10
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
[THREAD] PSYCHOLOGICAL PRICING Setelah kemarin kelar bikin tulisan PREDATORY PRICING, ada satu pricing strategy lain yg menarik dibahas. Psychological Pricing. Menarik krna tiap hari terjadi di sekitar kita, tp mungkin selama ini ndak kita sadari. Familiar sama harga2 ini? pic.twitter.com/qmv5Wt4Q4F
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑ ุฎู…ู† ุงู„ุฑ ุญูŠู…. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kalian kalo belanja di minimarket. Apakah faktor selisih harga berpengaruh pada keinginanmu membeli produk itu?? Pdhl selisihnya paling cuman 100-200 perak aja.
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Secara sederhana, Psychological Pricing itu salah satu strategi marketing, dimana harga itu dibuat seolah terkesan lebih menarik bagi customers. Tujuan Psychological pricing adalah untuk "menarik" customers dari sisi emosionalnya. Bu pic.twitter.com/QD14vgX1a1
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Merujuk tulisan dari @Entrepreneur, ada setidaknya lima macam jenis Psychological pricing. Diantaranya : (1) Charm Pricing (2) Prestige Pricing Strategy (3) BOGOF (4) Comparative Pricing (5) Visual Highlight pic.twitter.com/ZY0Kjx6lNm
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
(1) Charm Pricing Seringkali kita temui angka harga tanggung ini bukan? Ini sebetulnya bagian dari strategi gaes. Contoh : Harga asli mie instan Rp3,000. Dijual harga Rp2,999. Otakmu melihat angka Rp2,999 itu kayak lihat Rp2,000, dimana itu terkesan lebih murah drpd Rp3,000. pic.twitter.com/DDObOp8Xp8
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
(2) Prestige Pricing Ini kebalikan dari charm pricing. Yg malah menggenapkan angka harganya. Dari $0.9 ke $1, misalnya. Ada riset yg menunjukkan kalo angka genap justru memberikan pengaruh lebih besar pd feelings customer. Untuk beri kesan bahwa emang itu barang berkualitas. pic.twitter.com/PIRVx7eBNW
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
(3) BOGOF - Buy One, Get One Free. Strategi ini dilakukan dgn cara bayar full price untuk satu item dan dapatkan satu item lainnya gratis. Biasanya untuk kalo event promo ya. Tujuannya buat mancing customer melakukan pembelian. Krna fokus utama customers beralih ke free item. pic.twitter.com/hqX8Lff6wt
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
(4) Comparative pricing Strategi ini dilakukan dengan cara menunjukkan item produk dengan kualitas mirip2 namun dengan harga berbeda. Sehingga tercipta kesan dalam benak customer bahwa mereka beli harga lebih murah untuk dapatkan kualitas barang yg sama. pic.twitter.com/oXzWhWgfNN
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
(5) Visual Highlight. Dengan menonjolkan tampilan font, warna text, dan text size pd harga baru, fokus customer akan lebih fokus terarah kesitu. Mereka cenderung gak peduli selisih harga lama dan harga baru. Yg penting produk yg dia beli lebih murah. Ini yg harus ditonjolkan. pic.twitter.com/XLtyEMp0st
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
ADVANTAGES AND DISADVANTAGES OF PSYCHOLOGICAL PRICING. Setiap strategi pasti ada sisi peluang dan resiko yang bisa terjadi. Ada beberapa hal yg perlu dicermati dalam melihat aspek pro kontra penerapan strategy psychological pricing. Coba kita bahas satu-satu. pic.twitter.com/VSsk1BsRas
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Advantages of psychological pricing. (1) Merujuk artikel yg ditulis letslearnfinance.com, keuntungan strategi ini adalah mampu menolong perusahaan untuk menggenjot angka sales. Banyak produk terjual lebih banyak di angka $99,9 dibandingkan $100, misalnya. pic.twitter.com/XlJW5LOxE9
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Advantages of psychological pricing. (2) Di era kompetitif seperti skrg, strategi ini bisa digunakan untuk menarik perhatian customer agar menjauh dari produk milik kompetitor. Kalo dua produk punya kualitas mirip tp beda harga, customer biasanya cenderung beralih ke yg murah. pic.twitter.com/KpEch8f0SA
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Advantages of psychological pricing. (3) Mempermudah pencarian digital. Di era sosmed kan banyak online shop tuh. Kalo mau filter harga dibawah Rp. 10,000. Otomatis harga Rp 9,999 masuk dalam filter ini kan? Sehingga peluang terjadinya pembelian jadi lebih besar. pic.twitter.com/4Tf7nn1tVM
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Disadvantages of psychological pricing. (1) Krna terlalu fokus menarik perhatian customer melalui trik psikologis, jgn sampai perusahaan malah lupa pd kualitas produknya. Kalo ekspektasi customer tidak tercapai, perusahaan sulit mengharapkan mereka melakukan repurchase order. pic.twitter.com/tuAmRmx77H
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Disadvantages of psychological pricing. (2) Customer tidak hanya jadikan harga sbg faktor tunggal mereka membeli sesuatu. Ada aspek fitur produk, nama brand, customer reviews, yg mana di jaman sekarang ini bisa dgn mudah didapatkan. Bisa jd strategi psikologis malah ga efektif. pic.twitter.com/lKAUmuUON5
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Disadvantages of psychological pricing. (3) Psychological pricing ini terlihat menarik kalo bayarnya pake kredit/debet. Persepsi customer mikir kalo motong saldonya lbh dikit. Yang jd masalah itu kalo anda bayarnya pake cash. Beli harga Rp9,999 sama Rp10,000 bedanya dimana dong? pic.twitter.com/muHK2TocRc
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Itulah gaes. Seperti halnya strategi predatory pricing kemarin, psychological pricing pun punya sisi plus dan minus. Dalam prakteknya, emg lebih mudah memainkan persepsi customer dengan membuat harga-harga jd terlihat menarik. Khususnya item FMCG (Fast Moving Consumer Goods). pic.twitter.com/MMdWj54jl4
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Sejatinya, perusahaan membuat product adalah untuk menjawab kebutuhan customer dan memenuhi valuenya. Jangan sampai karna terlalu sering utak atik trik psikologis harga demi ngejar sales, perusahaan malah lupa tujuan utama. Menjawab kebutuhan dan memberikan value dari customer. pic.twitter.com/9qqOKj8Y3i
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Makasih udah bersedia membaca gaes. Mohon maaf kalo ada penjelasan yg mgkn dirasa kurang pas. Dengan senang hati nerima feedback dan koreksinya. Semoga bermanfaat ya. [THREAD - END]
#ValverdeOut @BukanPegawaiJP
@WidasSatyo Gw mesti rasional sebelum beli, apalagi kalau ada embel-embel promo mesti double check. Beneran harga finalnya lebih murah, atau dinaikin dulu terus ditempelin diskon. Cuman ya itu tadi promosi-promosi ini yang bikin orang pasti minimal nengok ke produk tsb. Kayak gini ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ pic.twitter.com/zLML40aQNx
Expand pic
Anam @Anam61011263
@BukanPegawaiJP @WidasSatyo Salah satu contoh merk sepatu fla"eo, ga rasional bgt sepatu dgn kualitas bahan kaya gt harga awalnya sekitar 900rb
Lihat aku @zeyenggg
@Anam61011263 @BukanPegawaiJP @WidasSatyo Bukan fladeo aja. Sun dept store jg saya dah hapal bgt. Antara harga sale dengan harga hari biasa jatuhnya sama. Mungkin harga dinaikan dulu baru didiskon.
Dinda @nadiaapee
@_RikaKS @Anam61011263 @BukanPegawaiJP @WidasSatyo bukan dinaikin dulu baru di diskon, memang diawal mrk kasih margin yg besar utk produk fashion, tujuannya utk meraih keuntungan sebesar2nya diawal, krn produk fashion itu slow moving beda dgn produk food/bev, jd pas diskon besar2an jd murah bgt ya itu mendekati harga belinya dia
Dinda @nadiaapee
@_RikaKS @Anam61011263 @BukanPegawaiJP @WidasSatyo meskipun didiskon besar2an, mrk masih ttp dapet keuntungan meskipun presentasenya kecil, krn harga beli mereka ke supplier/brand tersebut dibawah harga diskon itu/perhitungannya ya, mereka jual sesuai dgn harga beli, krn kerugian di diskon udah ketutup sm margin di awal jual๐Ÿ˜
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
@nadiaapee @_RikaKS @Anam61011263 @BukanPegawaiJP Istilahnya semacam subsidi silang. Krna ya itu tadi. Bukan item fast moving.

Comment

Login and hide ads.