed yg paling sering digunakan. 1. Youtube 2. Facebook 3. Instagram Sedangkan dari sisi usia user jg mirip. Data @pewresearch didominasi usia 18-29 tahun. @KATADATAcoid user Indonesia 19-34 tahun. pic.twitter.com/CZ2mJximf9
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Penggunaan sosmed tergantung pd karakteristik individu, seperti range usia (Chang, et al., 2015). Yg usia muda bersosmed untuk mencari social connectedness (Ryan, et al., 2017). Yg usia lebih tua cenderung mencari ketenangan batin, dengan konten2 positif (Chang, et al., 2015). pic.twitter.com/a75WWH18PW
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Farhud (2016) menjelaskan bagaimana dampak positif bersosmed : (1) komunikasi tak lagi terikat ruang dan waktu (2) bebas menyuarakan opini politik dan kampanye suatu isu penting pada publik (3) bisa belajar banyak hal baru yg mungkin tidak didapatkan di kelas/kampus pic.twitter.com/wTj6UDs8RH
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Namun Farhud (2016) jg menjelaskan aspek negatif sosmed : (1) Cyberbullying - online harrasment yg sering terjadi di platform sosmed (2) Rentan depresi - Ketika tidak mendapat validasi yg diinginkan (3) Suicidal - efek berantai dari cyberbullying/harrasment pic.twitter.com/KHiQ26QqsY
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Sosmed emang udah kyk pisau bermata dua. Data @pewresearch menunjukkan user di usia 18-29 tahun rentan terlibat dalam online harrassment. Khususnya cewek. Mereka menganggap online harrasment itu isu major yg gak bisa diabaikan. Gak sedikit yg kemudian merasa trauma setelahnya. pic.twitter.com/8QJWOU2A07
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Warming up selesai. Kita mulai masuk bahasan soal K-Pop. Hallyu wave mulai merebak pada tahun 2011-2012, bahkan hypenya sampe mancanegara. Data dari Korea Tourism Organizations, menunjukkan 53% orang interest sm K-Pop. 49% digemari oleh remaja usia 20tahunan. pic.twitter.com/AP1XVUc7Rs
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Fenomena K-Pop ini semakin menguat di tahun2 berikutnya. Setidaknya menurut data dari @billboard selama 2013-2016. Mulai dari North America sampe Aussie. Saat itu industri pasar K-Pop didominasi oleh Super Junior dan Bigbang. Tercatat sbg artis dengan konser terbanyak. pic.twitter.com/uZRTMAyuJv
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
K-Pop fever ternyata makin menguat dengan munculnya wajah wajah baru di tahun 2017-2018. Posisi pasar industri K-Pop bergeser dan saat ini didominasi oleh wajah baru, seperti BTS dan Blackpink (Jennieee omg ๐Ÿ˜š). Berikut data @YouTube chart yg dilansir dari @allkpop. pic.twitter.com/ovOMJAlf1U
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Bagaimana dengan Indonesia? Tahun 2016, @OnJakpat melakukan riset dengan sampel size 793 responden yg ngeklaim dirinya K-Pop fans. 66% didominasi oleh cewek. 53% mulai suka K-Pop pada tahun 2011-2015. Persis saat lagi ngehype-nya Hallyu Wave. 37% suka K-Pop karna musiknya. pic.twitter.com/aHEGjcIsi8
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Apa social media behavior mereka? Fanbase jd sarana mereka update dan bertukar informasi. 67% follow akun personal idol mereka. 21% bahkan belain bikin akun khusus buat fangirling. 38% pasti membeli merchs officialnya. 66% spending +-100rb untuk aktivitas fandom tiap bulannya. pic.twitter.com/oyoeKC4RkQ
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
WHY IS K-POP BECOME THAT BIG?? Oh dan Lee (2013) berpendapat bahwa Youtube berperan besar dalam advertising dan "mendistribusikan" musik K-Pop kepada seluruh netijen di dunia. Berbeda kalo harus jualan lewat label musik atau kerjasama dgn TV lokal yg jangkauannya terbatas. pic.twitter.com/DykxetU1Mj
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Pendapat Oh & Lee (2013) diatas senada dengan riset Messerlin & Shin (2016), yg melihat kesuksesan K-Pop memanfaatkan platform internet. Hal itu ditunjang dgn infrastruktur teknologi mereka yg memadai dan strategi marketing dari pihak firm/agency idol artist yg bersangkutan. pic.twitter.com/8ZbIzOhrht
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Bagi agency/firm, K-Pop adalah industri bisnis/profit oriented. Lain halnya dgn sudut pandang fans yg menilai K-Pop sudah jadi bagian dari social identities (Williams, 2016). Bahkan mereka mampu memilah gimana true fans harus bersikap dan gimana fans yg udah berlebihan (Sasaeng). pic.twitter.com/5ffiymENHC
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Karna sudah menjadi social identities, loyalitas pd salah satu grup atau penyanyi K-pop menjadi koentji dalam fan culture (Cho, 2017). Ultras K-Pop fan garis keras bisa habiskan banyak waktu untuk update info soal idol mereka dan sharing emotinal stuff ke dalam fandom mereka. pic.twitter.com/EHU40WbaZU
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Krna masing2 agency bersaing menguasai market dan tercipta social identities di kalangan fans, terciptalah suatu kompetisi. Masalahnya, menurut Tinaliga (2018) tidak semua persaingan itu berlangsung sehat. Khususnya di kalangan fans yg berujung saling serang dgn fandom lain. pic.twitter.com/tnXnCRvCnq
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Diatas udah dipaparkam pengguna internet didominasi oleh usia 18-34 tahun. Fans K-Pop rata-rata usia 20 tahunan. Dan rata2 user internet yg terkena online harrasment/cyberbullying ada disekitar umur 18-29 tahun juga. Mulai kelihatan dan paham polanya ya? ๐Ÿ˜‚ pic.twitter.com/mDgX55aBRX
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Menjawab pertanyaan kenapa fandom k-pop selalu jadi sasaran usil orang lain, saya punya opini dgn meminjam definisi dari @Wikipedia ttg publicity stunt. intinya adalah suatu hal yg direncanakan untuk menarik perhatian publik demi mencapai kepentingannya sendiri. ๐Ÿ˜€ pic.twitter.com/j6Bejl4DZX
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Publicity stunt bisa dimaksudkan untuk tujuan baik. Untuk menaikkan citra diri misalnya. Biasanya kalo artis melakukan strategi ini, artinya dia lagi coba menarik simpati dari kalangan di luar circle fansnya. contoh publicity stunt yg nebeng K-Pop. twitter.com/septemburn/staโ€ฆ
๐ŸฆŒ @septemburn
SEMUA ORANG AKAN KPOP PADA WAKTUNYA EMANG BENER TP GAK NYANGKA KALO INI ORANG BAKALAN KPOP JUGA pic.twitter.com/Vd7rarg7Qq
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Krna publicity stunt intinya menarik perhatian publik demi kepentingannya, kadang ada yg sengaja bikin kontroversi biar dapat panggung dari komunitas fandom K-Pop. yg mana akhirnya mereka viral dan banyak orang tau. makanya akun hijrah sering gini biar followers mereka naik ๐Ÿ˜† pic.twitter.com/9HVQucCBuR
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Kenapa kok fandom K-Pop?? Karna social identities yg sudah terbentuk kemudian membuatnya bersikap defensif ketika fandom atau idolnya diserang. Gak jarang mereka malah menyerang balik. Inilah yg jd alasan kenapa orang suka "usil". They want your reaction and they get it.
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Apalagi mayoritas Kpop fandom dominasi cewek. Dan yg usil cowok insecure yg MUNGKIN pernah punya pengalaman sedih sama cewek K-Pop. Makin menjadilah itu usilnya mereka. Iya kalo cuma usil, gak sedikit yg kadang berujung sampai online harrasment. Kata2 kasar keluar gak kefilter.
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.