MK Bukanlah Mahkamah Kalkulator, Apatah Lagi Mahkamah Kentut

Walaupun kecurangan pilpres baunya santer seperti kentut di keramaian, bukan berarti Kita bisa seenaknya menuduh, apa lg menarasikan adanya kentut, tanpa bisa membuktikannya secara meyakinkan
kalkulator mahkamah pilpres sengketa 02 sidangmk kentut konstitusi presiden 01
0
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Menyimak sebentar paparan Hakim MK, sepertinya semua dalil a quo dan bukti ditolak. Beginilah memang ketika hanya berpegang pada pembuktian materiil, dari semula persidangan sy sangat ragu kalau gugatan @prabowo @sandiuno akan dikabulkan mahkamah
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Terlebih singkatnya masa persidangan, kualitas kesaksian, dan tdk adanya kewenangan pembuktian hanya membuat gugatan tim hukum @prabowo @sandiuno seperti sia-sia, karena hasil akhirnya sudah bisa ditebak
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Bahwa gugatan yang tak bisa dibuktikan secara materiil hanyalah dianggap sebagai narasi, yg melegitimasi apa yg diwacanakan pendukung 01 selama ini: kecurangan hanyalah narasi #SidangMK
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Mendalilkan kecurangan yg dilakukan petahana di depan MK mirip seperti menuduh orang kentut di tengah kerumunan, santer baunya tapi nggak lantas membuat kita bisa menuduh seenaknya, kecuali si pelaku mengaku #SidangMK
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Dan itulah yg terjadi dgn pilpres kemarin, semua org jelas mencium adanya indikasi kecurangan, namun tak dapat dibuktikan secara meyakinkan, sehingga secara materiil bs dianggap tdk ada kecurangan #SidangMK
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Bila hal sesepele kentut aja kita nggak bisa buktikan, apa lg kecurangan petahana yg sifatnya TSM. Walaupun begitu tak eloklah kalau mendegradasi MK yg mulia yg mulia mjd Mahkamah Kentut, sbgmn bbrp waktu lalu sempat didegradasi sbg Mahkamah Kalkulator #SidangMK
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Sbgmn kita cuma bisa merutuk saat mencium kentut di keramaian, maka sepertinya saat ini pun para pendukung @prabowo @sandiuno hanya bisa merutuk kecurangan & keputusan @Humas_MKRI dan dgn berat hati menerimanya #SidangMK
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Utk selanjutnya hidup damai di bawah rezim yg sedang berjaya. Krn hakikat dunia mengajarkan bahwa hidup itu memang tak adil, agar kita selalu merindukan keadilan sejati di hari yang dijanjikan, di akhirat nanti, saat pengadilan terakhir dilangsungkan #SidangMK
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Harus kita maklumi bahwa Hakim @Humas_MKRI bukanlah Tuhan, sehingga apa pun keputusan yg dihasilkan tak akan mendekati keadilan-Nya. Siapa pun yg merasa diberlakukan tdk adil, lebih baik mengadukannya ke Yg Maha Adil utk diadili di pengadilan terakhir nanti #SidangMK
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Sebagai bangsa tinggal kita tunggu respons dr @prabowo & @sandiuno, mudah2an mampu mendinginkan suasana, & tetap dlm koridor hukum & demokrasi. Kalah & menang adalah bagian dr demokrasi, sbgmn kecurangan yg jg tak terpisahkan dr prosesnya #SidangMK
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Biarlah pemenang #SidangMK menari menikmati kemenangannya, utk mempertanggungjawabkan kemenangannya di hadapan bangsa & Tuhan, nanti atw dlm waktu yg dekat. Krn kalau memang Ada kecurangan, akan terbukti sendiri & dibalas lebih pedih #QS_83
Deni Indra Kelana @DeniKelana
Entah kenapa #SidangMK ini mengingatkan sy ke Kermit ya?🤔 You're Guilty, knock knock! pic.twitter.com/oU52rPHEA2
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.