Viral !! Prabowo Di kudeta Habib Rizieq Syihab soal aksi di Gedung MK

benarkan aksi Halal bi Halal 212 sekadar menyampaikan aspirasi? Kasarnya, Halal bi Halal 212 adalah instumen untuk menekan hakim MK agar mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf Amin dengan alasan kecurangan.
0

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto meminta para pendukungnya untuk tidak berbondong-bondong mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) saat persidangan sengketa hasil Pilpres 2019 digelar. Dia meminta para pendukungnya untuk percaya pada dirinya dan Sandiaga Uno dalam menghadapi sengketa Pilpres.

Lucunya imbauan Prabowo ini tidak digubris. Di tengah-tengah sidang MK, sebagian pendukung Prabowo-Sandi masih berunjukrasa. Konon Habib Rizieq Shihab menginstruksikan massa untuk turun jalan mengawal sidang MK.

Ujung-ujungnya, Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar aksi damai di seputaran gedung MK. Tajuk kegiatan ini, seperti biasa, membawa-bawa unsur agama, yakni Halal bi Halal 212. Satu tajuk yang aneh. Sebanyak itu lokasi halal bihalal, kok malah gedung MK yang disasar? Apalagi, rencana Halal bi Halal 212 akan digelar pada 25 dan 28 Juli 2019, persisnya saat MK membacakan putusan.

Fenomena ini memicu pertanyaan di benak saya. Pertama, Sebenarnya, siapa sih komandan tertinggi Koalisi Adil Makmur? Prabowo atau Habib Rizieq? Memang, dahulu Prabowo merestui pendukungnya turun jalan untuk menolak hasil pilpres. Malahan, Prabowo sempat menolak memperkarakan hasil pilpres ke Bawaslu dan MK.

Tapi belakangan, Prabowo berbalik pikir. Konon Prabowo akan menerima sepenuhnya apapun putusan MK. Apa ini ada kaitannya dengan rumor permintaan lima kursi Gerindra dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin? Atau gara-gara rusuh Jakarta tempo lalu? Tidak jelas! Yang pasti, Prabowo terkesan sudah tidak mau terlibat dengan aksi pengerahan massa.

Sikap Prabowo ini mau tak mau membawa kita pada kenyataan pahit. Kalau aksi Halal bi Halal 212 secara otomatis bukan lagi kebijakan politik yang diarahkan oleh Prabowo, pemimpin Koalisi Adil Makmur.

Pertanyaan besarnya, mengapa aksi massa tidak mau berhenti?

Pada akhirnya, saya teringat pada pernyataan Andi Arief bahwa ada barisan setan gundul di kubu Prabowo-Sandi. Merekalah kelompok yang sangat dominan mewarnai gerakan politik Koalisi 02. Singkatnya, Prabowo-Sandi hanyalah dijadikan kuda tunggangan untuk kepentingan politik mereka.

Kedua, benarkan aksi Halal bi Halal 212 sekadar menyampaikan aspirasi? Kasarnya, Halal bi Halal 212 adalah instumen untuk menekan hakim MK agar mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf Amin dengan alasan kecurangan. Sampi di sini masih oke. Yang bahaya kalau sebagian di antara mereka mempunyai agenda politik terselubung. Ya, berkaca pada rusuh Jakarta, publik sudah paham ada pihak-pihak yang punya agenda tidak terpuji. Mereka memanfaatkan kerumunan pendukung Prabowo untuk menyulut chaos. Apakah ini yang dituju? Semoga tidak!

Terlepas dari Halal bi Halal 212 bukan gerakan Koalisi Adil Makmur, Prabowo tetap punya kewajiban moral untuk memastikan para pendukungnya itu tidak macam-macam. Ia tidak bisa lepas tangan begitu saja. Kalau Prabowo tidak bisa menenangkan para pendukungnya, bagaimana mungkin dia bisa memimpin Indonesia?

Prabowo perlu bergerak cepat. Dia berkewajiban untuk mempersiapkan para pendukungnya untuk menerima realitas politik sekalipun perjuangan di MK belum berakhir. Terlebih di masa-masa kritis ini ketika mata publik sudah memprediksi bahwa putusan MK akan berat pada Jokowi-Ma’ruf tetap menang pilpres. Terlebih, gugatan Prabowo-Sandi tidak disertai bukti-bukti yang kuat untuk menganulir keputusan KPU.

Oleh: Edwin Hartono

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.