0
Hara Syifa @harasyifaaa
Sejak Jumat (14 Juni 2019) lalu media massa tanah air disibukan dengan pemberitaan sekaligus tayangan suasana persidangan sengketa pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi. Semua pemberitaan menayangkan hasil sekaligus statement dari para tim hukum masing-masing pihak. pic.twitter.com/AejD09nh3B
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Baik dari pihak pemohon (BPN) Prabowo- Sandi, maupun termohon (KPU dan TKN) Arief Budiman cs, serta paslon capres nomor urut 01, Joko Widodo- Ma'aruf Amin. pic.twitter.com/IkIZxfGLOP
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Sehingga, banyak yang beranggapan pemilu tahun ini merupakan sejarah pemilihan umum serentak terburuk sepanjang masa pesta demokrasi di Indonesia.
Hara Syifa @harasyifaaa
Dan Komisi Pemilihan Umum yang dianggap paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Rupanya ada hal yang paling krusial yang patut diketahui rakyat Indonesia dibanding dengan tayangan persidangan yang sudah memasuki sidang ke empat itu.
Hara Syifa @harasyifaaa
Yaitu konflik internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) versus kadernya sendiri, Fahri Hamzah. Partai yg disebut-sebut sebagai partai setan gundul itu tengah membuat pusing 5 orang para elitnya untuk memikirkan biaya ganti rugi yg telah diketuk palu oleh Pengadilan Negeri Selatan. pic.twitter.com/L5bCb3ruwb
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Dilansir dari beberapa sumber menyebutkan, Fahri Hamzah bakal menerima uang ganti rugi dari PKS sebanyak Rp30 Miliar.
Hara Syifa @harasyifaaa
Kita semua tahu, jika nama besar Fahri Hamzah mencuat berkat partai berlogo bulan dan padi berwarna emas tersebut hingga menduduki posisi sebagai wakil DPR RI periode 2014-2019. pic.twitter.com/Jkjr9p8TQ8
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Partai yang ikut menyokong pencapresan pasangan Prabowo-Sandi ini memang penuh dengan drama konflik. Entah disebabkan banyaknya keberadaan orang-orang munafik di dalam partai tersebut, atau memang ujian dari Tuhan YME untuk naik kelasnya menjadi partai besar??
Hara Syifa @harasyifaaa
'Kejahatan-kejahatan' yang terdapat pada parpol ini sudah sangat banyak di muat pada media massa tanah air. Tentu kita ingat akan kasus daging sapi? Kasus yang menyeret sang ketua umum, Luthfi Hasan Ishaaq pada awal 2013 silam. pic.twitter.com/BrDWLE5bba
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Dan disusul dengan pemecatan beberapa nama seperti Imam Anshori, dan Presiden PKS terpilih setelah periode LHI, Anis Matta. Partai yang yang membawa politik identitas muslim tersebut secara membabi buta memecat kader lainya yang dianggap sebagai pendukung Anis Matta.
Hara Syifa @harasyifaaa
Sehingga analisa saya mengatakan, konflik tersebut muncul karena haus akan kekuasaan atas suara electoral jelang pilpres 2019 lalu .
Hara Syifa @harasyifaaa
Dilansir dari beberapa sumber menyebutkan, Secara umum PKS memiliki dua faksi: "faksi keadilan" dan "faksi sejahtera." Faksi Keadilan adalah orang-orang tua di dalam PKS dan kelompok konservatif.
Hara Syifa @harasyifaaa
sedangkan faksi sejahtera adalah kelompok muda alias pembaharu. Bagi faksi keadilan, faksi sejahtera adalah kelompok liberal dalam partai.
Hara Syifa @harasyifaaa
Gerbong yang disebut sebagai "faksi sejahtera" adalah Anis Matta (mantan Presiden PKS, 2013-2015), Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq dan kawan kawannya kebanyakan legislator di parlemen pusat maupun daerah.
Hara Syifa @harasyifaaa
Sedangkan dalam faksi keadilan ada Hilmi Aminuddin (mantan Ketua Majelis Syuro), Suripto (mantan anggota BIN), Salim Segaf Al-Jufri (Ketua Majelis Syuro sekarang), Sohibul Iman (Presiden PKS) dan kawan-kawannya.
Hara Syifa @harasyifaaa
Puncaknya, saat PKS hendak melakukan pemecatan terhadap Fahri Hamzah sebagai kader PKS. Fahri Hamzah dianggap membangkang perintah pimpinan partai dan dinilai sebagai pelanggaran. Dalam PKS dikenal dengan doktrin taat kepada Qiyadah.
Hara Syifa @harasyifaaa
Pemikiran seperti ini lah yang membawa kepada semakin meruncingnya konflik internal yang membawa kehancuran pada tubuh PKS. Dimana terdapat sebuah perbedaan doktrin antara faksi keadilan dan sejahtera.
Hara Syifa @harasyifaaa
Jika dianalogikan terdapat adanya masalah pemikiran organisasi yang sejak lama dalam PKS. Di mana menurut analisa saya, pimpinan PKS saat ini gelagapan melihat perubahan dan menganggap PKS itu adalah partai yang berbeda dari partai lain.
Hara Syifa @harasyifaaa
Entahlah, yang pasti partai ini tengah berada di pintu kehancuran terlebih sebagai setan gundul yang membawa kekalahan pada paslon 02, Prabowo-Sandiaga Uno di pilpres April lalu itu.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.