KONGKALIKONG DIBALIK MAHALNYA TIKET PESAWAT (Sebuah Utas) | By @PartaiSocmed

Langkah pertamanya adalah melakukan predatory pricing agar kompetitor kecil mati atau di akuisisi. Setelah kompetitor keok maka mereka melobi Kemenhub untuk melindungi kartelnya.
garuda LION duopoli budikarya publicpolicy law buzzer
5
#99 @PartaiSocmed
KONGKALIKONG DIBALIK MAHALNYA TIKET PESAWAT (Sebuah Utas) pic.twitter.com/Pi8Q5RXNUq
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Banyak yg belum tahu bahwa mahalnya tiket pesawat saat ini adalah hasil kongkalikong jahat segelintir pihak dengan mengorbankan kepentingan bangsa dan masyarakat. Dan sama sekali bukan karena karena alasan2 yg disampaikan oleh pihak maskapai maupun pihak Kemenhub.
#99 @PartaiSocmed
Mahalnya tiket pesawat yg terjadi saat ini adalah buah dari kesalahan dua maskapai besar nasional kita, yaitu Lion dan Garuda. Kesalahan merekalah yg sekarang harus dibayar seluruh bangsa ini karena secara tidak sadar kita sudah tertawan oleh duopoli maskapai tersebut.
#99 @PartaiSocmed
Kesalahan Lion adalah ekspansi yang terlalu brutal dalam pembelian pesawat, yg akhirnya menempatkan perusahaan itu dalam kesulitan keuangan.
#99 @PartaiSocmed
Baiklah, mari kita lanjutkan kultwit yg tertunda ini
#99 @PartaiSocmed
Kesalahan Garuda adalah karena korupsi dan inefisiensi serta kesalahan pembelian pesawat yg penuh nuansa "Succes Fee".
#99 @PartaiSocmed
Kita mulai dari Lion dulu lalu disambung dengan Garuda.
#99 @PartaiSocmed
Kita sebagai bangsa Indonesia mungkin pernah bangga dengan prestasi Lion membeli pesawat besar-besaran. Sedemikian fenomenalnya pembelian pesawat Lion tercatat sebagai pembelian pesawat terbesar sepanjang sejarah Boeing!
#99 @PartaiSocmed
Tak kurang Presiden Obama dan Presiden SBY menjadi saksi penandatanganan kontrak pembelian pesawat Boeing terbesar sepanjang sejarah itu. Nilainya, lebih dari 300 triliun rupiah untuk kurs dollar Rp 14.000
#99 @PartaiSocmed
Seperti kecanduan memecahkan rekor, setelah kontrak pembelian Boeing di tahun 2011, Lion juga melakukan belanja pesawat besar-besaran ke Airbus dengan nilai fantastis yaitu Rp 336 triliun untuk kurs dollar Rp 14.000.
#99 @PartaiSocmed
Sebagai gambaran betapa fantastisnya ekspansi Lion itu, angka kontrak pembelian pesawat yg dilakukan pada tahun 2011 (Boeing) dan 2013 (Airbus) setara dengan 45 persen cadangan devisa Indonesia saat itu.
#99 @PartaiSocmed
Rusdi Kirana mengaku bahwa pembiayaan utk pembelian pesawat besar2an itu berasal dari kredit sindikasi bank internasional. Tapi aturan dunia internasional dlm hal jual beli pesawat menyebutkan pemilik maskapai harus menyediakan modal minimal 30 persen dari total nilai pembelian
#99 @PartaiSocmed
Anggap saja total nilai pembelian dari kedua pabrikan pesawat tersebut minimal Rp 600 triliun. Artinya Rusdi Kirana harus menyediakan dana segar minimal Rp 180 triliun. Duit dari mana?
#99 @PartaiSocmed
Tak ada yg tahu tetapi banyak pihak pihak mengait2kan hubungannya dengan keluarga JK dan group Singtel. pic.twitter.com/H06IRmNZTh
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Nah, ketika kami menyebut nama pak JK sekarang jadi paham dong kenapa @kurawa tiba2 begitu ngotot bikin pembelaan sampai pakai cara2 fitnah pula?
#99 @PartaiSocmed
Ketika ditanya apa jaminan Rusdi Kirana dalam pembelian pesawat gila2an itu, dia jawab: "Saya menjual negara ini, yang saya jual itu Merah Putih!"
#99 @PartaiSocmed
Rusdi Kirana dengan bangga menjaminkan bangsa ini, namun transaksi sebesar itu tentu harus diamankan. Dengan pembelian pesawat gila2an yg dia lakukan, Lion menjadi perusahaan yg "too big to fail"
#99 @PartaiSocmed
Nah, sebagai perusahaan yg "too big to fail" maka Lion bisa mendikte kebijakan pemerintah agar utangnya tidak macet dan kolaps. Pemerintah tidak akan membiarkan Lion bangkrut. Jadi benar kata Rusdi Kirana, "saya menjual negara ini, yang saya jual itu Merah Putih"
#99 @PartaiSocmed
Satu hal yg perlu diingat, Rusdi Kirana menjaminkan bangsa ini utk membeli pesawat yg hasilnya sebagian digunakan juga untuk melayani rute domestik negara2 lain. Seperti Thai Lion Air (Thailand), Malindo (Malaysia) dengan tarif yg lebih murah dibanding tarif domestik di Indonesia
#99 @PartaiSocmed
Jadi bangsa ini yg dijadikan jaminan dan merah putih yg dijual tapi benefitnya dinikmati oleh rakyat negara lain. Lalu para buzzer berbusa2 ngoceh penting masyarakat memahami kesulitan maskapai penerbangan itu.
#99 @PartaiSocmed
Silakan di cek saja harga tiket penerbangan domestik di Malaysia dengan Malindo Air atau di Thailand dengan Thai Lion Air dengan harga tiket domestik di Indonesia dengan Lion Air. Murah mana coba?
#99 @PartaiSocmed
Jika benar harga tiket domestik yg dijual Malindo di Malaysia dan Thai Lion Air di Thailand jauh lebih murah drpd harga tiket Lion di Indonesia maka RAKYAT INDONESIA SUDAH MENYUBSIDI RAKYAT NEGARA2 TETANGGA. Inilah nasionalisme seorang Rusdi Kirana.
#99 @PartaiSocmed
Kesalahan Lion Air lainnya adalah beragamnya jenis pesawat yg dibelinya. Hal ini menyebabkan inefisiensi terutama di biaya maintenance. Hal sebaliknya dilakukan oleh Air Asia yg hanya mengoperasikan satu jenis pesawat sehingga biaya maintenance-nya bisa ditekan jadi murah
#99 @PartaiSocmed
Ketika kita naik Lion Air di kursi penumpang selalu tersedia booklet pamer beragamnya jenis pesawat yg dimiliki Lion. Tak sadar bahwa beragamnya jenis dan produsen pesawat yg dioperasikan Lion Air itulah penyebab inefisiensi.
#99 @PartaiSocmed
Sekarang kita lanjut ke Garuda ya..
Load Remaining (32)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.