2
kang edit @editor_magang

bekerja untuk @mediakita | suka sibuk ngedit sampai lupa waktu, padahal penginnya lupain kenangan manis bersama dia.

kang edit @editor_magang
Perihal pajak dan hitung-hitungaan hak royalti sebagai penulis. —- A THREAD —-
kang edit @editor_magang
Yang mungkin dimaksud pajak, sebenarnya ada dua: 1. buku yang dikenakan pajak (ppn) dan 2. pajak penghasilan penulis dari royalti yang didapatkan.
kang edit @editor_magang
Untuk no.1 semisal dulu harga buku 50ribu, karena ada pajak ini harga buku jadi 55ribu. Untuk no.2 penghasilan royalti penulis dikenakan pajak (sementara) 15%. Bukti potong biasanya dikirimkan oleh penerbit. Yang Tere Liye sempat ributkan pajak penghasilan (yang no.2)
kang edit @editor_magang
Udah paham bedanya belum? Diem diem aja, bikin ngantuk padahal mau jelasin.
kang edit @editor_magang
Jika ingin cari tahu kenapa buku dikenakan ppn, karena ada undang-undangnya. Googling aja barang apa yang gak kena ppn. Karena sempat heboh, akhirnya pemerintah memutuskan ada kategori buku yang tidak kena pajak, salah satunya buku pendidikan. So, buku jenis novel = kena pajak.
kang edit @editor_magang
Lalu pajak penghasilan penulis. Sebenarnya potongan 15% dari royalti itu sementara. Jika penulis melaporkan wajib pajak tahunannya & menyertakan bukti potong, lalu setelah dihitung ternyata potongan 15% itu melebihi dari kewajiban, uang akan dikembalikan. Istilahnya “Lebih bayar”
kang edit @editor_magang
Pajak ini ada aturannya. intinya kalo income dikit bayar pajaknya juga dikit, bahkan bisa gak kena bayar jika income per tahun di bawah 50 juta. potongan 15% akan dikembalikan karena ternyata anda miskin. Nah, yg income-nya banyak kayak Tere Liye, ya kena pajaknya juga gede.
kang edit @editor_magang
Ini masalah pajak udah beres belum? Lanjut ke royalti nih.
kang edit @editor_magang
Bahas Royalti yak. Ini sebenarnya tergantung kebijakan penerbitnya. Polanya bisa beda beda. Disclaimer: ini hitung-hitungan standar pada umumnya ya.
kang edit @editor_magang
Angka standar royalti biasanya: 10% dari total penjualan (yang dikurangi ppn). Jadi harga buku dengan ppn yang tadi Rp55.000, hak penulis per satu eksemplar buku adalah Rp5.000 (kan 10% dari harga buku non-ppn Rp50.000). Kecil ya? Ke mana 90%-nya?
kang edit @editor_magang
Sebenernya keuntungan penerbit pun 10%. Jadi istilahnya sisa 20% di ujung dibagi 2 sama penulis. Harusnya fair dong? penulis yang punya konten, penerbit yang punya modal dengan resiko buku tidak laku. Lalu 80%-nya ke mana? Paling besar adalah ke distributor, toko buku, dan cetak.
kang edit @editor_magang
Distributor, toko buku, dan biaya cetak itu mencapai sekitar 70%. Sisa 10%-nya itu buat fix cost redaksional dan promosi (termasuk gaji kami di redaksi dan promosi): editor, desainer, staff promosi, bagian support (sekred, admin, hrd, accounting, dll).
kang edit @editor_magang
Jadi kalo ada yang bilang terbit indie merasa lebih profit, kurang tepat. Karena kalo penulis terbit mayor tapi bisa ambil peran toko buku, bisa jual sendiri bukunya, eug yakin akan lebih profit. Karena porsi % paling besar itu memang untuk yang jual.
kang edit @editor_magang
Hmm... thread-nya kok bercabang? Karena ada hal penting yang mau di-share, lanjutin di sini aja ya.
kang edit @editor_magang
Perihal royalti, saya yakin para penerbit sudah cukup sadar untuk bersikap fair ke penulis sebagai pengisi konten. Jika profesi sebagai penulis dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup, itu lain soal dan memang jadi PR bersama. Kapan-kapan kita diskusi tentang ini.
kang edit @editor_magang
Bangun-bangun banyak yang nanya detail perihal pajak, padahal thread awal cuma mau bahas royalti (dengan sedikit info pajak). Baiklah, kita coba bahas pajak penulis lebih detail pagi ini ya. —Sebuah Utas di dalam A Thread—
kang edit @editor_magang
Pajak ini ada aturannya. intinya kalo income dikit bayar pajaknya juga dikit, bahkan bisa gak kena bayar jika income per tahun di bawah 50 juta. potongan 15% akan dikembalikan karena ternyata anda miskin. Nah, yg income-nya banyak kayak Tere Liye, ya kena pajaknya juga gede.
kang edit @editor_magang
Ini masalah pajak udah beres belum? Lanjut ke royalti nih.
kang edit @editor_magang
Bahas Royalti yak. Ini sebenarnya tergantung kebijakan penerbitnya. Polanya bisa beda beda. Disclaimer: ini hitung-hitungan standar pada umumnya ya.
kang edit @editor_magang
Perihal pajak penulis beserta simulasinya bisa baca di: goo.gl/JsBs6Y
kang edit @editor_magang
Angka standar royalti biasanya: 10% dari total penjualan (yang dikurangi ppn). Jadi harga buku dengan ppn yang tadi Rp55.000, hak penulis per satu eksemplar buku adalah Rp5.000 (kan 10% dari harga buku non-ppn Rp50.000). Kecil ya? Ke mana 90%-nya?
kang edit @editor_magang
Sebenernya keuntungan penerbit pun 10%. Jadi istilahnya sisa 20% di ujung dibagi 2 sama penulis. Harusnya fair dong? penulis yang punya konten, penerbit yang punya modal dengan resiko buku tidak laku. Lalu 80%-nya ke mana? Paling besar adalah ke distributor, toko buku, dan cetak.
kang edit @editor_magang
Distributor, toko buku, dan biaya cetak itu mencapai sekitar 70%. Sisa 10%-nya itu buat fix cost redaksional dan promosi (termasuk gaji kami di redaksi dan promosi): editor, desainer, staff promosi, bagian support (sekred, admin, hrd, accounting, dll).
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.