Jawabannya Ada di Tahun 2016: Menjawab Pertanyaan Anies Soal Kontribusi Tambahan 15% yang Dikenakan Kepada Pengembang Reklamasi Teluk Jakarta di Era Ahok

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menyinggung kepemimpinan gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal draf kontribusi tambahan sebesar 15 persen yang dikenakan kepada pengembang reklamasi Teluk Jakarta.
15 persen anis reklamasi 15 % Anies Basweda kontribusi Ahok viralnow
2
Ismail Al Anshori @thedufresne
Ahok memasukkan kontribusi tambahan ke Raperda reklamasi. Pak Anies mencabut Rapera reklamasi. Also Pak Anies: twitter.com/detikcom/statu…
detikcom @detikcom
"Kenapa kok nggak 17 persen? Kenapa nggak 22 persen? Apa dasarnya? Terus yang kedua, jelaskan juga, misalnya kenapa kok dulu gagal?" kata Anies Baswedan. news.detik.com/berita/4601417…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau menanggapi terlalu jauh soal kontribusi tambahan 15 persen bagi pengembang pulau reklamasi. Dia melempar pertanyaan itu kepada mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengusulkan nilai kontribusi tambahan tersebut.

"Coba ditanyai, kenapa kok 15 (persen)? Kenapa kok nggak 17 persen? Kenapa nggak 22 persen? Apa dasarnya? Terus yang kedua, jelaskan juga, misalnya kenapa kok dulu gagal? Jangan salahkan yang sekarang," ujar Anies kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2019).

"Anda tanya 15 persen kenapa? Karena dikatakan 15 persen. Pertanyaan saya, kenapa 15? Kita ini pemerintah. Kalau pemerintah itu bekerja dengan menggunakan rujukan. Itu pertanyaan saya. Jadi ketika Anda ngangkat soal 15 persen, justru tanyakan kepada yang menginisiasi dulu, mengapa 15? Kok tidak 17? Kok tidak 22 (persen)?" sebut Anies.

Saat ditanya wartawan apakah akan kembali memasukkan kontribusi tambahan, Anies malah kembali bertanya soal alasan penetapan 15 persen. Dia menyebut sangat ingin tahu soal penetapan angka tersebut.

"Tidak tahu (akan memasukkan atau tidak). Justru saya malah ingin tahu sekarang, itu kenapa 15? Kenapa tidak 17? Kenapa tidak 22? Kenapa tidak 12? Itu jadi pertanyaan saya sekarang. Bantu menjelaskan," ujar Anies.

Anies pun menyebut kontribusi tambahan tidak ada dalam perjanjian kerja sama (PKS) antara pemerintah dan pengembang. PKS tersebut dikeluarkan saat Ahok menjabat.

"Kan ada PKS, perjanjian kerja sama. Kenapa nggak dibereskan dalam PKS? Pertanyaan saya pada yang kemarin (Ahok), menurut saya harus dijelaskan, kenapa 15%, kenapa itu tidak 17? Kenapa tidak 22? Kan itu harus jelas, bukan?" kata Anies.

Anies menjelaskan saat ini belum ada pembahasan kontribusi tambahan, termasuk pembahasan Raperda Rencana Zona Wilayah Pesisir dan Pantai-pantai Kecil (RZWP3K)

"Nggak, sekarang belum ada pembahasan ke sana, belum ada pembahasan soal revisi atas raperda itu, belum ada. Jadi memang belum dibahas. Belum ada pembahasan soal itu," ujar

Sebelumnya, Ahok mengungkit soal usulan kontribusi 15 persen dari NJOP kepada pengembang reklamasi. Ahok mengungkit hal tersebut lantaran pergub yang diterbitkan di eranya dijadikan Anies dasar menerbitkan IMB.

"Sekarang karena gubernurnya pintar ngomong, Pergub aku udah bisa untuk IMB reklamasi tanpa perlu perda lagi yang ada kewajiban 15 persen dari nilai NJOP dari pengembang untuk pembangunan DKI. Anies memang hebat bisa tidak mau 15 persen buat bangun DKI? Sama halnya dengan oknum DPRD yang menolak ketuk palu perda karena pasal 15 persen kontribusi tambahan?" ujar Ahok, Rabu (19/6).

URL detiknews Anies Tanya Ahok Soal Kontribusi Reklamasi: Kok Nggak 17%? Kok Dulu Gagal? "Kenapa kok nggak 17 persen? Kenapa nggak 22 persen? Apa dasarnya? Terus yang kedua, jelaskan juga, misalnya kenapa kok dulu gagal?" kata Anies Baswedan.
Mohamad Guntur Romli @GunRomli
Tahun 2019 setelah menerbitkan IMB Pulau Reklamasi yg jadi kontroversi @aniesbaswedan baru bertanya kenapa angka kontribusi 15%, bukan 17 atau 22%? Padahal Ahok sudah ngomong sejak 2016 | Dari Mana 15 Persen Kontribusi Reklamasi? Ini Rumusnya metro.tempo.co/read/762179/da…
Mohamad Guntur Romli @GunRomli
Anies bertanya kenapa kontribusi tambahan 15 Persen gagal? Bukan gagal tapi digagalkan krn ada kasus suap Sanusi yg menentang kontribusi 15 Persen itu yg kini bersuara sama dgn @aniesbaswedan sama2 menolak kontribusi tambahan! pic.twitter.com/KgynmYUHga
Expand pic
Hellboy @delliAmin
@GunRomli @aniesbaswedan Se ingat saya waktu itu , KPK tangkap SANUSI gara2 pengembang kolusi dgn SANUSI TAUFIK cs( teman anies)gara2 setuju 5%, ahok 15 % , jadi deadlock, bukan gagal spt kata anies
Bang Porkas @dlljma
@SalmaBrecht @LieDetectorID @aniesbaswedan alasan soal ini ada diringkasan sidang korupsi M. Sanusi... dijawab sama pak @basuki_btp dgn jelas,dia kayanya udah tau soal bakal ada yg nyinyirin knp gak segini, gak segitu, udah di-kick duluan
johan azhari @johanhimself
@thedufresne @hotradero @aniesbaswedan @Ahok dari pada koar2 di media, silahkan bertemu dan ngopi bareng, biar gak salah paham. 🤭
Ronindo @Ronin_Indo
@thedufresne Kalo boleh tahu, apakah di raperda itu sudah tercantum soal kontribusi sebesar 15 persen Mas?
Ronindo @Ronin_Indo
@Haryianto_abadi @thedufresne OK, thanks ya. Judulnya Raserda apa tuh? Nah ini yg dibantah2 ama SJW, si Elisa Sutanudjaja @elisa_jkt , sialan ternyata ada tuh 15 persen. 😀😀😀
makLambeTurah#Tolak RKUHP @makLambeTurah
@aniesbaswedan @basuki_btp Padahal oret2an Ahok ini dulu viral. pak Anies mungkin lupa banyak orang yg pura2 gak ingat tapi jangan lupa, Ahoker sll INGAT !! pic.twitter.com/apdhAL4gWx
Expand pic
makLambeTurah#Tolak RKUHP @makLambeTurah
@aniesbaswedan @basuki_btp Yth @aniesbaswedan ini videonya. kalo gak punya kuota buat nonton bentar mak bantu cut2 bagian yang penting😁 youtube.com/watch?v=z5fxVi…
Expand pic
makLambeTurah#Tolak RKUHP @makLambeTurah
@aniesbaswedan @basuki_btp Yth @aniesbaswedan asal anda tahu pak @basuki_btp gak asal2an menetapkan angka 15%, semua sesuai dgn UU yang dikeluarkan jaman HARTO th 1997 pic.twitter.com/9GEbjkzJqY
makLambeTurah#Tolak RKUHP @makLambeTurah
@aniesbaswedan @basuki_btp ini video sebelum yang diatas... hayooo cari alasan yang pandai lg biar ga ketahuan ngeles😁 pic.twitter.com/mNiYeRtlnV
hdro @hdromelwood
@detikcom Dulu di sidang kan udah jelas perhitungan berdasarkan apa, coba di buka lagi yputube..kalau pinter coba panggil tim ahli dicari tau dsar hukum nya gimana waktu penetapan 15%, mantan rektor kok ga di pake otaknya

Ahok mengacu pada dividen yang diberikan PT Pembangunan Jaya yang mengelola taman hiburan Ancol di Jakarta Utara selama 30 tahun. Perusahaan Ciputra ini memberikan keuntungan sebesar 20-40 persen kepada pemerintah Jakarta setiap tahun. Median dari persentase itu adalah 30 persen atau senilai Rp 570 miliar.

Dalam reklamasi, PT Pembangunan Jaya mengelola Pulau K yang luasnya 32 hektare. Jika diasumsikan setiap pulau bisa menjual lahan 48 persen dari luasnya—karena 40 persen untuk ruang terbuka hijau dan 5 persen untuk fasilitas khusus--Pembangunan Jaya hanya bisa menjual lahan 15,36 hektare atau 15.360.000 meter persegi.

Dengan demikian, rumus dividen menjadi:

D = Y x L x NJOP

D = dividen
Y = kontribusi tambahan
L = luas lahan yang bisa dijual
NJOP = nilai jual obyek pajak

NJOP diasumsikan sebesar Rp 25 juta dengan mengacu pada NJOP Pantai Indah Kapuk sebesar Rp 22 juta per meter persegi saat ini. Maka kontribusi tambahan diperoleh dari:

Y = D / (L x NJOP)

Y = Rp 570 miliar / (15.360.000 x Rp 25.000.000)
Y = Rp 570 miliar / Rp 3.840.000.000.000
Y = 0,148
Y ~ 15 persen

Ahok menganggap nilai tersebut wajar karena Pembangunan Jaya memberikan dividen juga sebesar itu setiap tahun. Apalagi modal pembuatan pulau hanya Rp 6 juta per meter persegi atau seperempat dari prediksi NJOP ketika dijual.

URL Tempo Dari Mana 15 Persen Kontribusi Reklamasi? Ini Rumusnya Ahok mengacu pada dividen Ancol yang dikelola PT Pembangunan Jaya.
Hari Kushardanto @hkushardanto
@detikcom Besaran kontribusi itu ada aturanya Kepres 52/95, awalnya 5% tapi Gubernur sebelumnya menaikkan 15% untuk meningkatkan kompensasi agar Pemda DKI bisa mendapatkan dana untuk kesejahteraan masyarakat yang umum. Gubernur sebelumnya mengajuan melalui Perda agar kuat secara hukum
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.