0
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID

Berjuang menciptakan masa depan Bumi yang hijau dan damai dengan berkampanye untuk mengubah perilaku dan mendorong perubahan dengan aksi kreatif tanpa kekerasan

https://t.co/oRm8wuI8PM
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Selamat Pagi Warga Jakarta, hari ini Greenpeace melakukan konferensi pers mengenai "Jakarta's Silent Killer". Apa itu? Ikuti tweet kami..
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Ternyata polusi udara di Jakarta tidak hanya disebabkan oleh kendaraan bermotor yang kita temui sehari, tapi juga dari emisi PLTU Batubara
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Rencana penambahan PLTU Batubara yang berada dalam radius 100 km dari Jakarta akan makin memperburuk kualitas udara Ibukota 😷 pic.twitter.com/75bOyFGekI
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, industri adalah penyumbang terbesar terhadap pencemaran udara 💨 pic.twitter.com/98jChQcL9p
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Polusi udara dari PLTU Batubara yang ada disekitar Jakarta ini akan memperburuk kesehatan warga dan meningkatkan resiko kematian dini. pic.twitter.com/a0boeeNvIu
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Hal ini makin diperparah dengan lemahnya standar emisi kita terhadap gas buang PLTU Batubara, jika dibandingkan dengan negara lain. pic.twitter.com/oyPHPZTezz
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
10.680 kematian dini dan 2820 bobot lahir rendah/tahun diperkirakan akan terjadi jika PLTU Batubara terus dibangun di sekeliling Jakarta pic.twitter.com/BNUG2XYhWe
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Pembicara selanjutnya, yaitu Dirjen Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Dr Imran Agus Nur Ali, bagaimana pengamanan dampak pencemaran udara pic.twitter.com/hMPq7Eyj2o
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat Indonesia, terutama anak kecil.
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Ini adalah beberapa dampak pencemaran udara terhadap kesehatan kita 😷 pic.twitter.com/5EYd0Zmgwk
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Anak-anak, Ibu hamil, lansia, penderita sakit paru dan jantung, pegiat olahraga luar ruang, adalah yang rentan terhadap pencemaran udara pic.twitter.com/nL0EMbGExS
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Pencemaran air dan tanah sering menjadi prioritas karena terlihat, namun tidak dengan pencemaran udara yang tidak bisa dideteksi tanpa alat.
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Dr Ivan Meidika Kurnia dari Globular Health Initiative akan paparkan seperti apa bahaya polusi udara yang sayangnya sering diremehkan pic.twitter.com/jPBeXO1aDj
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Kanker Paru, Stroke, Penyakit Jantung, Kelahiran Prematur, dan Berat Bayi Rendah adalah beberapa dampak buruk dari pencemaran udara 😷 pic.twitter.com/UqE6Puv8za
Expand pic
Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID
Sayangnya pelayanan kesehatan lebih dilihat sebagai solusi daripada perlindungan lingkungan yang lebih berkontribusi pada kesehatan kita pic.twitter.com/d6FcsQIil9
Expand pic
kumparan @kumparan
[THREAD] Pagi ini, Jakarta jadi kota dengan polusi udara terburuk di dunia. Kalian ngerasa nggak, sih? #kumparanSAINS bit.ly/2L8gpBM pic.twitter.com/L9RQH0tFAF
kumparan @kumparan
Bagi warga DKI Jakarta, tampaknya harus selalu sedia masker saat pergi ke luar rumah. Data ini menurut AirVisual, yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia. #kumparanSAINS bit.ly/2L8gpBM pic.twitter.com/SvUMUL5UkZ
kumparan @kumparan
Setelah nama Jakarta muncul dalam urutan pertama kota dengan dengan tingkat polusi tertinggi, ada kota Lahore di Pakistan, Hanoi di Vietnam, Dubai di Uni Emirat Arab, serta Wuhan di China yang masuk lima besar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi dunia. #kumparanSAINS
kumparan @kumparan
Balik lagi deh, kenapa bisa begitu, ya? Diketahui, di Lebak Gede, Banten, hujan debu menjadi hal yang biasa terjadi sejak dua tahun lalu. Lahan seluas 56 hektare dibuka sejak 2017 untuk pembangunan PLTU Suralaya Jawa 9 dan Jawa 10. bit.ly/2YaRh0T pic.twitter.com/ppTIhsII2A
kumparan @kumparan
Bagi masyarakat di sekitar Proyek PLTU Suralaya Jawa 9 dan 10, truk yang lalu lalang di lahan itu sudah menjadi pemandangan biasa. bit.ly/2YaRh0T pic.twitter.com/W2dvJePhKP
kumparan @kumparan
Yap, udara Jakarta dikepung oleh pembangunan PLTU Batu Bara. @GreenpeaceID sempat mempersoalkan proyek itu karena mengganggapnya akan berkontribusi meningkatkan polusi udara di Ibu Kota.
kumparan @kumparan
@GreenpeaceID Bagaimana tidak, PLTU menghasilkan polutan berbahaya seperti Nitrogen Dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), Merkuri, Cadmium, Arsenik, dan lain sebagainya. Selain itu ada pula PM (particulat matter) 2,5 partikulat berukuran kecil yang tak kalah berbahaya. bit.ly/2YaRh0T pic.twitter.com/nAjank1Ppm
kumparan @kumparan
@GreenpeaceID Juru Kampanye Iklim dan Energi @GreenpeaceID, Didit Haryo, menjelaskan polutan yang dihasilkan PLTU batu bara bisa menyebar hingga radius 100 kilometer. Saat ini, ada 8 PLTU batu bara dengan 22 unit tower yang beroperasi di sekitar Jakarta. bit.ly/2YaRh0T
kumparan @kumparan
@GreenpeaceID Tanggapan kalian, gaes? Jangan lupa gunakan masker jika beraktivitas di luar rumah ya, warga DKI... pic.twitter.com/RWQK0bd3Pj
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.