1
Bitte langsam, Awe! @awemany
Jangan jadi bodoh. Pulau palsu dan bangunan di atasnya itu terbentuk karena arogansi kekuasaan yg menganggap duit bisa mengatur semuanya. Umbar omongan soal 15% yg ngga ada dasar hukumnya. Bikin masalah. Tapi di satu titik ya Anies harus cari solusi.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Solusi pertamanya adalah penghentian reklamasi. Tidak ada lagi pengurukan laut. Sampai saat ini janji kampanye itu masih dipegang. Jadi ngga usah diplintir".
Bitte langsam, Awe! @awemany
Janji tentang nelayan yang mendapatkan kebebasan untuk melaut di kisaran pulau" palsu itu juga dipenuhi dengan baik. Pulau itu jadi wilayah publik yg terbuka. Bukan seperti saat Ahok berkuasa di mana mereka diusir"in karena pulau" palsu yg dianggap privat.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Emang gampang cari solusi untuk permasalahan yg udah ribet dengan persoalan" ketidakpastian hukum dan pelanggaran di atasnya? Perda belum ada, bangunan udah ada. Dan itu salah Anies? Mbok ya jangan goblog.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Solusinya orang ngambek karena kalah pilkada itu adalah pulau palsu yg ada musti diancurin. Mungkin mereka mau ngancurin itu pakek duit nenek moyangnya. Dan lucu juga. Karena kalau alesannya penghancurannya untuk kepentingan lingkungan, mereka dulu ngga mau tahu.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Kalau yg ngeribetin soal kenapa soal 15% itu, kenapa ngga dibahas apa yg didapat pengembang dengan bayar 15% dari NJOP itu? Sama ngga dengan yg didapat pengembang hari ini? Dulu pengembang dapet 55% tanah. Sekarang cuma dapet 35%. Jelas? m.cnnindonesia.com/nasional/20150…
URL nasional Ahok Beberkan Keuntungan Reklamasi Pesisir Jakarta Pemprov DKI Jakarta sangat membutuhkan tanah dan sertifikat kepemilikannya untuk melakukan pembangunan serta menambah ruang terbuka hijau (RTH).
Bitte langsam, Awe! @awemany
Kalau pikiran loe ngga rusak gegara nyembah Ahok ya loe bisa mikir, mana yg lebih nguntungin pengembang. Jaman Ahok atau Anies? Dulu dapat tanah 55% bayar 15% atau sekarang cuma dapet tanah 35% walaupun ngga bayar. Dungu!
Ismail Al Anshori @thedufresne
Om, kalau boleh tahu, di dokumen atau aturan mana ditulis bahwa developer mendapatkan 35% lahan? Di bawah ini link Pergub 206 tahun 2016 yg jadi dasar penerbitan IMB. Sy ga nemu pasal ttg 35% lahan. jdih.jakarta.go.id/old/uploads/de… twitter.com/awemany/status…
Bitte langsam, Awe! @awemany
@thedufresne Di berita ini jelas tertulis hak pengembang adalah 35%. Masih mau dungu? google.com/amp/s/beritaga…
URL https://beritagar.id/ 340 Kilah Anies soal IMB pulau reklamasi Bagi Anies, reklamasi adalah kegiatan membangun daratan di atas perairan atau pembuatan lahan baru. Sementara, IMB adalah soal izin pemanfaatan lahan hasil reklamasi dengan cara mendirikan bangunan.
Ismail Al Anshori @thedufresne
@awemany Itu Pak Anies bilang 35% berdasarkan Pergub 206/2016. Tapi di Pergub tsb ga diatur soal 35%9. Atau ada ketentuan lain yg dijadikan rujukan oleh Pak Anies?
Bitte langsam, Awe! @awemany
@thedufresne Tafsiran. Dan itu yg akan dijadikan kebijakan. Emang ada aturan di jaman Ahok yg bilang harus 55% dan bayar 15% NJOP? Baru mau dibikin perdanya. Yg jelas kalo loe punya pikiran terbuka loe bisa lihat tawaran mana yg lebih menguntungkan pengembang. Mau?
Ismail Al Anshori @thedufresne
@awemany Elo kan jawab "akan dijadikan kebijakan". Kalau boleh tahu, 35% itu ditulis di rancangan aturan yg mana? Misalnya rancangan perda atau rancangan pergub. Soal Ahok kasih 55% & 15% itu ditulis di Rancangan Perda RTR Kawasan Strategis Pantura Jkt.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@thedufresne Halah! Ini kan soal adil berfikir. Ahok bilang 55% dengan 15% NJOP loe tepuk tangan. Belum ada legalnya. Anies kena todong pergubnya Ahok tapi membuat penafsiran pengembang cuma dapat 35% masih loe rusuhin. Soal penetapan legalnya ya ditunggu. Loe dulu juga nunggu. Bedanya apa?
Ismail Al Anshori @thedufresne
@awemany Bedanya... Ketika Ahok bilang 55% dan 15% itu tertulis di dokumen formal berupa Rancangan Perda yg diajukan ke DPRD DKI Jkt. Ketika Pak Anies bilang 35%, itu cuma diucapkan di depan wartawan. Tidak ada dokumen formal yg menyebutkan 35% tsb. Wajar dong kalo kita nanya.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@thedufresne Ya monggo. Tapi kalau dasarnya mempertanyakan niat, jelas niatnya Ahok lebih menguntungkan pengembang daripada niatnya Anies. Jadi jangan dibilang niatnya sama saja. Atau bahkan bikin narasi Anies main mata.
Ismail Al Anshori @thedufresne
@awemany Elo kan bilang "...itu yg akan dijadikan kebijakan. Nah, poin pertanyaan gw adalah dari mana kita tahu bahwa 35% itu benar2 AKAN dijadikan kebijakan? Di berita tsb ga ada keterangan Pak Anies bilang akan menerapkan 35%.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@thedufresne Halah! Ini mah loe cuman memperjelas kalau loe ngga percaya ama Anies. Udah ngga ada harganya berdebat. Tapi yg gue jelasin, kalau loe adil dan mau percaya ama omongan Ahok dan Anies maka kesimpulannya sederhana. Pengembang lebih diuntungkan oleh Ahok. Jelas?
Video @SwitcherDigital
@awemany @thedufresne kenapa kalau om ini ga punya argumen dan data yg kuat selalu pakai tanda seru
i R e x i a n A r n o l d i @__iReQz__
@awemany @thedufresne Maaf sih mas. Tp di dalam hukum jelas yg lebih kuat yg tertulis. Dimana2 seperti itu. Ga ada istilahnya janji lisan menjadi bukti kuat.
i R e x i a n A r n o l d i @__iReQz__
@awemany @thedufresne Jadi kesimpulannya : ahok berjanji 15% didukung dengan bukti raperda. Nah yg dipertanyakan skrg pak anies ngomong 35% sudah ada bukti tertulis belum?
Ismail Al Anshori @thedufresne
Bukan ga percaya ama Pak Anies. Di Pergub 206/2016 yg disebut Pak Anies, ga ada soal 35%. Lalu, sampai skrg @mkusumawijaya blm publish rancangan/draft perda yg ngatur zonasi, rencana detail tata ruang, & kewajiban2 developer. Makanya kita klarifikasi kebenaran 35% itu. twitter.com/awemany/status…
Bitte langsam, Awe! @awemany
@thedufresne @mkusumawijaya Bua ha ha. Bilangnya bukan ngga percaya tapi tetap mencari celah buat bilang omongan 35% itu bullshit. Yo wis lah. Bebaaas.
Ismail Al Anshori @thedufresne
@awemany @mkusumawijaya Siapa yg bilang bullshit? Coba cek lagi apa yg twit. Sejak awal gw nanya 35% itu tertulis di aturan/ketentuan apa, atau dokumen formal yg mana. Kalo elo ga bs tunjukkan aturan atw dok formalnya ya gapapa. Berarti kita tau bhw itu cuma omongan Pak Anies d dpn wartawan.
Load Remaining (59)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.