0
Bobotoh Jebred Mas Pur @rasjawa
Pak @ridwankamil, jika banyak peserta PPDB dengan alamat sama persis cuma beda 2 angka paling belakang koordinat seperti ini bakal diusut apa tidak? Akan sia2 kiat pemerintah mendorong program zonasi, jika malah menyuburkan praktek2 seperti ini. pic.twitter.com/tCiV26t9hN
Expand pic
Bobotoh Jebred Mas Pur @rasjawa
Ayo pak @ridwankamil, kami mendukung upaya pengusutan KK-KK siluman ini yang sangat mencederai asas keadilan bagi calon peserta didik pada PPDB SMA 2019 di Bandung ini! prfmnews.com/berita.php?det…

Kejanggalan dalam PPDB 2019 tingkat SMA Negeri di Kota Bandung kembali mencuat. Setelah sebelumnya ada temuan seorang calon siswa beralamat tinggal di SMPN 2 Bandung, kini ada satu alamat yang dicantumkan sebagai alamat banyak calon siswa.

Koordinator Komunitas Peduli Pendidikan Jawa Barat, H.M.S Iriyanto menuturkan, ada temuan 8 Kartu Keluarga (KK) calon peserta didik berada satu alamat yakni di Jalan Bali. Kemudian, terdapat 4 KK satu alamat di Jalan Kalimantan, Kota Bandung. Dugaan ini ia dapatkan berdasarkan penelusuran tim Komunitas Peduli Pendidikan.

“Yang satu kontrakan itu Jalan Kalimantan dan Bali, dan ada temuan lagi ini antara kontrakan atau tempat bimbel, tapi masih ditelusuri,” ujar Iriyanto di Bandung, Kamis (20/6/2019).

Iriyanto menduga ada pihak-pihak yang mengordinir dan mengorganisir pencantuman alamat banyak calon siswa menjadi satu domisili tersebut agar lolos seleksi sistem zonasi PPDB 2019. Bahkan dari hasil investigasi dan temuannya, hampir 80 persen siswa lulusan SMP Negeri yang berdekatan dengan Jalan Kalimantan dan Bali sudah mengantongi alamat tinggal dekat SMA Negeri tujuannya.

“Saya menduga ini ada orang yang megang KK dan belum mengeluarkan, karena di hari terakhir itu sudah banyak. Hampir 80 persen udah punya alamat dekat sekolah, dia lagi cari momen kapan mau dikeluarkan KK-nya nah kalau sepi dia keluarkan,” ucapnya.

Disinggung perihal SMA mana 12 calon siswa tersebut mendaftar, Iriyanto menyebut kemungkinan terbesar adalah SMAN 3 dan 5 Kota Bandung.

“Rata-rata sasaran mereka itu yang lagi booming ketangkep itu SMAN 3, tapi kalau dilacak lagi ke SMAN 5 itu akan terjadi,” imbuhnya.

Saat ini ia tengah mencari apakah terjadi transaksi uang alias jual beli KK atau tidak, sebab jika hal itu terjadi maka sudah masuk ranah hukum pidana. Maka tidak dapat dipungkiri Satgas Saber Pungli turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan menetapkan sebagai pelanggaran hukum.

“Lalu ada indikasi juga terjadi transaksi, karena isu yang berkembang begitu dan secara logika itu mungkin karena 8 orang masuk 1 keluarga itu pasti ada yang ngurus, tidak mungkin tidak ada. Tapi saat ngurus itu ada makan siang yang gratis atau tidak itu saya tidak tahu,” tegas Iriyanto yang juga Anggota Kelompok Ahli Satgas Saber Pungli Jawa Barat itu.

Sejumlah kejanggalan tersebut menurut Iriyanto tengah diselidiki oleh Pemprov Jabar yang terdiri dari Disdukcapil, Satpol PP dan pihak RW setempat. Dia mengapresiasi langkah tersebut karena apapun bentuk kecurangannya tidak boleh dibenarkan.

“Ini lagi diproses Disdik, dan saya imbau ke Disdik tegakkan Pergub itu dengan sebaik-sebaiknya, jangan pandang pilih, siapapun yang gunakan cara tidak baik maka harus ditegakkan,” pungkas Iriyanto.

URL www.prfmnews.com 1929 PPDB 2019: Satu Rumah Dekat SMAN 3 dan 5 Bandung Diisi Banyak Calon Siswa PPDB 2019: Satu Rumah Dekat SMAN 3 dan 5 Bandung Diisi Banyak Calon Siswa
ahmed @sifulan_jr
@rasjawa @ridwankamil Maksudnya gmna tu kang?emg persyaratan peserta hrs disertai lokasi rumah berdasarkan GPS ya
Bobotoh Jebred Mas Pur @rasjawa
@akunnyapuput @sifulan_jr @ridwankamil betul, alamat KK. Alamat KK gak usah diubah, kecuali memang mau mengakali pindah alamat KK dengan tujuan mendekati sekolah yg dituju.
Ruqy Bilbarkah @AdutSuradut1
@rasjawa @ridwankamil Jangan2 itu alamat rusun om? 😀 Program zonasi itu klo targetnya peniadaan sekolah favorit cukup berhasil, tapi klo tujuannya peningkatan mutu pendidikan jauh panggang dari api. Gimana bisa??? anak yg nilainya jeblok sj bisa masuk negeri asal jarak rumah ke sekolah dekat.
Jenggot Belah Tengah 13.0 @TuankuNanSati
@rasjawa @ridwankamil Kanan atas : bumi anu sapalih bimbel. Aya plang distributor naon lah kitu...
Jenggot Belah Tengah 13.0 @TuankuNanSati
@rasjawa @ridwankamil Kiri atas : alamat bimbel mun dicek dina maps.google.com 😂 Anak nu boga bimbel kitu??
Jenggot Belah Tengah 13.0 @TuankuNanSati
@rasjawa @ridwankamil Kayanya dikoordinatori sama bimbel daftarnya. Atuh keneh-keneh 😂🤣
Bobotoh Jebred Mas Pur @rasjawa
@TuankuNanSati @ridwankamil Jadi sekarang bimbel pun beralih jual jasa bikin transmigrasi KK, karena siswa gak perlu Nilai UN tinggi buat masuk sekolah favorit.
محمد اريف @xboripx
@rasjawa @ridwankamil eta janggal pisan. ditelusuri teh ningan kawas rumah bimbel. aneh pisan. kudu bisa kos Gub Ganjar Pranowo anu pernah lgsg aya tim khusus nangani kecurangan (basa eta mah modus SKTM) pic.twitter.com/XxOLWOTOu6
Expand pic
Irfan A Nurhakim @irfannurhakim
Ini ada yg menarik juga, SMAN 14 Bandung, ada ~75 calon siswa berjarak kurang dari 100m dr sekolah. Ketika dicek secara random alamatnya, sebagian alamatnya tidak detail dan hanya menuliskan "Jln Yudhawastu Pramuka" atau "Komplek Pussenif". @PRFMnews @disdik_jabar twitter.com/rasjawa/status… pic.twitter.com/DuabTYUPnh
Expand pic
Irfan A Nurhakim @irfannurhakim
@PRFMnews @disdik_jabar Berikut beberapa calon peserta yang diduga menggunakan alamat yang mirip. FYI, SMAN 14 Bdg itu berada di lingkungan komplek perumahan Pussenif. Lengkapnya bisa dicek disini ppdb.disdik.jabarprov.go.id/data-pendaftar… @disdik_jabar @disdik_bandung @PRFMnews pic.twitter.com/2ghkh2jCfC
Expand pic
Expand pic
Irfan A Nurhakim @irfannurhakim
Baru nyadar, sebagian besar tidak mengisi pilihan ke-2 atau ke-3 nya. Sepertinya memang sudah yakin 100% pasti masuk pilihan 1. 🤭
Tommy Aditya @maztommy
@rasjawa @ridwankamil itu input alamatnya manual atau gimana om pur?
sukkie @shohifa_iffa
@rasjawa @ridwankamil Artinya mereka calon siswa yg cerdik krn mampu mengatasi zonasi yg menyebalkan mereka 😁😁😁
denmas bei @bpkegerryngaby
@rasjawa @ridwankamil Kalau memang niat bisa mulai investigasi dari peserta yg domisilinya kurang dari 1 km. Area sma 3 & 5 bdg adalah perkantoran & bisnis masak bisa sampai ratusan pendaftar memiliki domisili kurang dari 1 km. Kang @ridwankamil pasti tahulah area dimaksud. Tinggal tunggu keseriusan
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.