1
Hendra @bukanhazard
"MISTERI WARUNG GHAIB DI ALAS ROBAN" A THREAD pic.twitter.com/omjxO7lnnF
 Expand pic
Hendra @bukanhazard
halo guys berhubung kemarin thread pengalaman punya guru indigo gue rame, gue sekarang mau bikin thread pengalaman orang di Alas Roban , bagi yang belum tau Alas Roban itu apa, disimak ya dibawah
Hendra @bukanhazard
Jalan Alas Roban atau Jalur Alas Roban adalah jalur jalan tanjakan yang cukup curam yang berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Jalur ini menghubungkan Kota Batang dan Semarang dan merupakan bagian dari Jalur Pantura. Alas Roban ini dibangun tahun 1811 dan punya panjang 54 km
Hendra @bukanhazard
Alas Roban itu beda ya guys sama Alas Blora yang kemarin sempet rame di thread. Alas Roban ini memang udah terkenal banget sama ke angkerannya, banyak kecelakaan terjadi disini karena jalannya yang curam dan katanya banyak penunggunya.
Hendra @bukanhazard
bahkan bulan Oktober kemarin ada kecelakaan ambulance tabrakan sama bus tronton di Alas Roban, padahal ambulance itu lagi bawa jenazah korban kecelakaan.
Hendra @bukanhazard
pokoknya Alas Roban ini pasti setiap tahun ada kecelakaan. apalagi kalau musim mudik. jadi cerita ini dialami oleh satu keluarga yang tinggal di Secang dan rencana mau mudik ke Jakarta via Alas Roban. kejadian ini terjadi sekitar tahun 2001-2005. kita mulai yaa
Hendra @bukanhazard
(ini aku cerita dari sudut pandang si penulis ya, jadi sosok 'aku' dan 'kami' itu adalah si penulis, yang mengalami kejadian ini) rencananya kami berangkat dari Secang sore hari, biar perjalanan lebih santai, namun tujuan utama untuk menghindari keramaian jika melakukan
Hendra @bukanhazard
perjalanan jarak jauh siang hari.  akhirnya berangkatlah kami sekeluarga dari Secang sekitar jam 4 sore, rute yang kami ambil melalui jalur utara. selama perjalanan kami tidak memiliki firasat buruk apa pun,dan perjalanan panjang pun dimulai. tak terasa hari sudah mulai gelap
Hendra @bukanhazard
dan adzan maghrib sudah berkumandang. kami memutuskan untuk istirahat sejenak di masjid sekaligus menunaikan sholat maghrib.  setelah selesai sholat dan istirahat sejenak, kami pun melanjutkan perjalanan. semakin jauh kami melaju semakin larut malam yang menemani perjalanan
Hendra @bukanhazard
yang semula di awal perjalanan, suasana di dalam mobil begitu ramai dan penuh canda tawa saya dan kedua adik saya, berubah perlahan menjadi suasana sepi.  ibu dan kedua adik saya sudah tidur terlelap, yang masih terjaga saat itu hanya saya dan bapak yang lagi nyetir.
Hendra @bukanhazard
jam menunjukan pukul 21:30 WIB, kami sudah memasuki area Alas Roban, jalanan berliku di tengah hutan dan tanah alas, jauh dari kehidupan kota. disini suasana sudah mulai mencekam, bapak mengurangi laju kecepatan mobil karena kondisi jalan yang gelap dan berliku penuh tanjakan pic.twitter.com/NFd7uemKob
 Expand pic
Hendra @bukanhazard
turunan yang kiri dan kanannya jurang. saya dan bapak merasa ada hal yang ganjil dan aneh, sejak kami memasuki area Alas Roban, kami tidak berpapasan dengan kendaraan lain seperti bus antar provinsi maupun kendaraan lainnya, padahal jalur ini termasuk rute yang sering digunakan
Hendra @bukanhazard
menuju kota Tegal.  "Bruaaaaakkkk…!!"  astagfirullah. tiba-tiba mobil yang kami naiki menabrak sesuatu di tengah jalan.  bapak langsung menepikan mobil ke pinggir dan mengambil senter yang ada di dashboard. pic.twitter.com/2nwfVks2ME
 Expand pic
Hendra @bukanhazard
saya dan bapak kemudian turun dari mobil melihat situasi apa yang terjadi. ibu dan kedua adik yang terbangun mendengar suara benturan tadi langsung panik dan hendak keluar mobil, namun bapak melarangnya dan menyuruh ibu dan adik-adik tetap di dalam.
Hendra @bukanhazard
saya lalu bergegas memeriksa bagian depan mobil dan bapak memeriksa bagian bawah sampai belakang mobil. saya benar-benar yakin benturan sekeras tadi seharusnya bisa membuat bamper mobil penyok atau memecahkan lampu kabut mobil, namun setelah saya periksa dengan seksama
Hendra @bukanhazard
tidak ada satu pun goresan di bagian depan mobil, bahkan debu dan sedikit lumpur yang menempel pada bamper mobil pun masih utuh tak tersentuh. jujur saya kaget dan heran.  bapak yang memeriksa bagian bawah sampai belakang mobil juga tidak menemukan benda yang kami tabrak tadi.
Hendra @bukanhazard
kemudian saya memanggil bapak agar ikut memeriksa bagian depan mobil, mungkin dengan mencari berdua bisa menemukan kerusakan mobil akibat benturan keras tadi. kami sudah memeriksa beberapa kali, setiap sudut bagian depan mobil, tidak ada satu pun bekas benturan.
Hendra @bukanhazard
lalu, apakah yang kami tabrak tadi? karena kami merasa ada yang tidak beres, saya dan bapak lekas masuk kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanan. kedua adik saya langsung pindah posisi duduk, yang semula duduk di kursi paling belakang pindah ke kursi tengah bersama ibu
Hendra @bukanhazard
dan saya duduk di kursi depan menemani bapak. kami pun terus melaju di kegelapan malam Alas Roban, jam menunjukan pukul dua belas malam. kedua adikku sudah tertidur lagi, yang terjaga kali ini saya, bapak dan ibu. tidak lama kemudian, hujan mulai turun, hujannya hanya
Hendra @bukanhazard
rintik-rintik namun cukup menggangu pandangan, sampai bapak harus membunyikan klakson disetiap akan memasuki tikungan yang tajam.  saya dan ibu sengaja tidak membahas kejadian tadi, agar bapak tetap tenang dan bisa berkonsentrasi di jalan
Hendra @bukanhazard
lalu dari kejauhan terlihat ada sepercik cahaya neon. allhamdullilah. sudah terlihat pemukiman, setelah semakin dekat ternyata itu sebuah warung makan pecel lele kecil tepat di sudut tikungan di bawah pohon, untuk menenangkan suasana kami memutuskan untuk singgah sejenak.
Hendra @bukanhazard
saya dan keluarga turun dari mobil, entah karena mengantuk atau ceroboh, kaki saya terbentur pasak penanda kilometer area. tertulis di situ kilometer 15. saya dan keluarga masuk ke dalam warung tersebut. penjualnya menyambut kami dengan ramah, dengan logat khas Pekalongan
Hendra @bukanhazard
kami memesan makanan & minuman panas. iseng-iseng saya bertanya,  "kok jam segini masih buka, pak? bapak jualannya sendirian?”  penjual nya menjawab: "iya, mas, ini sudah mau tutup kok, eh masnya dateng, saya jualan sama istri saya. itu istri saya, mas," pic.twitter.com/a1grYICeXh
 Expand pic
Hendra @bukanhazard
saya dan bapak kaget, sejak kapan ada orang yang berdiri di samping pintu masuk warung? padahal tadi kami masuk lewat arah yang sama dan sekitarnya pohon besar. ya sudahlah, saya tidak terlalu memperdulikannya. karena perhatian saya tertuju pada ayam yang sedang di goreng.
Load Remaining (13)
Login and hide ads.