2
dubidubidu.ae @sitasentris
Pengalaman menginap di rumah gadang yang sebenar-benarnya rumah gadang. Recommended buat kamu yang pengen Ke Sumatera Barat dan mencoba sensasi berbeda. — A Thread — pic.twitter.com/xYmuL3kMCZ
Expand pic
Expand pic
Expand pic
dubidubidu.ae @sitasentris
Jadi 2017 akhirnya aku nemu penginapan yang bener* rumah gadang. Dari dulu pengen banget tidur di rumah gadang. Tapi browsing di aplikasi hotel nggak ada yang bener* sesuai keinginanku. Nah suatu waktu pas kebetulan main ke Sumbar, akhirnya nemu rumah gadang nantigo ini.
dubidubidu.ae @sitasentris
Nemu di airBNB, dan ternyata ada kok di traveloka atau situs booking lainnya. Akunya aja yang malas nyari mungkin karena sangkin banyaknya hotel di sekitar Bukittinggi. Aku pesen di airbnb waktu itu kayaknya 400an rb deh, nggak tau kalau sekarang.
dubidubidu.ae @sitasentris
Lokasi @RGNantigo ini di tengah kampung gitu, jadi aku dari Padang naik Angkutan ke Payakumbuh, terus berenti di Simpang Biaro, terus nyambung naik ojek buat sampai ke penginapan ini.
dubidubidu.ae @sitasentris
Bekal komunikasi di Airbnb, aku janjian sama yang mengelola rumah gadang ini. Jadi rumah gadang ini sebenernya punya kaum, yang punya suku Jambak. Sudah hampir seabad. Tiang-tiangnya pun masih asli banget. Aku tau ini sih dari mb ina, yang pengelolanya.
dubidubidu.ae @sitasentris
Duh berantakan banget aku ceritanya. Oke jadi gini, nantigo ini nggak begitu jauh dari Bukittinggi, jadi kalau kamu rencana menginap di Bukittinggi, mending geser dikit ke Nantigo ini, sungguhlah kamu akan merasakan kehidupan yang sebenar*nya minang.
dubidubidu.ae @sitasentris
FYI, penginapan ini nggak ber-AC tapi kalo malem dingiiiiin. Untuk mandi ada air hangatnya kok. Kamar mandi diluar rumah gadang tapi sudah nyambung, jadi nggak perlu takut (rumah gadang jaman dulu, mandinya di sungai).
dubidubidu.ae @sitasentris
Ini ruang tengahnya, di sini ada 5 atau 6 kamar gitu aku lupa. Tiap kamar ada namanya, nah nama* itu diambil dari nama anak perempuan pemilik rumah gadang ini. Jaman dulu, anak laki-laki nggak tinggal dirumah, mereka tinggal di surau. Jadi yang dikasih kamar anak yang perempuan. pic.twitter.com/3TgMWm4i5A
Expand pic
dubidubidu.ae @sitasentris
Ada welcome drink dan cemilan. Cemilannya opak, eh pada tau opak nggak sih ? Di Jawa sih namanya opak. Minumannya disediain kopi, teh, dan tentunya kawa daun (khas sumbar bener) pic.twitter.com/oAK5y9auAy
Expand pic
dubidubidu.ae @sitasentris
Nah ini kamarnya, aku ngefoto ngebelakangi jendela. Kamarnya nyamaaan. oya buat nginap di sini nggak bisa lawan jenis satu kamar kalau belum resmi menikah ya ? Aturan ini sih berlaku disemua penginapan di Sumbar. Perhatiin deh detail dindingnya, bener* kayak kembali ke masalalu pic.twitter.com/aWNvFKW8Wb
Expand pic
dubidubidu.ae @sitasentris
Pagi pagi jam 6 atau jam 7 gitu, buka jendela dan beginilah pemandangannya. Suara ayam dan hewan lainnya jelas banget. Asri banget kan buat refresh diri. Aku aja ketagihan nginap di sini sampai 2x 😂 pic.twitter.com/yewFswuK8l
Expand pic
dubidubidu.ae @sitasentris
Paginya sarapan ini, khas sumbar banget. Sarapan katan + pisang goreng dengan kawa daun hangat. Malem sebelumnya akan ditanyain pengen sarapan apa. Kayaknya ada 3 pilihan deh, selain ini ada nasi goreng rendang dan pical. pic.twitter.com/e8b3jReOi0
Expand pic
dubidubidu.ae @sitasentris
Setelah sarapan, Kak Ina nawarin aku buat foto*. Jadi di Nantigo ini, mereka menyediakan pakaian khas minang (baju kurung namanya kalo nggak salah) buat mengabadikan momen kita di sini. Gratis ! Oya kayaknya dia minjemin sepeda sama caping juga deh. Cuma aku nggak coba. pic.twitter.com/Cq9Xu2nIJd
Expand pic
Expand pic
dubidubidu.ae @sitasentris
Karena siangnya aku gabut nggak ngapa*in di penginapan, kak ina sorean ngajakin aku naik ke bukit yang nggak jauh dari penginapan. awalnya aku iya*in aja eh ternyata pas sampai bukitnya bisa liat danau tarusan kamang, itu lho danau yang ada di film tenggelamnya kapal vanderwick
dubidubidu.ae @sitasentris
Nih hasil jepretannya kak ina. Sedih banget waktu aku ke sana kebetulan danaunya lagi mengering. Tuh perbandingannya kalau pas danaunya berair. Danau ini ajaib banget, dalam semalam bisa berubah. Mau kering ataupun berair tetep danaunya cantik dan nggaknjauh dari penginapan. pic.twitter.com/RCMGTz7xpU
Expand pic
Expand pic
dubidubidu.ae @sitasentris
Oke, segitu aja aku bagi pengalamanku di penginapan yang tak terlupakan dan ingin rasanya ku balik lagi.
Piak Banun @SesraK
@arsitamiraw @infoSumbar Terimakasih sudah ngeshare negri sumbar ku mba🙏👍
AnDiana Moedasir™ @andiana
@arsitamiraw Tandain dulu. Wat hanimun. *haiyah* 💃 Makasih ya,infonya.🙏
dubidubidu.ae @sitasentris
@andiana Etapi nggak bole berhubungan suami istri yak di sini hehe
AnDiana Moedasir™ @andiana
@arsitamiraw Bukan untuk itu juga tujuannya. Emang hobi backpacking. 😬
dubidubidu.ae @sitasentris
@andiana Iya ka, maksudnya kalopun sudah menikah, disini peraturannya ngga boleh gitu. Soalnya nanti kasurnya reot haha. Maka dari itu kurang cocok buat honeymoon. Karena kan honeymoon identik setelah menikah persis tuh.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.