2
ANG G IER @anggerizad
This is heartbreaking 💔😭😭 Thoughts and prayers for Mantri Patra and family. You're a true hero🙏 pic.twitter.com/nWZUzeb68A
 Expand pic
INDONESIAinLOVE @INDONESIAinLOVE
Namanya Mantri Patra. Seorang pahlawan kemanusiaan yg meninggal dalam kesendirian, tanpa ada keluarga, teman, maupun kerabat mendampingi. Patra memilih tinggal di pedalaman Teluk Wondama tanpa dihiraukan oleh instansinya bekerja saat sakit. Selamat jalan pahlawan. #RIPPatra pic.twitter.com/MEiqu4XVFs
 Expand pic
urangkampung @hendrawae88
Mantri patra adalah pahlawan sesungguhnya. pic.twitter.com/vTsLx4WVx3
 Expand pic
IG: BlogDokter @blogdokter
Menangis hati saya membaca kisah ini. @KemenkesRI Semoga pengabdian dan pengorbananmu mendapat pahala yang setimpal dari Yang Kuasa. 🙏 pic.twitter.com/dZ4j8sTYJq
 Expand pic
IG: BlogDokter @blogdokter
Mantri Patra cocok diberi gelar pahlawan kesehatan. Dia mengabdikan dirinya sampai akhir hayat menolong sesama.
Sahabat Desa Papua @PietSoyan
Turut berduka atas kepergian Pahlawan Kesehatan Alm. Patra Marinna Jauhari. seorang Mantri yang mengabdi di kampung Oya, Distrik Naikare, Kab. Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat @jokowi @NilaMoeloek pic.twitter.com/SAloIjMMij

Kisah Tragis Mantri Patra, Tetap Mengabdi di Pedalaman Meski Ditinggal Rekan-rekannya Sampai Wafat

bukan orang susah @wijayabdy
Gugurnya Perawat Patra di Lokasi Tugas # Kpala Puskesmas, Waropen menyatakan bahwa Patra adalah pahlawan kemanusiaan. Dan mngkin bsa tertolong jka phak dinas ksehatan cpat mrespon laporannya. Panggilan hati utk menyelamatkan mreka yg ‘terpinggir dan terlupakan’ A story Of Thread
bukan orang susah @wijayabdy
membuatnya tak berpikir dua kali ketika ditugaskan di pedalaman Kabupaten Teluk Wondama. Dia memilih setia dalam tugas disaat rekan kerjanya pulang dan tak kembali lagi. Dalam kesendirian dia tetap melayani hingga akhirnya ajal menjemput.
bukan orang susah @wijayabdy
Dialah Patra Kevin Marinna Jauhari atau yang biasa disapa masyarakat Wondama dengan sebutan Mantri Patra. Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat itu sejak April lalu bertugas di Kampung Oya, Distrik Naikere.
bukan orang susah @wijayabdy
Oya merupakan slah stu kampung di pedalaman distrik Naikere yg masih terpencil dan terisolir. Tdak ada akses jlan darat aplagi sarana telekomunikasi. Wilayah di prbatasan Teluk Wondama dgn Kabupaten Kaimana ini hanya bsa dijangkau dengan berjalan kaki atau menggunakan helikopter.
bukan orang susah @wijayabdy
helikopter. Untuk mencapai pusat distrik di Naikere, warga setempat biasanya berjalan kaki selama 3 sampai 4 hari. Jalanan yang dilewati masih berupa jalan setapak menyusuri gunung dan lembah di tengah hutan belantara.
bukan orang susah @wijayabdy
hutan belantara. Awal April 2019 lalu, Mantri Patra bersama seorang rekannya diantar dengan helikopter ke Kampung Oya. Mereka dijadwalkan bertugas selama tiga bulan hingga Juni untuk kemudian dijemput kembali diganti petugas berikutnya.
bukan orang susah @wijayabdy
Namun sampai pertengahan Juni helikopter belum datang menjemput. Padahal persediaan bahan makanan berupa beras, minyak goreng dan lainnya yang dibawanya pada tiga bulan lalu telah lama habis. Demikian pula stok obat-obatan. Semuanya sudah habis terpakai.
bukan orang susah @wijayabdy
Meski begitu, Patra yang tinggal seorang diri setelah temannya sesama perawat memutuskan turun ke kota Wasior dengan berjalan kaki memilih tetap bertahan di pedalaman. Dia terus memberi pelayanan medis dengan kondisi apa adanya.
bukan orang susah @wijayabdy
“Tiap sore dia pergi dengan anak-anak menyanyi-menyanyi, “ kisah seorang warga Oya melalui Kepala Puskesmas Naikere Tomas Waropen di Wasior, Sabtu (22/6).
bukan orang susah @wijayabdy
Hari terus berlalu, helikopter yang ditunggu tak juga tiba. Namun kesetiaan pemuda 31 tahun ini tetap tak luntur. Dia terus bertahan meski dihatinya memendam kecewa terhadap instansi tempatnya bekerja. Terus bertahan dalam kondisi serba terbatas membuat dia akhirnya jatuh sakit
bukan orang susah @wijayabdy
Ketiadaan alat komunikasi memaksa pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan ini tidak bisa meminta pertolongan ke orang-orang di kota. Hari berganti, kondisi fisiknya kian lemah.
bukan orang susah @wijayabdy
Mengetahui kondisinya kian memburuk, salah seorang warga kampung Oya memutuskan berjalan kaki untuk memberitahukan kondisinya sang Mantri kepada kepala Puskesmas Naikere.
bukan orang susah @wijayabdy
Nmun ttap sja tdak ada helikopter yang dtang utk mengevakuasinya ke kota guna mndapat prawatan medis. Hngga akhirnya pada 18 Juni 2019, Patra mnghembuskn nafas terakhir di tmpt tugasnya di Oya. Dia meninggal dlm kesendirian, tanpa ada keluarga, teman maupun kerabat yg mendampingi
bukan orang susah @wijayabdy
Jenazah Patra baru dievakuasi pada 22 Juni 2019 menggunakan helikopter yang disewa Pemda dari Nabire atau empat hari setelah dia meninggal dunia. Kematian Patra yang terbilang tragis menjadi keprihatinan banyak pihak.
bukan orang susah @wijayabdy
Tomas Waropen, Kepala Puskesmas Naikere menyatakan nyawa Patra mungkin bisa tertolong jika pihak dinas kesehatan maupun instansi terkait lainnya cepat merespon laporannya terkait kondisi Patra dan meminta segera dikirim helikopter.
bukan orang susah @wijayabdy
“Kami sudah rapat sampai tiga kali dengan Dinas Kesehatan, Kesra dan Pak Sekda tapi tetap tidak ada jalan. Sampai akhirnya dia sudah meninggal baru helikopter bisa naik, “ ujar Waropen.
bukan orang susah @wijayabdy
Bagi Waropen, Patra adalah pahlawan kemanusiaan. Dia rela mendedikasikan hidupnya untuk kebaikan masyarakat di pedalaman Naikere tanpa banyak mengeluh dan menuntut. Tindakan mulia yang justru selalu dihindari banyak petugas medis lainnya.
Load Remaining (19)
Login and hide ads.