0
#99 @PartaiSocmed
Awalnya kami heran mengapa buzzer² Budi Karya sangat perkasa di polling² twitter. Sebab hasil polling sangat tidak relevan dgn fakta lapangan.
#99 @PartaiSocmed
Polling twitter juga digunakan buzzer² Budi Karya untuk menyerang akun kami yg dianggap sebagai ancaman utama pekerjaan mereka. Hasilnya, luar biasa! Cukup meyakinkan buat sodorkan invoice ke bohir. pic.twitter.com/2qypdhIXAt
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Oya, akun @DamnItsNyindir itu milik Tony, buzzernya Budi Karya Sumadi. Ini buktinya, pernah kami bongkar dalam sebuah kultwit chirpstory.com/li/429123
#99 @PartaiSocmed
Semakin penasaran karena polling yg kami buat sendiri pun awalnya menunjukkan netizen mayoritas menginginkan Budi Karya Sumadi diberhentikan namun berubah 180 derajat di hasil akhirnya. Jumlah peserta pollingnya pun pas 10 ribu. Sangat tidak alami. pic.twitter.com/IV36km3qgk
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Hasil polling twitter yg memenangkan Budi Karya Sumadi itulah yg diviralkan dgn modal besar2an lewat media2 mainstream. Lumayanlah untuk modal meyakinkan Pakde pic.twitter.com/Z6GjuOuSdU
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Merasa polling twitter efektif untuk meyudutkan akun @PartaiSocmed maka @kangdede78 pun ikut2an bikin polling twitter. Hasilnya pun sudah bisa ditebak. Heuheu.. pic.twitter.com/bqcstjb67r
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Saking penasarannya dgn fenomena ajaib itu maka kami coba cari2 informasi apakah polling twitter bisa disetting untuk memenangkan pihak tertentu? Ternyata jawabannya BISA! Setelah ini kami buktikan ya..
#99 @PartaiSocmed
Cari punya cari ternya di internet banyak yg menawarkan jasa pemenangan polling twitter. Salah satunya adalah ini. Boleh di cek langsung kebenarannya. Ada nomor Telp/WA-nya juga disitu. pic.twitter.com/8ezD9T6Pua
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Nah, kebetulan pagi² hari ini Hasan @datuakrajoangek bikin polling sejenis. Tujuannya sama, untuk memfitnah dan menyudutkan akun kami. Jadi boleh dong dia kami jadikan kelinci percobaan 😊 pic.twitter.com/7YuBltn3kn
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Maka kami kontaklah iklan jasa pemenangan polling twitter berbayar tadi. Deal! Langsung di transfer Rp 300 ribu untuk 3000 suara agar pilih no 1 pada pollingnya @datuakrajoangek itu. pic.twitter.com/71fv3oJvM1
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dan hasilnya.. TARAAA!! Yang memilih opsi nomor 1 jadi melonjak 79 persen! Ini bukti tak terbantahkan bahwa pemenangan polling di twitter bisa dibeli dengan uang! pic.twitter.com/8hCLpO2jyl
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Jadi jelas bahwa buzzer2 Budi Karya selama ini telah menggunakan jasa polling berbayar untuk menyenangkan majikannya sekaligus untuk membully siapapun yg berani kritik Mentol Budi Karya.
#99 @PartaiSocmed
Maka dengan ini dapat disimpulkan bahwa polling twitter bukanlah alat ukur yg akurat, melainkan sekedar alat marketing saja. pic.twitter.com/8wNmlpm5hQ
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Setelah ini si Hasan @datuakrajoangek mungkin akan adu kuat2an duit untuk bayar jasa pemenangan polling twitter atau mungkin akan mendiamkan karena malu sendiri. Pastilah kami akan kalah karena melawan kekuatan uang pejabat yg ngotot ingin mempertahankan jabatannya.
#99 @PartaiSocmed
Tapi apapun yg akan dilakukan konsultan politik Hasan @datuakrajoangek ini kita sekarang tahu polling twitter ternyata tentang banyak2an duit, bukan tentang opini publik.
#99 @PartaiSocmed
Dan kalian harus tahu bahwa jor-joran uang untuk bayar buzzer2 Budi Karya, Give Away tagar puja-puji Budi Karya dan pemenangan polling berbayar itu adalah menggunakan UANG KALIAN. UANG RAKYAT!
#99 @PartaiSocmed
Uang pajak kalian diboroskan untuk bayar buzzer2 Budi Karya yang ingin mempertahankan jabatannya agar publik terkesan seolah mendukung MAHALNYA TIKET PESAWAT dan mendukung kebijakan Mentol Budi Karya Sumadi yg menyengsarakan rakyat itu.
#99 @PartaiSocmed
Sekian kultwit kami. Semoga mencerahkan dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.