0
Young Lawyer @dusrimulya
Presiden sejak 2004 itu bisa dikatakan bukan Presiden RI..tp Presiden Jawa Sebab kemenangan mrk kuncinya selalu di Jawa..bkan Nasional Sudah seharusnya Indonesia meniru Elektoral College seperti di AS, agar Presiden gak hanya ditentukan daerah2 padat penduduk #ElektoralCollege
Young Lawyer @dusrimulya
Selama ini strateginya selalu "Menang di Jabar, Jatim dan Jateng, maka jd Presiden" Pola seperti ini tak merepresentasikan "Kemenangan Nasional" Sebab ada org yg bsa sja jd Presiden krn menang besar di 3 Propinsi ini walau kalah di Propinsi lain #ElektoralCollege
Young Lawyer @dusrimulya
Seolah Indonesia "hanya Jawa"..daerah lain tak punya suara menentukan siapa yg berhak pimpin negara ini krn jumlah penduduknya kalah jauh Eletoral College adalah kunci "pemerataan suara" untuk jaga stabilitas dan mencegah disintegrasi #ElektoralCollege
Young Lawyer @dusrimulya
Dengan Elektoral College, suara daerah akan lebih terakomodir ttg arah bangsa Indonesia Tak melulu dikendalikan suara mayoritas dr satu pulau.. #ElektoralCollege
Young Lawyer @dusrimulya
Sebagai contoh Bila meniru sistem Indonesia, Presiden AS seharusnya adlh Hillary Clinton Sebab dialah yg mendapat suara terbanyak dr warga negara AS (Suara Populis) #ElektoralCollege
Young Lawyer @dusrimulya
Namun krn AS menganut sistem Elektoral College Maka yg menjadi Presiden adalah Trump..Sebab ia memenangkan banyak Negara Bagian.. Dalam #ElektoralCollege tak selalu yg peroleh suara terbanyak menjadi Pemenang..pemerataan suara ditiap Negara Bagian jd syarat utama
Young Lawyer @dusrimulya
Sistem #ElectoralCollege ini mencegah Presiden hanya berasal dr suatu atau bbrp daerah karena daerah tsb punya penduduk yg banyak Sementara suara2 daerah lain diabaikan MPR harus Amandemen UUD untuk rubah sistem pemilihan Presiden untuk ciptakan keadilan suara daerah
Young Lawyer @dusrimulya
Jangan sampai terlambat antisipasi Disintegrasi Bangsa hanya krn ada daerah yg dominan tentukan arah bangsa..sementara daerah2 lain tak punya kesempatan #ElektoralCollege adlh kunci pemerataan suara agar Presiden benar2 merepresentasikan "Suara Indonesia", bukan "Suara Jawa"
Young Lawyer @dusrimulya
Klo MK tolak nyatakan Kecurangan TSM..ane yakin 2024 bakal banyak Golput Orang akan malas ke TPS krn menganggap "Yg menang sudah diatur, percuma nyoblos" Saran ane..mending bikin Polit Biro kya di China aja sekalian..dimana Presiden udah diatur jatah siapa
Login and hide ads.