0
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Ah, betapa beruntungnya menjadi politisi non Demokrat. Anda akan selamat dari badai bully dan fitnah. Kalaupun diserang, ya kena ala kadarnya saja. Paling-paling cuma bikin Anda ngambek sehari-dua hari. Lalu bisa langsung turn on lagi. pic.twitter.com/kzy73I55ub
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Tidak percaya? Biar saya kasih beberapa ilustrasinya. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara jantan dn atas nama personal Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute bersilaturahmi dg keluarga besar Presiden dn mantan Presiden RI. Dr BJ Habibie, KH. Abdurahman Wahid hingga Jokowi. pic.twitter.com/hd8VSQsQ3t
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Lain waktu, AHY juga berhimpun dengan politisi muda nasional di Istana Bogor. Tujuan silaturahmi AHY ini jelas untuk mempercepat rekonsiliasi bangsa pasca Pemilu 2019. Agenda-agendanya pun terang-benderang diliput oleh media-media nasional. Tidak ada agenda politik praktis. pic.twitter.com/3VefWNQK03
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Dampaknya? AHY dihabisi. Dituduh pengkhianat, oportunis, anak ingusan dan lain-lain. Demokrat diutak-atik, mau diatur-atur sama pihak luar. Benar-benar terlalu. pic.twitter.com/TiMTicBYyr
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Bandingkan ketika Prabowo Subianto bertemu dengan Jusuf Kalla (JK). Ingat, Prabowo adalah Capres Koalisi 02, sementara JK merupakan penasihat TKN Jokowi-Maruf Amin. Silaturahmi antara Prabowo dan JK ini dilaksanakan secara "diam-diam". Tidak sepengetahuan wartawan. pic.twitter.com/KqXfGvq3RD
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Parahnya, pasca pertemuan berembus rumor Gerindra minta jatah 5 kursi ke Jokowi-Ma'ruf Amin. Hari ini kesepakatan itu semakin menemukan kebenarannya. Ada istilah 2-1-2. Dua menteri, 1 pimpinan MPR dan 2 kursi dewan pertimbangan presiden untuk Gerindra. pic.twitter.com/L9ZfW9xoio
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Tapi untung saja Prabowo ini bukan kader Demokrat. Makanya, buzzer barisan setan gundul pakai jurus pura-pura bloon. Serangan diganti dengan harapan dan nasihat yang sok menggugah emosi. Bahkan, ada yang mengelu-elukan pertemuan diam-diam antara Prabowo dan JK. Betapa timpangnya. pic.twitter.com/YroyTphMBs
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Ini hoaks kuadrat. Pelecehan terhadap sahabat Nabi. Tapi setan gundul ini terus saja menggoreng-goreng. pic.twitter.com/RZeNlzUKmV
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Bandingkan dengan respon terhadap Rahmat Baequni yang berulang-ulang menyebarkan hoax. Mulai dari hoax petugas KPPS diracun, segitiga masjid lambing iluminati sampai teroris diciptakan densus 88. pic.twitter.com/1mCioWGkKZ
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Masih ingat ketika AHY kena fitnah syuhadah perang uhud? AHY disebut mirip Amir Huzaini Yasrib (AHY) yang punya bapak Said Badar Yusuf (SBY). Orang yang disebut tewas karena turun dari Bukit Uhud untuk mengambil harta rampasan perang, yang akhirnya malah membuatnya terbunuh musuh pic.twitter.com/I4Z0qLWn1k
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Hari ini kita sama-sama menyaksikan sidang MK di layar kaca. Ini adalah keputusan BPN yang diamini Prabowo dan Sandiaga Uno. Tak ada protes. Malah, orang-orang yang menolak kini berkumpul di seputaran gedung MK pic.twitter.com/3vdksWvdFs
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Tapi syukurlah Baequni ini bukan kader Demokrat. . Sudah jadi tersangka pun, masih ada buzzer yang membelanya seolah-olah Baequni pawang kebenaran. pic.twitter.com/ofRUL1MIkh
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Ya, untung saja Ketua BPN Djoko Santoso itu bukan kader Demokrat. Makanya, dia bisa aman. Sebaliknya, kader-kader Demokrat yang sejak awal bertegas-tegas meminta BPN menempuh jalur konstitusional malah dihabisi. pic.twitter.com/qBOELOeUUB
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Apa lagi? Telisiklah para aktivis pro Koalisi 02 yang ditangkap aparat itu? Mendadak mereka loyo. Jadi penyakitan. Jantung, diabetes, asma dan lain-lain. Ujung-ujungnya kita paham, biar penahanannya bisa ditangguhkan. Adakah buzzer setan gundul yang protes? pic.twitter.com/dtEpqOaADJ
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Bandingkan dengan mediang Ibu Ani Yudhoyono. Dengan kejinya mereka memfitnah ibu Ani pura-pura sakit. Nauzubillahiminzalik! Kok bisa-bisanya ada orang yang hatinya sekotor itu. pic.twitter.com/linojbKxqt
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Ya, menjadi Demokrat itu memang berat. Harus siap jadi bumper demokrasi. Ditinju kiri-kanan, tapi gagasannya dipakai juga. Tapi ini artinya langkah Demokrat sudah benar. pic.twitter.com/L3YGosAVYg
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Demokrat menjadi parpol yang meletakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan apapun. Ini bukti nyata keteladanan sekaligus pengorbanan Demokrat untuk Indonesia. pic.twitter.com/wzd1gAr8mB
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Hanya saja, gara-gara urusan politik oportunis, barisan setan gundul sengaja bikin kebenaran ini jadi buram. Kebenaran yang diusung Demokrat tidak mereka diakui, tapi kelak mereka terapkan. Betapa tidak jantannya? pic.twitter.com/YqOxTNWndJ
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Tapi tak mengapa. Bully dan fitnah itu menunjukan kalau Demokrat bukan abu-abu. Demokrat jelas merupakan kumpulan patriot bangsa. Kader-kader Demokrat melangkah di atas jalan kebangsaan, demi pembangunan bangsa dan negara. pic.twitter.com/WtJ1bXGjYQ
 Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY
Sejarah akan mencatat langkah-langkah Demokrat ini. Kelak rakyat Indonesia pasti tersadar. Yup, Demokrat percaya kalau Tuhan tidak tidur. Hukum karma pasti berlaku. pic.twitter.com/SugMZ4VDlT
 Expand pic
Login and hide ads.