0
Hara Syifa @harasyifaaa
Politik itu bermuka banyak. Ini ungkapan sopan untuk menetralisasi ungkapan lain yang lebih sadis, yakni politik adalah kebohongan. Entah bermuka banyak atau kebohongan, yang jelas, politik tidak bisa dibaca apa adanya. #HadiriHalalBihalalAkbar212 pic.twitter.com/3XMH2QVlaW
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Retorika adalah modal terbesar politik. Dengan retorika, segala originalitas bisa dijungkirbalikkan. Ada keganasan di balik kesopanan, ada kepura-puraan di belakang tangis dan air mata.
Hara Syifa @harasyifaaa
Politik cenderung berbicara tentang sesuatu yang disembunyikan. Ini, tentu, sangat ironis dengan semangat demokratisasi yang mengunggulkan transparansi.
Hara Syifa @harasyifaaa
Salah satu ‘kebohongan’ yang mulai terkuak adalah sikap kompromi kubu oposisi yang berharap mendapat jatah menteri di pemerintahan baru Joko Widodo (Jokowi). pic.twitter.com/FUcjhNNOxX
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Ya, Partai Gerindra sudah mengambil ancang-ancang merapat ke buku penguasa, meski gugatan mereka masih berperkara di Mahkamah Konstitusi (MK). pic.twitter.com/nzc5Z7QuqZ
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Kabar ini sebenarnya sudah berhembus sejak bulan lalu. Usai Prabowo Subianto menemui Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Jusuf Kalla, secara diam-diam di Istana. Konon, dalam pertemuan itu, Mereka meminta jatah lima kursi menteri. pic.twitter.com/ouHrqKJ8qs
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Baru-baru ini, upaya negosiasi itu diamini sejumlah pihak, baik dari kubu TKN, maupun dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Bedanya, Gerindra mengaku ditawarkan sejumlah posisi menteri, sementara TKN mengklaim, permintaan itu bersumber dari Prabowo sendiri. pic.twitter.com/cWMw4XYZon
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Juru Bicara BPN, Andre Rosiade, membenarkan informasi itu. Ia mengaku mendengar ada tawaran posisi menteri, pemimpin komisi di DPR, dan pemimpin MPR untuk partainya dari pihak jokowi. Bahkan di internal Gerindra, muncul istilah ‘212’. pic.twitter.com/HshCUlhCHo
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Ini merupakan kiasan dari tawaran jabatan dari kubu penguasa. Dua-satu-dua berarti dua kursi menteri, satu kursi wakil ketua MPR, dan dua jabatan di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Hara Syifa @harasyifaaa
Seorang pejabat tinggi di pemerintahan Jokowi membenarkan adanya tawaran posisi bagi Gerindra di kabinet. Tapi, kubu Prabowo lah yang pertama-tama meminta jumlah kursinya.
Hara Syifa @harasyifaaa
Bagi pendukung oposisi, sikap Prabowo dan Gerindra ini jelas-jelas merupakan sebuah pengkhianatan. Ketika pendukungnya sudah berdarah-darah karena turun ke jalan. pic.twitter.com/lnOe9qpEJd
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
bahkan sudah ada delapan orang meninggal dan 737 orang luka-luka, para elite politik oposisi ini justru lebih mementingkan jabatan pribadi.
Hara Syifa @harasyifaaa
Mereka mengkhianati dukungan tulus tanpa pamrih pendukungnya, demi hasrat berkuasa di lingkaran istana. Semua narasi kecurangan yang dibangun, rupanya cuma untuk menaikkan posisi tawar terhadap kubu penguasa.
Hara Syifa @harasyifaaa
Toh, di sidang MK mereka terlihat gagal membuktikan gugatannya. Begitulah politik. Segala hal selalu dilandasi dengan kepentingan. Tidak akan ada teman atau lawan abadi.
Hara Syifa @harasyifaaa
Mereka bisa saja bersepakat jika semua mendapat imbalan yang setimpal. Tetap saja pada akhirnya, rakyatlah yang menjadi korban. Sudah mati-matian mendukung, hingga ada yang kehilangan nyawa, tapi rupanya para elite lebih mementingkan harta dan kuasa. pic.twitter.com/PkREOWtYbo
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.