Selepas OTT, Kejagung Ingin Bangun Sinergi dengan KPK Tangani Korupsi

Perkara operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dinilai menjadi momentum membangun sinergi Kejaksaan Agung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani perkara tersebut.
Korupsi ARMYSelcaDay savekpk SelamatHariBhayangkara Jokowi2Periode ott kpk jokowilagi
0
Nisa Kurnia @NisaKurnia20
Selepas OTT, Kejagung Ingin Bangun Sinergi dengan KPK Tangani Korupsi bit.ly/2RNOnfX pic.twitter.com/520taB2jmn
Expand pic

Koran Sulindo – Perkara operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dinilai menjadi momentum membangun sinergi Kejaksaan Agung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani perkara tersebut. Terlebih penegakan hukum terutama dalam hal pemberantasan korupsi, KPK tidak akan bisa berjalan sendirian.

“KPK berdiri dimaksudkan untuk menguatkan lembaga Kejaksaan dan Kepolisian RI dalam memberantas korupsi. Kasus ini menjadi momentum membangun sinergi antara KPK dan Kejaksaan memberantas korupsi, terutama dalam menangani perkaranya,” tutur Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Jan S. Maringka dalam keterangan resminya di Jakarta.

Dikatakan Jan, dalam konteks OTT kali ini, pihaknya sebaiknya diberi kesempatan untuk menangani perkara yang melibatkan oknum jaksa dan pihak lainnya. Kejaksaan disebut akan membuat terang kasus ini hingga tuntas. Bahkan Jan berjanji akan menyelesaikan kasus ini dalam waktu tidak lama berdasarkan bukti serta data-data yang ada.

Kejaksaan Agung, demikian Jan, akan menangani 2 jaksa yang terkena OTT oleh KPK pada Jumat (28/6) sore kemarin. Sedangkan, pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan ditangani KPK. Merujuk kepada hal itu, maka ada 3 pihak yang akan ditangani KPK, termasuk Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta Agus Winoto (AW).

Baca Selengkapnya : https://bit.ly/2RNOnfX

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.