2
Mazzini @mazzini_guisepe
Perjalanan Panjang Eddy Tansil, juragan becak yang menjadi buronan kelas kakap pemerintah Indonesia. Koruptor Legendaris Indonesia, Eddy Tansil ini telah merugikan negara $.565 juta, kabur dari penjara cipinang tahun 1996 & menghilang hingga kini. pic.twitter.com/O8DxeXFzrN
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Siapa koruptor kelas kakap yang kalian tau? Setianovanto? Gayus? Nazarudin? Mereka semua lewat jika dibandingkan dengan Eddy Tansil, sepak terjangnya dalam urusan korupsi lihai, hingga patutlah jika dia dijuluki koruptor legendaris sepanjang sejarah Indonesia.
Mazzini @mazzini_guisepe
Eddy Tansil adalah buronan sepanjang masa bagi Indonesia, kasus korupsinya tahun 1994 berawal saat Bapindo (Bank Pembangunan Indonesia) memberikan kredit ke perusahaan Golden Key Gold (GKG) miliknya sebesar $.565 juta atau Rp.1,3 Triliun (Kurs Dollar tahun 1996 sebesar Rp.2000)
Mazzini @mazzini_guisepe
Angka Rp. 1,5 Triliun tahun 1996 sebuah nilai fantastis mengingat saat itu harga barang sekitar : Harga beras perkilo Rp. 1,100 Harga premium perliter Rp. 700 Harga motor Astrea Grand Rp. 4,3 juta UMR saat itu Rp. 36,000.
Mazzini @mazzini_guisepe
Kasus ini menjadi heboh saat itu, karena ini adalah korupsi pertama di Indonesia yang kerugiannya diatas 1 Triliun Rupiah. Jika hasil penggelapan dana $.565 juta, disesuaikan dengan kurs hari ini (25 juni 2019) Rp. 14,144 maka hasilnya Rp. 7,9 Triliun (Rp. 7,991,311,341,858)
Mazzini @mazzini_guisepe
Eddy Tansil alias Tan Tjoe Hong alias Tan Tju Fuan memulai bisnisnya sebagai produsen Bajaj ketika usahanya berkembang, Tansil mengambil alih perusahaan perakit sepeda motor Kawasaki, pabrik cetakan baja dan mendirikan pabrik produksi becak.
Mazzini @mazzini_guisepe
Tapi usaha Tansil sempat berhenti, bajaj & becak tak lama berhenti karena Ali Sadikin Gubernur DKI Jakarta waktu itu mengeluarkan larangan sebagai becak sebagai kendaraan umum.
Mazzini @mazzini_guisepe
Pabrik perakitan motor Kawasaki miliknya juga bangkrut setelah masuknya Suzuki & Honda ke Indonesia. Tansil hampir bangkrut, tapi dia diselamatkan usahanya yg lain yaitu pabrik cetakan baja, keuntungan dari hasil baja ini membuat Tansil kembali melebarkan sayap bisnisnya
Mazzini @mazzini_guisepe
Tansil mendirikan PT. Rimba Subur Sejahtera yakni sebuah pabrik yang memproduksi Beer dibawah lisensi Becks Beer Company dari Jerman, dengan modal awal Rp. 2 Miliar, bersama pensiunan tentara Angkatan Darat Mayjend (Purn) Koesno Achzan Jein sebagai rekan bisnisnya.
Mazzini @mazzini_guisepe
Tak main2, saat itu pabrik Beer ini mendatangkan mesin penyuling tercanggih hingga saat itu pabrik Beer milik Tansil dan Koesno jadi pabrik beer tercanggih seasia tenggara, dengan nama produk Becks Beer atau dikenal masyarakat dengan Bir Kunci. pic.twitter.com/9Cb7BnFRDi
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Tapi beer itu hanya berjalan dua tahun, kiprahnya harus tamat di Indonesia karena sepi peminat. Maka Tansil memindahkan pabrik & produksi beernya ke Fujian, Tiongkok, disana Bir ini berhasil menjadi sukses besar, bahkan Tansil mendapat julukan “Bapak bir Fujian”.
Mazzini @mazzini_guisepe
Berhasil dalam usaha Bir, lalu Tansil mendirikan PT Golden Key Group (GKG) yang bergerak dibidang petrokimia, dibisnis inilah awal mula Tansil terlibat kasus akibat gelontoran dana Bapindo sebesar $.565 juta ke perusahaannya, dana ini mengalir secara bertahap.
Mazzini @mazzini_guisepe
Mulai dari tahun 1991 sampai tahun 1994 tapi kredit Tansil mulai macet ditahun 1994, akibat kredit macet ini anggota komisi VII DPR-RI saat itu, Ahmad Arnold Baramuli mencurigai adanya kesalahan prosedur yg terjadi dalam penyaluran kredit.
Mazzini @mazzini_guisepe
Setelah diselidiki, ternyata terjadi mark up & proyek fiktif yg dilakukan Tansil untuk melancarkan kucuran dana dari Bapindo. Mulusnya jalan Tansil mendapat dana dari Bapindo disebut akibat kedekatannya dengan lingkaran keluarga cendana, yakni dengan Tommy Soeharto & Sudomo. pic.twitter.com/JcCcIyPHQe
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Keterkaitan antara putra bungsu Suharto yakni Hutomo Mandala Putra alias Tommy Suharto bisa dilihat dari kongsi bisnis Tommy & Tansil, pada tahun 1990 Tommy ikut memiliki saham di PT. Hamparan Rejeki adalah anak perusahaan dari PT. Golden Key Group milik Tansil. Tommy saat kecil pic.twitter.com/Avq9E9oN5w
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Tommy disebut terlibat karena menjadi perantara yg memperkenalkan Tansil ke para petinggi Bapindo. Sehingga Bapindo memberi 16 kali pinjaman kepada Tansil untuk proyek pembangunan pabrik. Gila nya, Tansil tidak memberi jaminan & Bapindo tidak memeriksa catatan kreditnya.
Mazzini @mazzini_guisepe
Kongsi Tansil & Tommy di PT.Hamparan Rejeki hanya untuk proyek fiktif & pabrik yg direncanakan tak pernah ada wujudnya. Sayangnya setelah Tommy ikut menikmati proyek fiktif tersebut, dia meninggalkan Tansil, akibatnya Tansil sendirian menanggung beban atas kasus hukum tersebut. pic.twitter.com/GdW0MUaXLB
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Sedangkan keterkaitan Tansil & Laksamana TNI (Purn) Sudomo yang kala itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan karena Sudomo memberikan surat sakti (Katebelece) kepada Tansil sehingga dengan mudahnya dia mendapatkan persetujuan pinjaman dana Bapindo tahun 1991. pic.twitter.com/lt7Tv3L2e6
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Saat itu pengaruh Sudomo dalam pemerintahan orde baru sangat kuat, karena Sudomo salah satu menteri kesayangan Suharto. Nama Sudomo masih melekat bagi rakyat Indonesia yg merasakan orde baru, coba tanya keluargamu, siapakah Sudomo, kemungkinan, jawaban citra buruk yang keluar. pic.twitter.com/ppUAo0Pe0H
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Saat tahun dipersidangan tahun 1994 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Eddy Tansil menyebut nama Sudomo selaku pemberi surat sakti, Tommy Suharto sebagai rekan bisnisnya & Menteri Keuangan J.B Sumarlin yang ikut mempermudah cairnya dana kredit Bapindo. pic.twitter.com/HtXF7HS6pZ
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Tahun 1995 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Eddy Tansil bersalah, dengan hukuman 20 tahun penjara, denda Rp. 30 juta, membayar ganti rugi Rp. 500 miliar & membayar kerugian negara Rp1,5 triliun, Tansil resmi mendekam dibalik jeruji besi LP Cipinang. pic.twitter.com/BkVk7tnI7e
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Tapi dalam satu tahun menjadi tahanan, Tansil tercatat lima kali izin keluar penjara dengan alasan berobat ke RS Jantung Harapan Kita. Sialnya saat izin kelima, pada 4 Mei 1996, Tansil izin keluar penjara untuk berobat dan tak pernah kembali lagi sampai detik ini. pic.twitter.com/pJwI6PRojp
 Expand pic
Mazzini @mazzini_guisepe
Eddy Tansil kabur bersama seluruh anak & istrinya, namanya dikenang sebagai legenda korupsi Indonesia. Indikasi selama ini, Tansil & keluarga berpindah2 negara mulai dari India, Australia, Tiongkok & Singapura.
Mazzini @mazzini_guisepe
Bahkan ada beberapa pihak yang mengatakan Tansil & Keluarga bukan menghilang, tapi "sengaja dihilangkan untuk menutupi jejak tokoh lain yang terlibat dengan kasus besar Tansil tersebut.
Load Remaining (68)
Login and hide ads.